Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Optimalisasi Pendampingan Penulisan Karya Ilmiah Berbasis Platform SMILE untuk Pegawai Bapas Kelas I Cirebon Julaeha, Eha; Novianti, Herny; Widianti, Nurhannah; Hidayat, Ade; Luthfi, Ilham Athallah; Ayun, Qurrota
Dimasejati: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70095/dimasejati.v6i2.18309

Abstract

The PkM aims to improve the skills of JFT Bapas Class I Cirebon employees in writing scientific papers and motivate them to publish. The PkM activity applies the concept of self learning (SL). This is a strategic effort to build a mentoring atmosphere that is creative and innovative. There are four phases that need to be done by service providers: investigation, preparation, action, and reflection. Referring to this explanation, the scientific writing consultation service at Bapas Class I Cirebon was transformed into a technology-based one. The PkM mentoring at Bapas Class I Cirebon was held at the Bapas Class I Cirebon hall on November 16-17, 2023 and continued online. Participants included 18 JFT employees. The PkM was opened by the Head of Bapas Class I Cirebon, Rony Kurnia, and went smoothly and conducively. The Head and Participants of Bapas Class I Cirebon positively welcomed this platform-based mentoring. This makes it easier for employees to access repeatedly. The mentoring utilizes the smile platform designed by the writing team with a project-based method and based on the needs of JFT employees. Through this method, the mentoring is carried out on an ongoing basis and emphasizes a deep understanding of the assisted subject. The platform contains motivation and structured explanations consisting of several sessions, followed by appreciation in the form of certificates.
Eksistensi Pembacaan Cerita Legenda “Babad Cirebon” di Keraton Kanoman Sebagai Kekuatan Literasi Budaya Nurhannah Widianti; Sacandra Aji Rivaldi
Deiksis : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4 No 1 (2017): Deiksis Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/deiksis.v4i1.402

Abstract

Setiap daerah di Indonesia memiliki cerita rakyatnya masing-masing. Sehubungan dengan itu, di Jawa Barat terdapat sebuah cerita yang hingga saat ini tetap dilestarikan, yakni cerita legenda “Babad Cirebon”. Cerita tersebutdilisankan menggunakan bahasa Cirebon Babasanoleh Pangeran Kumisi setiap tanggal 1 Muharram. Dalam hal ini, pihak Keraton Kanoman merupakan pilar utama yang konsisten menjaga tradisi lisan itu. Dalam perjalanannya, cerita legenda babad Cirebon telah mengalami transformasi, yaitu dari bentuk tulis ke lisan. Hal itu dilakukan agar masyarakat Cirebon dan masyarakat pada umumnya mengetahui kearifan lokal daerahnya serta asal-usul berdirinya Kota Cirebon sehingga mereka dapat menghargai jasa para leluhurnya. Selain itu, mereka diharapkan dapat memaknai kisah-kisah kebajikan yang ada di dalamnya sebagai suri teladan. Kata babadsendiri memiliki makna menebas, merambah hutan, semak, dan belukar. Sementara itu, pada hakikatnya babad Cirebon mengisahkan awal mula pendirian Cirebon yang dilakukan oleh Pangeran Walangsungsang dibantu dengan orang-orang yang terlibat di dalamnya. Seiring derasnya arus modern, masyarakat setempat perlu menjaga dan melestarikantradisi lisan “Pembacaan Babad Cirebon”. Hal tersebut sangat urgen karena cerita babad Cirebon memiliki fungsi strategis, salah satunya menjadi sebuah kekuatan literasi budaya. Kata Kunci: Pembacaan Babad Cirebon, Tradisi Lisan, dan Literasi Budaya
Tradisi Pembacaan Babad Cirebon: Tinjauan Fungsi William R. Bascom Nurhannah Widianti; Agus Nuryatin; Bambang Widiatmoko
Deiksis : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4 No 2 (2017): Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/deiksis.v4i2.640

Abstract

Sastra nusantara merupakanbagian dari kekhazanahan budaya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Salah satu wujud dari sastra tersebut, yaitu cerita legenda babad Cirebon yang berasal dari Jawa Barat. Cerita babad Cirebon setiap tahunnya dibacakan di Keraton Kanoman pada 1 Muharam dan telah berlangsung lebih dari 1 dekade. Dari hasil analisis menggunakan teori fungsi menurut Bascom. Tradisi pembacaan babad Cirebon yang telah diwariskan secara turun-temurun itu memuat 5 fungsi, yakni berfungsi sebagai sistem proyeksi, pranata religius, sarana pendidikan, sarana pemersatu atau sosial, dan pengesahan kebudayaan. Kata Kunci: Babad, Tradisi Lisan, dan Fungsi  
Kekerasan terhadap Tokoh Perempuan dalam Novel “Lebih Putih Dariku” Karya Dido Michielsen Sabila, Rapika; Nuryanto, Tato; Widianti, Nurhannah
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 7, No 2 (2025)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v7i2.17187

Abstract

Studi ini bertujuan menguraikan dan menggali pengalaman kekerasan yang dialami oleh karakter perempuan dalam novel Lebih Putih Dariku karya Dido Michielsen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan bantuan teori feminisme postkolonialisme teori Spivak dan konsep kekerasan Johan Galtung. Data diperoleh melalui studi pustaka dengan metode membaca dan mencatat secara intensif, serta pengecekan data secara berlapis untuk memvalidasi hasil. Hasil penelitian mengidentifikasi 32 karakter perempuan dalam novel ini mengalami berbagai bentuk kekerasan, termasuk kekerasan langsung, struktural, dan kultural. Kekerasan langsung meliputi aspek fisik, verbal, dan seksual; kekerasan struktural mencakup dimensi sosial, ekonomi, dan politik; dan kekerasan kultural merujuk pada aspek agama, seni, bahasa, dan ideologi. Kekerasan langsung menjadi bentuk yang paling sering dialami, dipicu oleh struktur sosial feodal dan kolonial di Hindia Belanda abad 19. Penelitian ini memberikan wawasan lebih mendalam tentang representasi kekerasan terhadap perempuan dalam sastra, serta berkontribusi terhadap pemahaman teori feminisme dan pentingnya penghapusan kekerasan terhadap perempuan dalam konteks sejarah dan sastra.
Representasi Perjuangan Perempuan dalam Novel Wedding Agreement Karya Mia Chuz Nurhannah Widianti; Sacandra Aji Rivaldi; Shopa Labibah; Nia Solihin
MUWAZAH : jurnal kajian gender Vol 12 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/muwazah.v12i1.8581

Abstract

This article analyzes the novel Wedding Agreement which tells the struggle of a woman named Tari in defending her household. Although he did not obtain birth, mental, and cheating rights, he still carried out his responsibilities as a wife. The purpose of the analysis is to describe the religious values implemented by Tari in dealing with domestic conflicts. This study also illustrates the forms of his struggle in rejecting contract marriages. The methodology used is a descriptive qualitative approach to criticism of feminism. The results of the analysis show that the Islamic values that appear in the person of Dance, which is always closer to God, patient, independent, obedient to the husband, and polite. Meanwhile, the form of struggle carried out by Tari as a wife, among others (1) did not rashly make decisions by asking advice from the closest people; (2) always looking for ways to maintain the household; (3) trying to use the time to be a good wife by meeting the various needs of her husband.