p-Index From 2021 - 2026
1.288
P-Index
This Author published in this journals
All Journal TEKNO
Kumaat, Meike M.
Unknown Affiliation

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : TEKNO

Analisa Tingkat Pelayanan Jalur Pejalan Kaki (Studi Kasus: Jalan Sam Ratulangi Manado Di Depan Golden Swalayan) Rembet, Brayn; Kumaat, Meike M.; Rompis, Semuel Y. R.
TEKNO Vol. 22 No. 90 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i90.60250

Abstract

Jalur pedestrian di Jl. Sam Ratulangi Kota Manado depan Golden Pasar Swalayan merupakan salah tempat yang pergerakan pejalan kakinya cukup ramai, Mengakibatkan jalur pedestrian tersebut menjadi tidak nyaman bagi pejalan kaki. Penelitian bertujuan untuk menganalisis karakteristik pergerakan pejalan kaki, Menganalisis hubungan antar variable pergerakan dan kemudian menganalisis Tingkat pelayanan pejalan kaki di Jl. Sam Ratulangi Kota Manado. Menggunakan model pendekatan greenshield untuk mendapat hubungan antar variable pergerakan pejalan kaki dan dalam menganalisis tingkat pelayanan menggunakan acuan standar HCM 2000. Hasil yang didapatkan di jam puncak pada hari Sabtu, 08 Juli 2023 di jam 17.15-17.30 WITA didapatkan nilai Arus 4,235 ped/min/m untuk Pedestrian timur, Pedestrian Barat sebesar 13,800 ped/min/m, Kecepatan rata-rata ruang di Pedestrian Timur sebesar 72,261 m/min, Pedestrian Barat sebesar 79,834 m/min, Kepadatan di Pedestrian Timur sebesar 0,059 ped/m2, Pedestrian Barat sebesar 0,173 ped/m2, Ruang di Pedestrian Timur sebesar 17,062 m2/ped, Pedestrian Barat sebesar 5,785 m2/ped. Kapasitas pejalan kaki sebesar 4,235 ped/min/m untuk Pedestrian timur dan 13,800 ped/min/m untuk Pedestrian barat sehingga untuk Tingkat Pelayanan Pejalan Kaki di Jl. Sam Ratulangi Kota Manado termasuk dalam kategori “A” dimana pejalan kaki bergerak bebas dalam ruang pejalan kaki yang dinginkan dan Kecepatan untuk berjalan bebas untuk dipilih. Kata kunci: jalur pedestrian, karakteristik pejalan kaki, tingkat pelayanan
Analisis Ketersediaan Parking Stand Pada Apron Di Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi Manado Suwetja, Milka K. R. A.; Rompis, Semuel Y. R.; Kumaat, Meike M.
TEKNO Vol. 22 No. 90 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i90.60583

Abstract

Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi Manado merupakan bandar udara yang dikelola oleh PT Angkasa Pura Indonesia. Berlokasi di Kota Manado, bandar udara ini menjadi bandar udara terbesar di Provinsi Sulawasi Utara. Seiring berjalannya waktu, bandar udara dengan kode penerbangan IATA: MDC, ICAO: WAMM ini mengalami peningkatan jumlah penumpang yang secara langsung menyebabkan peningkatan pada pergerakan pesawat. Peningkatan yang terjadi dapat mengakibatkan traffic pada wilayah pergerakan di bandar udara dan dapat menyebabkan On Time Performance (OTP) tidak maksimal. Fasilitas bandar udara yang beroperasi di sisi darat (landside) maupun sisi udara (airside) harus menunjukkan kinerja yang baik untuk menunjang kegiatan operasional penerbangan. Oleh karena itu, perlu dilakukan peninjauan terhadap fasilitas tersebut untuk menjaga keselarasan antara kesediaan fasilitas operasional di bandar udara dengan peningkatan pergerakan pesawat yang terjadi. Penelitian ini berfokus untuk menganalisis parking stand pada apron. Memperkirakan ketersediaan parkingstand di masa mendatang dengan menganalisa jumlah pergerakan pesawat pada jam puncak, jumlah parking stand dan kapasitas apron. Penelitian ini menggunakan data tahun 2020-2023, yang diperoleh dari PT Angkasa Pura Indonesia. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kapasitas apron yang direncanakan pada tahun 2028 dan 2033 masih mampu menunjukkan kinerja yang baik. Kata kunci: bandar udara, apron, parking stand, pergerakan pesawat
Perencanaan Pengembangan Airside Bandar Udara Syukuran Aminuddin Amir Di Kabupaten Banggai Provinsi Sulawesi Tengah Adriansyah, Laode; Lefrandt, Lucia I. R.; Kumaat, Meike M.
TEKNO Vol. 23 No. 91 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i91.60803

