Studi ini bertujuan menguraikan dan menggali pengalaman kekerasan yang dialami oleh karakter perempuan dalam novel Lebih Putih Dariku karya Dido Michielsen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan bantuan teori feminisme postkolonialisme teori Spivak dan konsep kekerasan Johan Galtung. Data diperoleh melalui studi pustaka dengan metode membaca dan mencatat secara intensif, serta pengecekan data secara berlapis untuk memvalidasi hasil. Hasil penelitian mengidentifikasi 32 karakter perempuan dalam novel ini mengalami berbagai bentuk kekerasan, termasuk kekerasan langsung, struktural, dan kultural. Kekerasan langsung meliputi aspek fisik, verbal, dan seksual; kekerasan struktural mencakup dimensi sosial, ekonomi, dan politik; dan kekerasan kultural merujuk pada aspek agama, seni, bahasa, dan ideologi. Kekerasan langsung menjadi bentuk yang paling sering dialami, dipicu oleh struktur sosial feodal dan kolonial di Hindia Belanda abad 19. Penelitian ini memberikan wawasan lebih mendalam tentang representasi kekerasan terhadap perempuan dalam sastra, serta berkontribusi terhadap pemahaman teori feminisme dan pentingnya penghapusan kekerasan terhadap perempuan dalam konteks sejarah dan sastra.
Copyrights © 2025