Abd Rizal
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

TINJAUAN EKONOMI ISLAM TENTANG ASURANSI BPJS KESEHATAN Mustabsyirah; Nurul Arabia; Abd Rizal
Jurnal Ekonomi Manajemen Dan Bisnis (JEMB) Vol. 3 No. 1 (2025): September
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jemb.v3i1.5725

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian sistem Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dengan prinsip-prinsip ekonomi Islam. Fokus utama penelitian meliputi aspek akad, pengelolaan dana, serta keberadaan unsur gharar, riba, dan maysir dalam praktik penyelenggaraan BPJS. Metode yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan menganalisis beberapa jurnal ilmiah nasional yang relevan dan kredibel. Hasil kajian menunjukkan bahwa BPJS Kesehatan belum sepenuhnya memenuhi prinsip-prinsip syariah. Ketidakjelasan akad antara peserta dan penyelenggara, tidak adanya pemisahan dana, penerapan denda keterlambatan, serta ketimpangan manfaat antarpeserta menjadi indikator ketidaksesuaian sistem BPJS dengan ketentuan muamalah Islam. Simpulan dari penelitian ini menyarankan perlunya reformasi struktural melalui penerapan akad tabarru’, penghapusan denda, pemisahan dana secara jelas, dan pelibatan Dewan Pengawas Syariah agar BPJS dapat diselaraskan dengan nilai-nilai keadilan, transparansi, dan tolong-menolong dalam ekonomi Islam.
STRATEGI PENGEMBANGAN PRODUK ASURANSI SYARIAH Amil Malik; Umi Ulhusna; Abd Rizal
Jurnal Ekonomi Manajemen Dan Bisnis (JEMB) Vol. 3 No. 1 (2025): September
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jemb.v3i1.5726

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji strategi pengembangan produk asuransi syariah di Indonesia yang memiliki peluang besar sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia. Sejak berdirinya Bank Muamalat Indonesia pada 1991, industri keuangan syariah, termasuk asuransi syariah (takaful), berkembang pesat dengan peningkatan jumlah perusahaan, variasi produk, dan kontribusi bruto, meski tingkat penetrasinya masih rendah dibandingkan asuransi konvensional akibat rendahnya literasi masyarakat. Penelitian menggunakan metode literature review dengan pendekatan kualitatif deskriptif, menganalisis jurnal nasional terakreditasi, prosiding, dan dokumen resmi melalui teknik sintesis naratif untuk mengintegrasikan temuan terkait potensi, tantangan, dan strategi pengembangan. Hasil menunjukkan perlunya strategi komprehensif yang mencakup inovasi produk sesuai kebutuhan pasar, peningkatan kualitas SDM melalui pelatihan dan sertifikasi, pemanfaatan teknologi digital untuk efisiensi dan personalisasi layanan, serta penguatan literasi publik secara berkelanjutan, didukung regulasi pemerintah yang berpihak dan kolaborasi lintas sektor. Implikasi penelitian menegaskan bahwa tanpa strategi menyeluruh, asuransi syariah sulit bersaing dengan asuransi konvensional, sehingga disarankan pengembangan model berbasis inovasi dan digitalisasi, peningkatan kapasitas SDM, literasi masif, serta regulasi yang terintegrasi dengan ekosistem ekonomi halal nasional untuk memperkuat daya saing, memperluas jangkauan, dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi berbasis prinsip syariah di Indonesia.
ANALISIS KESIAPAN FATWA DSN-MUI TERHADAP PENGEMBANGAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH Abd Rizal; Nurul Arabia; Anggun Pratiwi
Jurnal Ekonomi Manajemen Dan Bisnis (JEMB) Vol. 3 No. 3 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jemb.v3i3.7014

Abstract

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) di sektor keuangan syariah menghadirkan peluang besar bagi peningkatan efisiensi, akurasi pengambilan keputusan, dan kualitas layanan. Namun, perkembangan ini juga menimbulkan tantangan regulatif, terutama terkait kesesuaian syariah, transparansi algoritma, serta perlindungan data nasabah. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesiapan fatwa DSN-MUI dalam merespons pemanfaatan AI pada Lembaga Keuangan Syariah (LKS). Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui analisis dokumen fatwa DSN-MUI, literatur terkait teknologi keuangan, serta wawancara dengan anggota DSN-MUI, Dewan Pengawas Syariah, akademisi, dan praktisi industri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun DSN-MUI telah mengeluarkan sejumlah fatwa yang relevan dengan transaksi digital, fintech, dan perlindungan data, belum terdapat fatwa yang secara eksplisit mengatur pemanfaatan AI. Kesiapan regulatif masih berada pada tahap konseptual, terutama karena kerangka syariah saat ini lebih fokus pada transaksi finansial konvensional daripada sistem berbasis algoritma. Tantangan utama meliputi isu transparansi model AI, potensi bias algoritmik, penetapan tanggung jawab hukum, perlindungan data pribadi, serta kepastian akad dalam keputusan otomatis. Di sisi lain, peluang penerapan AI dalam LKS sangat besar, meliputi peningkatan efisiensi risk management, optimalisasi penilaian pembiayaan, otomatisasi kepatuhan syariah, dan perluasan akses keuangan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa DSN-MUI perlu menyusun fatwa khusus atau pedoman etik AI yang mencakup prinsip keadilan, keterbukaan algoritma, akurasi data, maslahah, dan pencegahan gharar dalam keputusan otomatis. Selain itu, diperlukan harmonisasi antara fatwa, regulasi OJK dan BI, serta standar teknologi global berbasis syariah untuk memastikan implementasi AI tetap sesuai prinsip Islam. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi dalam merumuskan kebutuhan regulatif dan arah pengembangan AI yang syariah compliant di Indonesia.