Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pemahaman Penggunaan Simple Present dan Present Continous pada Siswa Sekolah Dasar Putri, Neng Tyas Ananda; Maharani, Livia Fitry; Khoerunida, Tsalisa
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 1 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i1.16077

Abstract

Penulisan paragraf pendek dalam bahasa Inggris memerlukan pemahaman yang mendalam tentang tata bahasa, khususnya tenses seperti simple present dan present continuous. Namun, ditemukan bahwa banyak siswa sekolah dasar yang kesulitan membedakan antara kedua tenses ini, yang menyebabkan kesalahan umum dalam menulis paragraf pendek. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi permasalahan dalam pemahaman dan penerapan simple present dan present continuous di kalangan siswa sekolah dasar dengan jumlah siswa sebanyak 38 orang. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis literatur untuk mengumpulkan data tambahan terkait konsep tenses serta penerapannya dalam konteks pendidikan dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan pengajaran berbasis literasi tambahan membantu siswa memahami perbedaan antara simple present dan present continuous, meningkatkan ketepatan dalam penggunaan kedua tenses tersebut dalam penulisan paragraf pendek.
Strategi Guru dalam Mengatasi Kesulitan Operasi Perkalian Bilangan Bulat di Sekolah Dasar Putri, Neng Tyas Ananda; Sya, Mega Febriani
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 8 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i8.19007

Abstract

Perkalian adalah salah satu yang memiliki pengaruh besar terkait sebuah keterampilan peserta didik dalam memahami sebuah masalah terkait Pelajaran matematika yang lebih efektif.Secara berulang kali peserta didik mengalami kesulitan dalam memahami sebuah perkalian,yang kemudian dapat berpengaruh pada nilai akademik peserta didik.Artikel ini memiliki sebuah tujuan yaitu: (1) menjelaskan sebuah strategi pendidik yang memahami dan meneliti peserta didik yang mengalami sebuah kesulitan matematika salah satunya perkalian, (2) menjelaskan sebuah tantangan yang dihadapi oleh pendidik dalam memberikan sebuah materi tentang perkalian ditingkat sekolah dasar, (3) menjelaskan salah satu strategi yang dipakai oleh pendidik dalam menyelesaikan sebuah kesulitan belajar matematika yaitu perkalian.Penelitian ini menggunakan sebuah metode kualitatif deskriptif yaitu melihat artikel dari internet yaitu google scholer dan analisis data yang digunakan adalah melihat referensi dan melalukan observasi dan wawancara kepada peserta didik tersebut.Hasil penelitian menunjukan : (1) sebuah cara kesulitan pembelajaran peserta didik melalui tes wawancara. (2) sebuah tantangan yang dihadapi oleh seorang pendidik dalam melakukan pembelajaran perkalian ,termasuk kesulitan peserta didik dalam menjelaskan sebuah konsep dasar serta kurangnya minat belajar matematika. (3) sebuah cara agar pembelajaran matematika dilakukan secara efektif kepada peserta didik pendidik melakukan sebuah pendekatan langsung kepada peserta didik dan melakukan pembelajaran kelompok agar pembelajaran lebih efektif.
Memperkenalkan Tata Bahasa sederhana Simple Present and Present Continuous kepada Siswa Sekolah Dasar Maharani, Livia Fitry; Putri, Neng Tyas Ananda; Khoerunida, Tsalisa
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 12 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i12.16048

Abstract

Simple Present Tense dan Present Continuous ini adalah materi pembelajaran bahasa Inggris dengan tingkat sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Namun, siswa tingkat sekolah dasar seringkali menghadapi kesulitan dalam memahami dan menggunakan Simple Present. Permasalahan ini terjadi akibat kurangnya pemahaman konsep dasar mengenai penggunaan untuk kebiasaan. Memperkenalkan bahasa Inggris Simple Present dan Present Countinuous kepada siswa sekolah dasar dengan tujuan membantu mereka memahami dan menggunakan bentuk kalimat umum dalam komunikasi sehari-hari. Melalui metode yang menyenangkan dan interaktif, siswa mempelajari struktur dasar Present Simple Tense dan Present Continuous, termasuk penggunaan kata kerja dan subjek. Aktivitas seperti permainan, lagu, dan latihan berbicara dirancang untuk meningkatkan kemampuan anak menyusun kalimat sederhana dan memahami konteks penggunaannya. Tujuannya adalah untuk  menguasai Present Simple Tense dan Present Continuous, menghasilkan siswa yang akan lebih percaya diri dengan kemampuannya berbicara bahasa Inggris dan mengembangkan kemampuan komunikasinya. Hasil dari analisis ini menunjukan bahwa metode ini dapat meningkatkan kepahaman siswa terhadap Simple Present dan Present Continuous.
Persepsi Guru tentang kepemimpinan Kepala Sekolah di SD Negeri dan SD Swasta di wilayah Bogor Aulia, Prisilla Aulia; Kurniasih, Santy; Putri, Neng Tyas Ananda; Aliyyah, Rusi Rusmiati
Jurnal Sosial Humaniora Vol. 17 No. 1 (2026): Jurnal Sosial Humaniora
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jsh.v17i1.22324

Abstract

Principal leadership is a critical factor influencing organizational quality, work climate, and teacher performance. However, there remains a gap in understanding how leadership practices differ between state and private schools operating within distinct institutional contexts. This comparative qualitative study aims to describe and compare the core leadership practices of both school types, based on survey data collected from 26 teachers across six primary schools in the Bogor area. Thematic analysis using ATLAS.ti was conducted to explore the patterns of leadership behavior. The results demonstrated that the institutional context significantly determines leadership stability. State school principals display high consistency in providing formal support, consensus-based communication, and maintaining stable work structures. Conversely, private school principals face limitations on autonomy due to foundation intervention, resulting in behavioral inconsistency, uneven professional support, and the risk of destructive leadership caused by poor emotional management. This research concludes that the failure of emotional control and structural limitations are key factors damaging the work climate in private schools. This finding emphasizes the need for context-sensitive leadership development, either through strengthening bureaucratic systems in state schools or increasing autonomy and role stability in private schools.