Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Memahami Penggunaan Present Perfect dan Contoh dalam Bahasa Inggris Maulia, Mia; Herman, Annisa Robia
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 1 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i1.16058

Abstract

ABSTRAK Present prefect tense digunakan untuk menggunak menggambar tindak yang terjadi pada waktu yang tidak ditentukan sebelumnya atau yang dimulai masa lalu dan berlanjut hingga saat ini. Tujuan penggunaan digunakan untuk menyatakan pengalaman yang pernah di alami seseorang tanpa menyebut waktu tertentu menujukan relevasi masa lalu dengan sekarang tensi ini digunakan untuk menunjukkan bahwa suatu tindakan yang terjadi di masa lalu. metode presnt prefect dalam belajar bahasa Inggris mencakup beberapa langkah yang membantu pemahaman tentang kapan dan bagian bentuk ini digunakan dalam kalimat.hasil dari penggunaan present prefect biasanya adalah kalimat yang menunjukan tindakan atau peristiwa yang memiliki relevansi dengan masa kini. ini berupa pernyataan tentang pengalam,hasil yang baru saja dicapai,atau seseatu dimulai di masa lalu dan masi berlanjut.
Konsep Pemaparan & Pola Perbedaan Simple Present Tense dan Presen Continuous Tense pada Kalimat Bahasa Inggris Simanjuntak, Annisa Nursalamah; Maulia, Mia
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 8 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i8.19863

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi perbedaan antara Tenses Simple Present dan Present Continuous dalam Bahasa Inggris sama-sama menggambarkan peristiwa yang berlangsung sekarang. Penelitian ini bertujuan untuk memperkenalkan perbedaan antara fungsi dan makna kedua tenses tersebut, sehingga pembelajar Bahasa Inggris dapat memahami dengan lebih baik. Pendekatan yang diterapkan dalam studi ini bersifat kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara, yang memungkinkan peneliti untuk menggali perspektif para peserta dengan lebih mendalam. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa siswa dapat mengidentifikasi penggunaan Simple Present Tense, yang umumnya dijelaskan sebagai kebiasaan atau fakta biasa, berbeda dengan Present Continuous Tense, yang lebih menyoroti aktivitas yang sedang berlangsung saat ini. Temuan ini penting dalam pengajaran tata bahasa Inggris, terutama dalam membantu siswa memahami konteks penggunaan kedua tenses tersebut dengan lebih tepat. Penelitian ini diharapkan menjadi panduan bagi siswa dan guru dalam memperdalam pemahaman mereka mengenai struktur Bahasa Inggris dengan metode yang lebih efisien.
Solusi Efektif untuk Mengatasi Tantangan Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar Simanjuntak, Annisa Nursalamah; Maulia, Mia
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 6 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i6.18734

Abstract

Pembelajaran Bahasa Indonesia di tingkat sekolah dasar sering kali menemui beragam tantangan yang berdampak pada efektivitas proses belajar-mengajar. Artikel ini bertujuan untuk mengenali tantangan-tantangan tersebut dan memberikan solusi yang efektif berdasarkan tinjauan literatur deskriptif. Beberapa solusi yang direkomendasikan di antaranya adalah integrasi teknologi dalam pembelajaran, penerapan model Problem Based Learning (PBL), dan pengoptimalan metode diskusi kelompok kecil. Penerapan strategi-strategi ini diharapkan dapat meningkatkan minat serta prestasi belajar siswa dalam pelajaran Bahasa Indonesia.
Memahami Konsep Barisan dan Deret Geometri Secara Lengkap Safari, Yusuf; Maulia, Mia
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 6 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i6.19023