Abstract

Kabupaten Banggai memiliki potensi di bidang pariwisata. Dengan meningkatnya kunjungan wisatawan serta pertumbuhan penduduk, maka akan berdampak ke peningkatan pengguna jasa transportasi udara. Pada saat ini Bandar Syukuran Aminuddin Amir masih melayani pesawat ATR 72-600 dan A320-200. Untuk mengantisipasi peningkatan pengguna jasa transportasi udara, bandara perlu dikembangkan dengan pesawat rencana B737-900ER. Pengembangan bandar udara dilakukan dengan melakukan prediksi terhadap arus lalu lintas udara di masa depan, sehingga penyelesaian tugas akhir ini menggunakan metode survei dan riset untuk menganalisis data. Melalui analisis regresi terhadap data penumpang, bagasi, dan kargo selama lima tahun terakhir (2020-2024), diproyeksikan pola arus lalu lintas yang akan datang, sehingga dapat ditentukan apakah pengembangan bandar udara diperlukan. Selain itu, berbagai data pendukung lainnya, seperti data klimatologi, karakteristik pesawat, topografi, dan eksisting bandara, menjadi acuan penting dalam merumuskan rencana pengembangan tersebut. Untuk pengembangan Bandar Udara Syukuran Aminuddin Amir yang akan direncanakan adalah runway, taxiway, dan apron. Berdasarkan hasil perhitungan yang mengacu pada standar International Civil Aviation Organization (ICAO) dengan pesawat rencana Boeing 737-900ER maka diperlukan pengembangan panjang landasan yang sebelumnya sebesar 2.250 meter menjadi 2.618 meter dengan lebar 45 meter, jarak antara sumbu runway dan sumbu taxiway adalah 170 meter, dan lebar total taxiway adalah 30 meter. Kemudian untuk hasil perhitungan luas apron didasarkan juga berdasarkan hasil ramalan campuran pada jam sibuk sehingga diperlukan pengembangan apron yang sebelumnya sebesar 17.625 m2 menjadi 210 meter ´ 95 meter = 19.950 m2. Kata kunci: Kabupaten Banggai, airside bandar udara, runway, taxiway, apron
Perbandingan Ketelitian Alat Ukur GNSS (Global Navigation Satellite System) Geodetik Dan Total Station Dalam Penentuan Batas Lahan Umboh, Anggreina R.; Lefrandt, Lucia I. R.; Kumaat, Meike M.
TEKNO Vol. 23 No. 94 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i94.66624

Abstract

Perbedaan tingkat ketelitian alat ukur dalam survei dan pemetaan dapat memengaruhi ketepatan dalam penentuan batas lahan, perhitungan luas, serta perhitungan volume galian dan timbunan pada pekerjaan teknik sipil. Oleh karena itu, diperlukan kajian perbandingan akurasi antara GNSS Geodetik dan Total Station guna mengetahui tingkat ketelitian masing-masing alat ukur. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan ketelitian GNSS Geodetik dan Total Station serta membandingkan perbedaan hasil perhitungan luas lahan dan volume galian–timbunan. Penelitian ini dilaksanakan di lahan Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai RMSE Titik kontrol GNSS Geodetik sebesar 0,145 m, sedangkan Total Station sebesar 0,027 m, yang menunjukkan bahwa Total Station memiliki ketelitian lebih tinggi. Perhitungan luas lahan menghasilkan nilai 28.877,521 m² menggunakan GNSS Geodetik dan 28.875,851 m² menggunakan Total Station, dengan selisih sebesar 1,670 m². Selanjutnya, hasil perhitungan volume menunjukkan bahwa GNSS Geodetik menghasilkan volume galian sebesar 44.537,18 m³ dan volume timbunan sebesar 14.932,65 m³, sedangkan Total Station menghasilkan volume galian sebesar 45.620,65 m³ dan volume timbunan sebesar 12.781,72 m³. Kata kunci: GNSS Geodetik, total station, cut and fill
Pengaruh Karakteristik Sosial Ekonomi Terhadap Pemilihan Moda Transportasi Di Kawasan Perkotaan (Studi Kasus Kota Manado, Kec. Malalayang, Kel. Bahu) Tompodung, Angela L.; Kumaat, Meike M.; Rompis, Semuel Y. R.
TEKNO Vol. 24 No. 95 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i95.66681

