Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Keterampilan Membaca, Menulis dan Berhitung Melalui Program Literasi Numerasi dengan Memanfaatkan Limbah Sampah Di Desa Tebing Tanjung Selamat Fatmawati; Wulandari, Auliya; Miranda, Ayu; Amelia Putri, Anggi; Davi Fatdilah, Muhammad; Martan, Algy; Sri Handayani, Fitri; Agustine, Mentari; Marsanda, Sarla; Yusrizal, Yusrizal
Educivilia: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Educivilia: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/ejpm.v6i1.16368

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan membaca, menulis, dan berhitung (calistung) melalui program literasi numerasi memanfaatkan limbah sampah di Desa Tebing Tanjung Selamat. Metode pelatihan menggunakan pendekatan berbasis proyek dengan memanfaatkan limbah sebagai alat peraga. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan literasi dan numerasi siswa sebesar 35%, berdasarkan hasil pretest dan post-test. Selain itu, program ini juga berhasil meningkatkan kesadaran ekologis siswa terhadap pengelolaan limbah. Penggunaan limbah sebagai media pembelajaran terbukti efektif dalam merangsang kreativitas, meningkatkan keterampilan berpikir kritis, dan memberikan kontribusi terhadap pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Evaluasi lanjutan menunjukkan bahwa sekolah dan masyarakat secara aktif mengintegrasikan konsep ini dalam kegiatan belajar-mengajar sehari-hari. Penelitian ini berimplikasi pada pengembangan metode pembelajaran kontekstual dapat direplikasi di daerah lain dengan kondisi serupa
Recognition of Child Placement Periods in LPKS as Part of Detention: Regulatory Disharmony and the Need for Legal Reconstruction Amelia Putri, Anggi; Tedjabuana, Rosa
Jurisprudensi: Jurnal Ilmu Syariah, Perundang-Undangan dan Ekonomi Islam Vol. 18 No. 1 (2026): Jurisprudensi: Jurnal Ilmu Syariah, Perundang-Undangan dan Ekonomi Islam
Publisher : Fakultas Syariah IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/jurisprudensi.v18i1.12555

Abstract

Ideally, every form of deprivation of liberty for children in conflict with the law, whether through detention in LPAS or placement in LPKS, should receive equal recognition within the framework of criminal procedure law. This principle aligns with the doctrine of the best interest of the child, which requires fair and consistent treatment standards across Indonesia. However, practice shows a lack of uniformity. Some law enforcement officers recognize placement in LPKS as part of detention, while others do not, due to the absence of explicit provisions in Law No. 11 of 2012 on the Juvenile Criminal Justice System (SPPA). This situation creates legal uncertainty and double harm for children, both juridically and psychologically. This study aims to analyze the urgency of recognizing the period of placement in LPKS as part of detention by highlighting the disharmony between regulations and practice, while also offering regulatory reconstruction to ensure legal certainty. The methodology employed is library research with a qualitative approach, using a normative legal study with a descriptive-analytical method. The findings reveal a legal vacuum concerning the status of placement in LPKS, which has led to disharmony in various regions. Regulatory reconstruction is therefore necessary so that the placement period is recognized as part of detention, thereby ensuring the protection of children’s rights, guaranteeing legal certainty, and fulfilling the primary objectives of the SPPA, namely rehabilitation and child protection.