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep barisan dan deret geometri melalui pendekatan pembelajaran yang sistematis dan kontekstual. Banyak siswa mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal karena hanya menghafal rumus tanpa memahami makna dan penerapannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian literatur dan analisis deskriptif terhadap kesalahan umum siswa dalam menyelesaikan soal barisan dan deret geometri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran yang fokus pada pemahaman konsep, pemberian contoh soal bertahap, serta penekanan pada pola dan logika matematika dapat membantu siswa menyelesaikan soal dengan lebih tepat. Kesimpulannya, penguasaan materi barisan dan deret geometri memerlukan pemahaman mendalam, bukan sekadar hafalan rumus. Peran guru sangat penting dalam menyampaikan materi secara perlahan dan jelas agar siswa mampu menyusun langkah penyelesaian dengan benar dan percaya diri.
Pengaruh Penggunaan Alat Peraga terhadap Pemahaman Konsep Pecahan Safari, Yusuf; Maulia, Mia
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 1 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i1.22373

Abstract

Pembelajaran matematika di tingkat sekolah dasar masih mengalami banyak hambatan, terutama dalam materi pecahan yang cenderung abstrak dan sulit dimengerti oleh sebagian besar murid. Minimnya media pembelajaran yang konkret diakui sebagai salah satu faktor yang menyebabkan rendahnya pemahaman siswa mengenai konsep pembilang, penyebut, perbandingan pecahan, dan operasi pecahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penggunaan alat peraga terhadap pemahaman konsep pecahan di kalangan siswa sekolah dasar melalui kajian literatur. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif yang berdasarkan studi literatur dengan mengumpulkan data dari jurnal nasional dan internasional, buku teks, hasil riset sebelumnya, serta dokumen pendukung yang relevan yang diterbitkan dalam lima hingga sepuluh tahun terakhir. Proses analisis data dilakukan melalui langkah-langkah seperti reduksi data, penyampaian data, dan penarikan kesimpulan berdasarkan sintesis temuan yang diperoleh. Untuk memastikan keabsahan data, penelitian ini menggunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi teori. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penggunaan alat peraga berpengaruh positif terhadap peningkatan pemahaman konsep pecahan siswa. Alat peraga membantu siswa dalam memvisualisasikan nilai pecahan, membandingkan pecahan secara langsung, memperbaiki kesalahan pemahaman, memperkuat daya ingat, serta meningkatkan motivasi dan partisipasi siswa dalam proses pembelajaran. Namun, beberapa tantangan muncul dalam penerapannya, seperti keterbatasan alat peraga, waktu pelajaran, dan kesiapan guru. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa pemanfaatan alat peraga dapat dijadikan sebagai strategi pembelajaran alternatif yang efektif untuk meningkatkan pemahaman konsep pecahan pada siswa sekolah dasar. Penelitian lebih lanjut disarankan untuk mengeksplorasi efektivitas alat peraga berbasis digital dan pendekatan pembelajaran diferensiasi yang disesuaikan dengan gaya belajar siswa.
Peran Komite Sekolah dalam Mengembangkan Mutu Sekolah Maulia, Mia; Sti Zafira Qia; Aliyyah, Rusi Rusmiati
Indo-MathEdu Intellectuals Journal Vol. 7 No. 1 (2026): Indo-MathEdu Intellectuals Journal (In-Press)
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/imeij.v7i1.5019

Abstract

The School Committee is an independent institution that plays an important role in improving the quality of education through community involvement. This study aims to analyze the role of the School Committee based on four main functions, namely as an advisory body, supporter, controller, and mediator. This research employs a qualitative method with a literature review approach. Data sources were obtained from books, journal articles, laws and regulations, and official documents relevant to the role of the School Committee. The data analysis technique used was descriptive qualitative analysis through the stages of data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results indicate that the School Committee contributes to educational program planning, resource provision, transparent and accountable supervision, and the strengthening of relationships between schools and the community. However, the implementation of these roles still faces several challenges, such as limited understanding among committee members, low community participation, limited resources, and ineffective communication with schools. This study concludes that strengthening the role of the School Committee can be achieved through capacity building of committee members, open communication, and active community participation