Abstract

Perkembangan perkotaan di Kota Manado meningkatkan kebutuhan mobilitas harian, khususnya di Kelurahan Bahu (Kecamatan Malalayang) yang memadukan permukiman, pendidikan, dan perdagangan. Penelitian ini memetakan karakteristik sosial-ekonomi warga, pola pemilihan moda, serta menguji pengaruhnya terhadap pilihan moda transportasi. Survei kuesioner pada 100 responden mengamati tiga alternatif: kendaraan pribadi, angkutan umum, dan angkutan umum online. Data dianalisis dengan model Multinomial Logit (MNL) berbantuan SPSS, dengan kendaraan pribadi sebagai kategori referensi; enam variabel utama digunakan setelah penyederhanaan, mencakup jenis kelamin, usia, pendapatan bulanan, kepemilikan kendaraan, tujuan perjalanan, frekuensi perjalanan, dan biaya transportasi. Hasil menunjukkan angkutan umum paling dominan (39%), diikuti angkutan umum online (31%) dan kendaraan pribadi (30%). Uji kelayakan menegaskan model signifikan (Chi-square 131,944; p<0,001) dengan daya jelaskan tinggi (Nagelkerke R² 0,826). Jenis kelamin, usia, pendapatan, dan tujuan perjalanan berpengaruh terhadap pemilihan moda. Implikasinya, peningkatan kualitas dan aksesibilitas angkutan umum perlu diprioritaskan dengan mempertimbangkan perbedaan sosial-ekonomi masyarakat. Kata kunci: pemilihan moda transportas, karakteristik sosial ekonomi, Kota Manado
Analisis Kesesuaian Lahan Dengan Pemanfaatan Geographic Information System (GIS) Menggunakan ArcGIS (Studi Kasus: Malalayang 1) Kowal, Dennys R.; Lefrandt, Lucia I. R.; Kumaat, Meike M.
TEKNO Vol. 24 No. 95 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i95.66682

Abstract

Perkembangan teknologi Sistem Informasi Geografis (Geographic Information System/GIS) telah membawa perubahan signifikan dalam kegiatan pemetaan dan perencanaan teknik sipil. GIS memungkinkan pengolahan data spasial secara cepat, akurat, dan terintegrasi dibandingkan metode konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk membuat peta topografi tanpa alat survei konvensional menggunakan ArcGIS serta menganalisis pekerjaan galian dan timbunan (cut and fill) dengan Civil 3D. Studi kasus dilakukan di Kelurahan Malalayang 1, Kota Manado. Data yang digunakan terdiri atas data primer berupa pengukuran koordinat dan elevasi menggunakan GPS handheld sebanyak 13 titik serta data sekunder berupa citra satelit dan Digital Elevation Model (DEM). Data diolah menggunakan ArcGIS untuk menghasilkan peta kontur dan diuji ketelitiannya menggunakan metode Root Mean Square Error (RMSE) dan LE90. Selanjutnya, peta kontur dianalisis di Civil 3D untuk perhitungan volume cut and fill pada area 50 × 50 m. Hasil penelitian menunjukkan nilai RMSE sebesar 2,25986 dan LE90 sebesar 3,72855 sehingga peta termasuk kelas 3 ketelitian geometrik peta RBI. Volume galian sebesar 24,22 m³ dan timbunan 24,21 m³ dengan selisih 0,01 m³, menunjukkan metode ini efisien dan layak digunakan dalam perencanaan teknik sipil. Kata kunci: GIS, ArcGIS, cut and fill
Pemetaan Topografi Kelurahan Malendeng Berbasis Geographic Information System (GIS) Manangka, Christhio D. K.; Pandey, Sisca V.; Kumaat, Meike M.
TEKNO Vol. 24 No. 95 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i95.66683

Abstract

Perkembangan kawasan perkotaan menuntut perencanaan ruang berbasis data spasial yang akurat, termasuk informasi topografi. Survei topografi terestris memang presisi, namun kurang efisien untuk wilayah luas atau medan sulit. Penelitian ini memanfaatkan Digital Elevation Model Nasional (DEMNAS) dari BIG beresolusi ±8 m (datum vertikal EGM2008) sebagai data representatif pada skala kelurahan, dengan dukungan GIS untuk menghasilkan peta elevasi dan kontur di Kelurahan Malendeng. Data DEMNAS dipraproses melalui pengunduhan, mosaik raster, clipping batas administrasi, dan penyesuaian proyeksi UTM, lalu divisualisasikan sebagai peta topografi. Keterkaitan hasil olahan dengan kondisi lapangan diuji secara indikatif menggunakan titik GPS handheld melalui selisih elevasi (Δh) dan RMSE. Sebagai ilustrasi pemanfaatan, dilakukan simulasi analisis pekerjaan tanah pada area 50 m × 70 m dengan elevasi rencana 29,650 m yang menghasilkan galian 7.173,40 m³, timbunan 6.769,91 m³, dan selisih bersih 403,49 m³ (galian lebih besar). Hasil menunjukkan DEMNAS efektif untuk pemetaan dan analisis awal berbasis GIS. Kata kunci: DEMNAS, Geographic Information System (GIS), peta topografi