Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGOLAHAN IKAN RUCAH MENJADI NUGGET BERNUTRISI: IMPLEMENTASI CIRCULAR ECONOMY DI DESA WERU, LAMONGAN Shoimah, Siti; Laila Arisandra, Martha; Rizal bahary, Achmad
Buletin Abdi Masyarakat Vol 5, No 2 (2025): Edisi Februari 2025
Publisher : Universitas YPPI Rembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47686/bam.v5i2.764

Abstract

Circular economy merupakan pendekatan berkelanjutan yang bertujuan untuk meminimalkan limbah dan memaksimalkan penggunaan sumber daya. Di Desa Weru, Lamongan, ikan rucah yang sering dianggap sebagai limbah memiliki potensi besar untuk diolah menjadi produk makanan bernilai tambah, seperti nugget ikan. Artikel ini mendeskripsikan program pengabdian masyarakat yang melibatkan Ibu PKK Desa Weru dalam memanfaatkan ikan rucah untuk menghasilkan nugget sehat dan bergizi. Metode yang digunakan meliputi pelatihan pengolahan ikan rucah menjadi nugget, edukasi tentang nilai gizi produk, serta strategi pemasaran produk berbasis lokal. Hasil menunjukkan peningkatan keterampilan peserta dalam pengolahan ikan rucah, kesadaran akan pentingnya pemanfaatan limbah organik, serta tambahan pendapatan keluarga. Program ini memberikan kontribusi nyata pada pengembangan ekonomi sirkular di tingkat desa dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pengembangan Manajemen Produksi, Digital Marketing Dan Legalitas Usaha Di Desa Dlanggu, Lamongan Mustana Rohmah, Awawin; Laila Arisandra, Martha; Nurfadilah, Nurfadilah; Rizqi Prayoga, Gilang Febrian; Nasrudin Maulana, Ahmad
Bestari: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/dpkm.v5i2.4168

Abstract

Abstract: The MSME sector in Dlanggu Village has several livelihood options for its residents, including wet cake production, smoked fish production, dry cake production, milkfish nugget production, milkfish otak-otak production, chips and crackers production, gapit production, and instant seasoning production. Based on field observations, the potential for small and medium enterprises in Dlanggu Village, Deket District, Lamongan Regency is still underdeveloped. One of them is training and training related to the development of the potential of Micro, Small and Medium Enterprises in a community service carried out by universities. Where the livelihoods of farmers and the community are entrepreneurs, especially smoked milkfish, so digital marketing training is needed for product marketing and socialization/assistance in legalizing partner businesses. The main problem that must be resolved together with partners is improving social media, namely Facebook and Instagram to promote community business products in Dlanggu Village, Deket District, Lamongan Regency: Stage 1 Planning, Stage 2 Implementation, Step 3 Evaluation. The provision of materials through this UMKM business training produces the following outputs: 1. Gathering People Who Have Businesses 2. Presentation of Material by Speakers 3. Distribution of Homemade Milkfish Sambal Products. Among the priorities of the partners is the problem of this service program is how to promote through social media accounts so that it is better known by many people. The solution is in the form of training that is delivered chronologically or in stages, the first of which is providing open knowledge/insight to the Dlanggu village community about the importance of using social media.Keywords:Entrepreneurship; Digital Marketing; Business Legality; SMEsAbstrak: Sektor UMKM di Desa Dlanggu memiliki beberapa pilihan mata pencaharian bagi warganya, antara lain produksi kue basah, produksi ikan asap, produksi kue kering, produksi nugget bandeng, produksi otak-otak bandeng, produksi keripik dan kerupuk, produksi gapit, dan produksi bumbu instan. Berdasarkan observasi lapangan, potensi usaha kecil dan menengah di Desa Dlanggu Kecamatan Deket Kabupaten Lamongan masih belum berkembang. Salah satunya adalah pelatihan dan pelatihan terkait pengembangan potensi Usaha Mikro Kecil Menengah dalam sebuah pengabdian yang dilakukan oleh perguruan tinggi. Dimana mata pencaharian petani dan masyarakat berwirausaha khususnya ikan asap bandeng, sehingga diperlukan pelatihan digital marketing untuk pemasaran produk dan sosialisasi/bantuan legalisasi usaha mitra. Permasalahan utama yang harus diselesaikan bersama mitra adalah meningkatkan media sosial yaitu Facebook dan Instagram untuk mempromosikan produk usaha masyarakat di Desa Dlanggu Kecamatan Deket Kabupaten Lamongan: Tahap 1 Perencanaan ,Tahap 2 Implementasi, Langkah 3 Evaluasi. Pemberian materi melalui pelatihan bisnis UMKM ini menghasilkan luaran sebagai berikut: 1. Mengumpulkan Masyarakat Yang Memiliki Usaha 2. Pemaparan Materi oleh Pemateri 3. Pembagian Produk Sambal Bandeng Homemade. Di antara yang menjadi prioritas para mitra adalah permasalahan dari program pengabdian ini adalah bagaimana cara mempromosikan melalui akun sosial media agar lebih dikenal oleh banyak orang. Solusinya berupa pelatihan yang disampaikan secara kronologis atau bertahap, yang pertama memberikan pengetahuan/wawasan terbuka kepada masyarakat desa Dlanggu tentang pentingnya menggunakan media sosial. Kata kunci: Wirausaha; Digital Marketing; Legalitas Usaha; UKM
YOUTH EMPOWERMENT THROUGH DIGITAL BRANDING AND MARKETING FOR PROBLEM SOLVING OF FARMERS IN TALUNREJO VILLAGE: PEMBERDAYAAN PEMUDA MELALUI DIGITAL BRANDING DAN MARKETING UNTUK PROBLEM SOLVING PARA PETANI DI DESA TALUNREJO Rohmatillah, Alfin; Laila Arisandra, Martha; Zulkarnaen, Have
Journal of Social Comunity Services Vol. 1 No. 1 (2024): Journal of Social Comunity Services (JSCS)
Publisher : Antis-publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61796/jscs.v1i1.24

Abstract

This article describes the challenges faced by tobacco farmers in Talunrejo Village, Lamongan, related to problems regarding modern marketing. Lack of knowledge about this matter results in limited access to marketing products more widely. Young farmers in this village as the next generation of agriculture and the economy are invited to participate in further marketing improvements. In an effort to overcome this problem, you can implement a strategy for creating digital branding and digital marketing through social media in the form of Facebook and Instagram. This research contributes to the understanding of youth empowerment through digital branding and marketing to overcome tobacco farming problems and provides insight into solutions that can be implemented to increase farmer productivity and welfare.