M. Saiyid Mahadhir
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENDIDIKAN KARAKTER ANAK BERBASIS KELUARGA: PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM Ahmad, Sopian; Moh Puadi; M. Saiyid Mahadhir
EDUCATE : Journal of Education and Culture Vol. 3 No. 01: Januari 2025
Publisher : Rumah Riset Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61493/educate.v3i01.155

Abstract

Pendidikan karakter berbasis keluarga merupakan pendekatan yang menekankan peran keluarga sebagai pondasi utama dalam membentuk kepribadian dan moral anak. Dalam perspektif pendidikan Islam, keluarga memiliki tanggung jawab besar untuk menanamkan nilai-nilai islami yang mencakup akhlak mulia, keimanan, dan ketakwaan sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran keluarga dalam pendidikan karakter anak serta relevansinya dengan ajaran Islam. Metode yang digunakan adalah kajian literatur yang mengacu pada sumber-sumber primer dalam Islam, seperti Al-Qur'an dan Hadis, serta penelitian terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa keluarga yang harmonis, dengan teladan orang tua yang baik, komunikasi efektif, dan lingkungan rumah yang mendukung, mampu membentuk karakter anak yang berintegritas dan berlandaskan nilai-nilai Islam. Kesimpulannya, pendidikan karakter berbasis keluarga dalam perspektif pendidikan Islam menjadi strategi penting dalam membangun generasi yang bermoral, beriman, dan mampu menghadapi tantangan zaman dengan berlandaskan nilai-nilai agama.
Pengaruh Teknologi terhadap Metode dan Media Pembelajaran Agama Islam Moh Fuadi; M. Saiyid Mahadhir
EDUCATE : Journal of Education and Culture Vol. 3 No. 2: Mei, 2025
Publisher : Rumah Riset Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61493/educate.v3i2.167

Abstract

Teknologi merupakan alat yang dapat dimanfaatkan untuk mengenalkan pendidikan Agama Islam secara modern kepada generasi milenial. Hal ini didasarkan pada perkembangan teknologi yang kini umum digunakan sebagai sarana informasi dan komunikasi oleh berbagai lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Generasi milenial kerap memandang bahwa pembelajaran Agama Islam tergolong sulit, karena masih banyak media pembelajaran yang bersifat manual dan monoton. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran teknologi dalam memperkenalkan nilai-nilai Islam di era globalisasi kepada kaum milenial. Penelitian dilakukan dengan metode studi pustaka melalui telaah terhadap berbagai literatur dan publikasi ilmiah terdahulu. Hasil penelitian diharapkan mampu memberikan dampak positif, khususnya dalam mendorong generasi milenial agar dapat memanfaatkan teknologi secara bijak, serta memperkenalkan berbagai media pembelajaran berbasis aplikasi yang mudah diakses, interaktif, dan relevan dengan perkembangan zaman. Selain itu, keterlibatan orang tua juga menjadi penting dalam memahami teknologi agar dapat memilih media yang tepat untuk mendidik anak-anak dalam aspek keagamaan, tanpa harus terkendala oleh biaya tinggi maupun keterbatasan akses
Cultural Resonance and the Diffusion of Ngaji Lagu as Qur’anic Da‘wah Practice: Socio-Cultural Transformation in South Sumatra M. Saiyid Mahadhir; Abdullah Idi; Muhammad Noupal
MUHARRIK: Jurnal Dakwah dan Sosial Vol. 8 No. 2 (2025): Muharrik: Jurnal Dakwah dan Sosial
Publisher : Fakultas Dakwah Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the diffusion of Ngaji Lagu (nagham), a locally rooted Qur’anic recitation practice employing melodic patterns, and its cultural resonance within the Muslim community of Ogan Ilir, South Sumatra. Cultural resonance in this study is defined as the capacity of a religious–cultural practice to be meaningfully received, reproduced, and institutionalized across social groups, thereby shaping cultural continuity and transformation. Grounded in diffusion of innovation theory and cultural anthropology, the research aims to analyze the diffusion process of Ngaji Lagu, identify its supporting and inhibiting factors, and examine its socio-cultural and religious impacts. The study adopts a qualitative ethnographic approach conducted through prolonged fieldwork in Ogan Ilir. Data were collected through participant observation, in-depth interviews, and document analysis. Interviews involved 28 purposively selected informants, chosen based on their knowledge, mastery, understanding, and active involvement in the practice, transmission, and development of Ngaji Lagu within the Ogan Ilir community. The informants comprised Ngaji Lagu practitioners, religious scholars, educators, MTQ organizers, and community figures who play key roles in the diffusion process. Data analysis followed an interactive model of data reduction, categorization, interpretation, and verification, with trustworthiness ensured through triangulation, prolonged engagement, thick description, reflexive analysis, and peer debriefing. The findings reveal that the diffusion of Ngaji Lagu unfolded through three phases—initiation, early dissemination, and development—facilitated by pilgrimage networks (haji nahun), cultural amalgamation, and educational–competitive arenas. Diffusion occurred through informal, formal, non-formal, media, and MTQ channels, generating innovations in melodic patterns, functional orientation, and pedagogical methods. Supporting factors include the cultural authority of key diffusors, institutional support, media expansion, and strong community demand, while inhibiting factors involve uneven distribution of MTQ-standardized teachers, limited curricular integration, and declining youth engagement. Synthesizing these findings, the study proposes the Cultural Resonance Theory of Nagham (CReToN) as an analytical framework that emphasizes resonance as a mediating mechanism between religious innovation and socio-cultural transformation.