p-Index From 2021 - 2026
1.048
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Karimah Tauhid
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Penerapan Simulasi Interaktif untuk Mengatasi Kesulitan Siswa kelas 4-6 dalam Memahami Konsep IPA Kurniasih, Santy; Sya, Mega Febriani
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 8 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i8.18842

Abstract

Pemahaman konsep dalam pembelajaran ilmu pengetahuan alam (IPA) sering kali menjadi tantangan bagi siswa sekolah dasar, terutama pada materi siklus air, gaya fisika (gaya gesek, gaya magnet, gaya gravitasi), serta rantai makanan dan jaring-jaring makanan. Sifat abstrak dari konsep-konsep ini sering kali membuat siswa kesulitan menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari. Selain itu, minimnya penggunaan media pembelajaran visual dan kurangnya pengalaman langsung dalam mengamati fenomena tersebut semakin memperumit pemahaman siswa. Salah satu kendala utama dalam pembelajaran IPA adalah kurangnya pendekatan yang efektif untuk menjembatani teori dengan praktik. Beberapa metode yang telah dikembangkan dalam berbagai penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media visual, simulasi interaktif, dan eksperimen sederhana dapat membantu meningkatkan pemahaman siswa. Namun, masih terdapat tantangan-tantangan dalam implementasi dalam metode ini, seperti keterbatasan akses terhadap teknologi dan waktu yang dibutuhkan untuk pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang lebih interaktif. Hasil analisis menunjukkan bahwa pendekatan berbasis media visual dan pengalaman langsung lebih efektif dibandingkan metode konvensional seperti ceramah atau membaca buku teks. Oleh karena itu, pemilihan strategi pembelajaran yang tepat sangat penting untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran IPA di tingkat sekolah dasar.
Pembelajaran Struktur Percakapan Sederhana dengan Present Simple dan Present Continuous Ibtisamah, Iffah Jihan; Kurniasih, Santy; Fitriani, Siti Nur; Agustiani, Regina; Fatma, Siti
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 11 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i11.15850

Abstract

Pembelajaran mengenai struktur percakapan sederhana dalam bahasa Inggris adalah aspek penting dalam pengajaran bahasa asing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan kedua bentuk tenses tersebut dalam konteks pembelajaran struktur percakapan sederhana, khususnya untuk pemula. Penekanan utama dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi seberapa efektif penggunaan Present Simple dan Present Continuous dalam memahami struktur percakapan dasar, yang merupakan elemen kunci dalam penguasaan bahasa Inggris dasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif terhadap percakapan sederhana yang mencakup Present Simple dan Present Continuous.
Future Intention vs. Arrangement: Tantangan Pemahaman dan Penggunaan dalam Bahasa Inggris bagi Mahasiswa Kurniasih, Santy; Tefa, Ribka; Kamila, Hanifah Cahya
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 11 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i11.16017

Abstract

Future intention dan arrangement adalah dua konsep penting dalam menyampaikan rencana masa depan bahasa Inggris. Future intention merujuk pada niat atau keinginan untuk melakukan sesuatu di masa mendatang, yang sering kali disampaikan melalui bentuk kata kerja modal seperti -will. Disisi lain, arrangement menunjukkan rencana yang telah dipersiapkan dengan lebih matang dan spesifik, menggunakan pola seperti –be going to atau present continunous untuk menunjukkan kepastian rencana. Namun, mahasiswa sering kali terkecoh dalam membedakan keduanya, terutama dalam memahami perbedaan tingkat kepastian yang disampailan oleh masing-masing bentuk ini. Kebingungan umum ini muncul karena pola-pola ini dapat terlihat mirip tetapi memiliki implikasi yang berbeda dalam menyampaikan maksud atau perencanaan. Pendekatan analisis dalam studi ini menggunakan metode komparatif, membandingkan struktur dan konteks penggunaan kedua konsep tersebut. Hasil analisis menunjuukkan bahwa future intention lebih bersifat spontan atau umum, sementara arrangement mengandung perencanaan yang lebih terstruktur dan pasti. Tujuan Pemahaman perbedaan ini penting bagi mahasiswa untuk meningkatkan kejelasan dan akurasi dalam berkomunikasi mengenai rencana masa depan.
Present simple vs present continuous :Peran Media Pembelajaran Interaktif terhadap Pemahaman Siswa Tentang Present Simple And Present Continuous Tefa, Ribka; Kurniasih, Santy; Kamila, Hanifah Cahya
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 12 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i12.16037

