Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Antara Pemberi Rawatan Dengan Tugas KesehatanKeluarga Pada Pasien Skizofrenia Dengan Halusinasi Pendengaran Rizky Mauliza; Fauzan Saputra; Amalia Risca; Putri Drissianti; Nurul Atikah
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 3 No. 1 (2025): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v3i1.434

Abstract

Skizofrenia dengan halusinasi memiliki kesulitan dalam menjalankan pekerjaan bahkan dalam merawat diri sendiri. Keluarga sebagai pemberi rawatan melakukan peran yang penting dalam memberikan perawatan dan dukungan untuk anggota keluarga yang menderita skizofrenia. Jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan desain cross sectional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemberi rawatan dengan tugas kesehatan keluarga pada pasien skizofrenia dengan halusinasi pendengaran di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Langsa Barat. Jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan desain cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh keluarga yang memiliki anggota keluarga yang mengalami skizofrenia dengan halusinasi pendengaran di Wilayah kerja UPTD Puskesmas Langsa Barat sebanyak 97 orang. Teknik ipengambilan sampel dilakukan secara total sampling sehingga sampel dalam penelitian ini adalah seluruh keluarga yang memiliki anggota keluarga yang mengalami skizofrenia dengan halusinasi pendengaran di Wilayah kerja UPTD Puskesmas Langsa Barat sebanyak 97 orang. Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar memberikan perawatan pada pasien skizofrenia dengan halusinasi pendengaran sebagai suami/istri sebanyak 59 responden (60,8%) dan sebagian kecil dirawat oleh ayah/ibu sebanyak 4 responden (4,1%). Responden sebagian besar menerapkan tugas kesehatan keluarga dengan baik sebanyak 50 responden (51,5%). Tidak ada hubungan pemberi rawatan dengan tugas kesehatan keluarga pada pasien skizofrenia dengan halusinasi pendengaran dengan p-value 0,395 (p>0,05). Diharapkan agar pemberi rawatan dapat memberikan rawatan sesuai standar sehingga tugas kesehatan keluarga dapat terpenuhi.
Edukasi Pencegahan Bullying sebagai Upaya Promosi Kesehatan Jiwa di MAN 1 Aceh Besar Nurul Amna; Ellyza Fazlylawati; Khaira Rizki; Sri Jumiati; Amalia Risca; Abqariah Abqariah; Ayu Maitasya; Eva Yusniar; Muhammad Aril; Sri Rahayu; Jumaivira Jumaivira
ASPIRASI : Publikasi Hasil Pengabdian dan Kegiatan Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Juli : ASPIRASI : Publikasi Hasil Pengabdian dan Kegiatan Masyarakat
Publisher : Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/aspirasi.v4i4.2827

Abstract

Bullying remains a serious problem in schools today, as evidenced by the number of victims and perpetrators, which continues to rise over time. This can have negative consequences—particularly psychological effects—on victims, and it creates a learning environment that is unsafe, uncomfortable, and not conducive to student learning. This phenomenon indicates that the incidence of bullying among students in Indonesia remains a serious problem. The objective of this activity was to increase students’ knowledge about bullying at MAN 1 Aceh Besar. The results of the activity show that, prior to the educational session, the majority of students did not have an accurate understanding of bullying; however, after the session, their knowledge improved, with 91% now having an accurate understanding of bullying. It can be concluded that there was an increase in knowledge following the educational session. It is hoped that this educational program can be implemented on an ongoing basis to reinforce knowledge and promote anti-bullying behavior within the school environment.