Latar belakang: Peresepan obat yang rasional harus memenuhi langkah proses pengambilan keputusan yang logis mulai dari pengumpulan data pasien melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium atau penunjang lainnya. Penggunaan obat yang rasional pada pasien hipertensi sangat penting untuk menjamin efektivitas biaya, keakuratan peresepan dan penggunaan obat, serta meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dengan mengevaluasi indikasi, pasien, obat, dosis yang tepat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pola peresepan dan rasionalitas terapi pengobatan pada pasien hipertensi di Puskesmas Banjarbaru Selatan periode Januari - Juni 2023. Metode: Penelitian deskriptif ini menggunakan pendekatan retrospektif dengan pengambilan data sekunder dari rekam medik berupa data umur, jenis kelamin, diagnosa, jenis obat, golongan obat, kategori obat, indikasi, aturan pakai, dosis obat pada pasien hipertensi selama 10 hari. Hasil: Pola peresepan pada pasien berdasarkan golongan obat dan jenis obat adalah golongan Calsium Channel Blockers (CCB) dan jenis obat amlodipne 95,7%. Seluruh pasien hipertensi mendapatkan terapi obat antihipertensi tunggal 100%. Berdasarkan aturan pakai dan dosis obat adalah jenis obat amlodipine 1x1 51,60%. Rasionalitas terapi pengobatan hipertensi dalam kategori rasional sebesar 98,39% berupa tepat pasien 100%, tepat indikasi 100%, tepat obat 100%, tepat dosis 98,39% dan tepat interval waktu pemberian 98,39%. Simpulan: Gambaran pola peresepan berdasarkan golongan obat dan jenis obat yang digunakan adalah golongan Calsium Channel Blockers (CCB) dan jenis obat amlodipne sebanyak 95,7%, dan gambaran rasionalitas terapi pengobatan hipertensi dengan rasional sebesar 98,39% di Puskesmas Banjarbaru Selatan periode Januari-Juni 2023.