Abstract

Present Simple dan Present Continuous sangat penting dalam pembelajaran bahasa Inggris, terutama dalam konteks penggunaannya untuk menyampaikan makna waktu secara akurat. Present Simple biasanya digunakan untuk menyatakan fakta umum, kebiasaan, dan kejadian rutin, sedangkan Present Continuous digunakan untuk menggambarkan tindakan yang sedang berlangsung atau bersifat sementara. Meskipun keduanya merupakan bagian dasar dari tata bahasa Inggris, perbedaan halus antara kedua bentuk ini sering kali membingungkan pelajar, yang dapat mengakibatkan kesalahan dalam menyampaikan maksud atau makna Penelitian ini bertujuan untuk memberikan panduan dalam memahami perbedaan antara Present Simple dan Present Continuous, melalui analisis teori, contoh-contoh aplikasi, serta dampaknya terhadap kejelasan komunikasi.Pendekatan analisis dalam studi ini menggunakan metode literatur, membandingkan struktur dan konteks penggunaan kedua konsep tersebut.Dengan memahami dan menguasai kedua tense ini, diharapkan para pelajar dapat meningkatkan keterampilan berbahasa mereka secara efektif dan membangun fondasi yang kuat untuk mempelajari struktur bahasa Inggris yang lebih kompleks. Pemahaman ini penting bagi siswa untuk meningkatkan kejelasan dan akurasi dalam berkomunikasi mengenai masa depan.
Countable and uncountable : Penerapan Media Pembelajaran Interaktif untuk Meningkatkan Pemahaman Bahasa Inggris Kamila, Hanifah Cahya; Kurniasih, Santy; Tefa, Ribka
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 12 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i12.16047

Abstract

Penelitian ini mengulas berbagai literatur mengenai menerapkan media pembelajaran interaktif dalam  meningkatkan wawasan dan pemahaman siswa terhadap konsep countable dan uncountable nouns dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Namun demikian, metode pengajaran tradisional masih banyak digunakan, studi-studi terbaru menunjukkan bahwa media pembelajaran interaktif telah memiliki potensi lebih meningkat dan membantu siswa memahami perbedaan antara countable dan uncountable nouns. Kajian literatur ini bertujuan untuk meneliti sejauh mana media pembelajaran interaktif efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep ini, serta untuk menemukan elemen-elemen interaktif yang paling berpengaruh. Metode penelitian dilakukan dengan mengumpulkan dan menganalisis hasil-hasil Setelah meneliti topik ini hasil kajian telah menunjukan bahwa penggunaan media interaktif, seperti aplikasi digital, permainan edukatif, dan simulasi interaktif, dapat meningkatkan pemahaman siswa secara signifikan dibandingkan dengan pendekatan konvensional. Temuan ini mengindikasikan bahwa integrasi media pembelajaran interaktif dalam pengajaran tata Bahasa Inggris dapat menjadi strategi yang efektif, khususnya dalam mempelajari countable dan uncountable nouns.
Siklus Air Tak Lagi Abstrak: Menemukan Ilmu Lewat Game, Proyek, dan Pengalaman Nyata Kurniasih, Santy; Mawardini, Annisa
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 10 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i10.21160

Abstract

Ilmu Pengeyahuan Alam (IPA) merupakan salah satu mata pelajaran penting di tingkat Sekolah Dasar karena bertujuan membekali siswa dengan pemahaman awal mengenai berbagai fenomena alam yang terjadi di sekitar kita salah satu materi yang diajarkan adalah topik siklus air, yang melibatkan proses-proses penting seperti evaporasi (penguapan), kondensasi (pengembunan), presipitasi (hujan), dan infiltrasi (peresapan ke tanah). Meskipun topik ini sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari, sifatnya yang abstrak membuat banyak siswa mengalami kesulitan dalam memahami urutan dan keterkaitan antar tahapan siklus tersebut, terutama ketika disampaikan tanpa bantuan media visual atau pengalaman langsung yang bermakna. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa pembelajaran IPA yang hanya mengandalkan metode ceramah dan membaca buku teks sering kali kurang mampu menarik minat siswa dan gagal membangun pemahaman konseptual yang kuat. Oleh karena itu, dibutuhkan pendekatan pembelajaran yang lebih aktif, kontekstual, dan menyenangkan salah satu strategi yang dapat diterapkan adalah dengan menggabungkan model Project-Based Learning (PJBL) dan Discovery Learning, yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar melalui pengalaman, eksplorasi, dan proyek nyata yang berhubungan dengan lingkungan mereka. Dalam praktiknya, pendekatan ini dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan pembelajaran yang inovatif, seperti permainan edukatif bertema siklus air (Super Droplet Cycle Game) evaluasi interaktif menggunakan platform seperti Kahoot dan Concker, serta penggunaan materi visual yang dirancang secara kreatif melalui aplikasi canva. Dengan melibatkan siswa secara aktif dalam proses pengamatan, diskusi kelompok, dan penyelesaian proyek sederhana, pendekatan ini terbukti mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep siklus air secara lebih mendalam dan bermakna. Selain itu, siswa juga menunjukkan peningkatan dalam asppek motivasi belajar, rasa ingin tahu ilmiah, dan kesadaran terhadap pentingnya menjaga siklus air sebagai  bagian dari keseimbangan lingkungan. Oleh karena itu, strategi pembelajaran yang memadukan visualisasi, interaktivitas, dan pengalaman langsung sangat direkomendasikan untuk diterapkan dalam pembelajaran IPA di Sekolah Dasar guna mengoptimalkan pencapaian kompetensi siswa secara holistik.