Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Gerakan Literasi Hukum (GLH) dalam Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak untuk Mewujudkan Masyarakat Sadar Hukum Try Gustaf Said; Rismawati; Andi Kasmawati; Muh. Amar
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1: November 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v5i1.12759

Abstract

Program Gerakan Literasi Hukum (GLH) dalam Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak untuk Mewujudkan Masyarakat Sadar Hukum dilaksanakan di Kelurahan Untia, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh rendahnya tingkat kesadaran hukum masyarakat serta masih tingginya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang disebabkan oleh kurangnya pengetahuan tentang hak, kewajiban, dan perlindungan hukum. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan pemahaman hukum masyarakat melalui pendekatan pemberdayaan komunitas yang menempatkan warga sebagai subjek utama perubahan sosial. Metode pelaksanaan meliputi empat tahapan, yaitu: (1) sosialisasi, (2) pelatihan, (3) pendampingan dan evaluasi, serta (4) keberlanjutan program. Pelaksanaan dilakukan dengan metode partisipatif melalui penyuluhan, simulasi kasus, diskusi interaktif, dan pendampingan langsung di lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan terhadap pemahaman kesadaran hukum masyarakat mengenai pencegahan kekerasan. Peserta mampu mengidentifikasi berbagai bentuk kekerasan yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga serta memahami mekanisme pelaporan dan perlindungan korban. Selain itu, peserta menunjukkan perubahan sikap yang nyata, dengan mulai terlibat aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman, saling menghormati, dan bebas dari kekerasan di tingkat keluarga. Dengan demikian, kegiatan GLH efektif dalam membangun budaya hukum yang berkeadilan, memperkuat nilai kemanusiaan, dan mewujudkan masyarakat yang sadar hukum serta menolak segala bentuk kekerasan.
Generasi Muda Anti Money Politics: Pahlawan Anti-Korupsi dan Demokrasi yang Bersih Besse Desinta; Fitra Ayu Lestari; Halimah Muhammad; Sejahtri Datu; M. Alim; Andi Kasmawati; Muh. Amar
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 2: Februari 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i2.7933

Abstract

Politik uang (money politics) merupakan tindakan menyuap pemilih dengan memberikan uang atau jasa agar suara mereka diberikan kepada pihak tertentu. Praktik ini menjadi salah satu pelanggaran yang sering terjadi dalam pemilu dan dianggap merusak nilai-nilai demokrasi. Sebagai pesta besar dalam sistem demokrasi, pemilu seharusnya memberikan kebebasan bagi masyarakat untuk menentukan pilihannya. Namun, dalam prosesnya, banyak kandidat yang didukung oleh partai politik justru terlibat dalam praktik pemberian hadiah atau uang kepada masyarakat, yang dikenal sebagai politik uang. Oleh karena itu, TIM DELIBERATIF mengangkat isu ini sebagai topik utama karena sifatnya yang relevan dan berdampak besar bagi masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai bahaya politik uang, faktor-faktor penyebabnya, bentuk-bentuk yang sering terjadi, serta strategi menolaknya. Selain itu, kajian ini juga akan mengulas hubungan antara politik uang dan korupsi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, yang bertujuan untuk menjelaskan dan menggambarkan fenomena politik uang secara rinci kepada masyarakat. Mahasiswa memiliki peran strategis dalam upaya melawan politik uang. Sebagai kaum intelektual yang memahami dinamika politik, mereka memiliki tanggung jawab untuk membangun kesadaran masyarakat melalui edukasi politik. Mahasiswa dapat menanamkan pentingnya integritas dalam demokrasi, mendorong transparansi dan akuntabilitas dalam pemilu, serta memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai dampak negatif politik uang. Dengan melibatkan mahasiswa dalam kampanye anti-politik uang serta mendorong kebijakan yang menekan korupsi dan pengaruh uang dalam politik, diharapkan tercipta sistem politik yang lebih adil dan demokratis.
Community Empowerment of Catfish Farming Groups through Processed Product Diversification to Increase Product Value in Balangnipa Village Makmur; Muh. Amar; Sofyang; Mochamad.Nurdin; Nurfadillah; Sitti Fatimah
Masterpiece Journal Society Service Insight Vol. 1 No. 2 (2025): August 2025
Publisher : www.amertainstitute.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65246/mjssi.v12.485

Abstract

Catfish farming represents a strategic community-based economic activity due to its relatively low production cost, high nutritional value, and adaptability to limited land through tarpaulin pond systems. However, many small-scale catfish farming groups remain constrained by limited technical knowledge, weak market access, and the absence of value-added product diversification. This community empowerment program aimed to enhance the capacity of the Bululasiai Catfish Farming Group in Balangnipa Village, Sinjai Regency, through integrated interventions focusing on cultivation improvement, processed product diversification, packaging, marketing, and business legality. The methodology employed participatory approaches, including field surveys, focus group discussions, training sessions, and continuous mentoring to identify key challenges and local potential. The program outcomes demonstrate a significant improvement in participants’ knowledge and skills related to sustainable catfish cultivation, processed product development such as catfish sticks and nuggets, and attractive packaging techniques. Furthermore, the initiative facilitated greater awareness of market-oriented production and compliance with business legality requirements, including Business Identification Numbers (NIB) and halal certification processes. The diversification of processed catfish products contributed to increased product value and expanded income opportunities for group members and their households. Overall, the program generated positive economic and social impacts, strengthened local entrepreneurial capacity, and provided a replicable model for empowering small-scale aquaculture communities through value-added processing and integrated market-oriented strategies.