Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Profil Penggunaan Obat Pada Pasien Hipertensi Dengan Diabetes Melitus Tipe 2 Di Puskesmas Banjarbaru Selatan Tahun 2023 Muhammad Rafi’i; Yulistia Budianti; Aris Fadillah
Jurnal Sains Farmasi Dan Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2025): Januari - April
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jfkes.v2i3.2240

Abstract

Penggunaan obat antihipertensi sering dikombinasi dengan obat lain untuk menyembuhkan atau memperbaiki kondisi pasien hipertensi dari penyakit penyerta (komorbid). Jenis penyakit penyerta yang dapat mempengaruhi pemilihan obat antihipertensi yaitu salah satunya diabetes melitus Tipe 2. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil penggunaan obat pada pasien hipertensi dengan diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Banjarbaru Selatan tahun 2023. Tahapan analisis dilakukan dengan mengumpulkan data demografi pasien seperti umur,njenis kelamin, diagnosa, jenis obat, golongantobat, kategori obat, indikasi, aturan pakai, dosistobat dan jumlah obat pada pasien hipertensi dengan diabetes melitus tipe 2. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi, frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik pasien pasien hipertensi dengan diabetes melitus tipe 2 berdasarkan usia adalah lansia akhir (56-65 tahun) 36,76% dan jenis kelamin perempuan 59,04%. Profil penggunaan obat pada pasien hipertensi dengan diabetes melitus tipe 2 berdasarkan kategori obat hipertensi mendapatkan terapi tunggal 100% dan kategori obat diabetes melitus tipe 2 mendapatkan terapi tunggal 73,49%. Berdasarkan golongan dan jenis obat adalah golongan Calsium Channel Blockers (CCB) dengan obat amlodipine 100%. Berdasarkan golongan obat dan jenis obat diabetes melitus tipe 2 adalah golongan biguanid dengan obat metformine sebesar 43,37%. Penggunaan obat pada pasien hipertensi dengan diabetes melitus tipe 2 adalah amlodipine + metformine 43,37%. Berdasarkan aturan pakai dan dosis obat hipertensi adalah obat amlodipine 1 x 10 mg sebesar 77,11%. Sedangkan aturan pakai dan dosis obat diabetes melitus tipe 2 adalah jenis obat metformine dengan aturan pakai dan dosis obat 2 x 500 mg.
Gambaran Pola Peresepan Dan Rasionalitas Terapi Pada Pasien Hipertensi Di Puskesmas Banjarbaru Selatan Periode Januari-Juni 2023 Indrawan, Dede; Yulistia Budianti; Aris Fadillah
Jurnal Pelayanan Kefarmasian dan Sains Vol 6 No 1 (2025): Journal of Pharmaceutical Care and Sciences (JPCS)
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jpcs.v6i1.740

Abstract

Latar belakang:  Peresepan obat yang rasional harus memenuhi langkah proses pengambilan keputusan yang logis mulai dari pengumpulan data pasien melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium atau penunjang lainnya. Penggunaan obat yang rasional pada pasien hipertensi sangat penting untuk menjamin efektivitas biaya, keakuratan peresepan dan penggunaan obat, serta meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dengan mengevaluasi indikasi, pasien, obat, dosis yang tepat. Tujuan:  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pola peresepan dan rasionalitas terapi pengobatan pada pasien hipertensi di Puskesmas Banjarbaru Selatan periode Januari - Juni 2023. Metode:  Penelitian deskriptif ini menggunakan pendekatan retrospektif dengan pengambilan data sekunder dari rekam medik berupa data umur, jenis kelamin, diagnosa, jenis obat, golongan obat, kategori obat, indikasi, aturan pakai, dosis obat pada pasien hipertensi selama 10 hari. Hasil: Pola peresepan pada pasien berdasarkan golongan obat dan jenis obat adalah golongan Calsium Channel Blockers (CCB) dan jenis obat amlodipne 95,7%. Seluruh pasien hipertensi mendapatkan terapi obat antihipertensi tunggal 100%. Berdasarkan aturan pakai dan dosis obat adalah jenis obat amlodipine 1x1 51,60%. Rasionalitas terapi pengobatan hipertensi dalam kategori rasional sebesar 98,39% berupa tepat pasien 100%, tepat indikasi 100%, tepat obat 100%, tepat dosis 98,39% dan tepat interval waktu pemberian 98,39%. Simpulan:  Gambaran pola peresepan berdasarkan golongan obat dan jenis obat yang digunakan adalah golongan Calsium Channel Blockers (CCB) dan jenis obat amlodipne sebanyak 95,7%, dan gambaran rasionalitas terapi pengobatan hipertensi dengan rasional sebesar 98,39% di Puskesmas Banjarbaru Selatan periode Januari-Juni 2023.