. Literasi dasar termasuk membaca merupakan kompetensi penting untuk membangun kompetensi yang lain. Diketahui bahwa literasi membaca siswa Indonesia masih rendah, baik dari hasil Programme for International Student Assessment (PISA) maupun Asesmen Kompetensi Minimum (AKM). Oleh sebab itu, Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi siswa dalam membaca dan berpikir kritis. PKM ini dilaksanakan menggunakan metode campuran/kombinasi dengan teknik ceramah-diskusi dan peragaan-praktek. PKM ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Idi Rayeuk Aceh Timur. Pesertanya adalah siswa SMA kelas XII (tingkat akhir) berjumlah 52 orang yang terdiri atas 22 laki-laki dan 30 perempuan. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini dilaksanakan dalam lima sesi: (1) kuesioner pra-pembekalan; (2) seminar motivasi membaca dan berpikir kritis; (3) workshop penggunaan aplikasi AI sederhana untuk membaca; (4) diskusi; dan (5) kuesioner pasca-pembekalan. Hasil PKM ini menunjukkan perubahan sikap yang positif dari peserta pelatihan terhadap literasi membaca dan berpikir kritis. Hal ini ditunjukkan dari perbedaan hasil kuesioner sikap siswa antara jawaban pra-pembekalan dan pasca pembekalan. Siswa bersikap netral terhadap kebiasaan membaca, terutama membaca bahan bacaan berbahasa Inggris sebelum pembekalan. Setelah pembekalan, siswa mengalami perbaikan persepsi menjadi lebih yakin bahwa kebiasaan membaca dan bacaan berbahasa Inggris harus mereka sukai di masa depan. Selain itu, siswa juga terlihat sangat antusias dalam berlatih menggunakan aplikasi AI sederhana untuk membaca berita online berbahasa Inggris. Implikasi dari kegiatan ini adalah guru dapat memotivasi siswa untuk lebih banyak membaca, baik bahasa Indonesia maupun Inggris. Basic literacy including reading is an important competency to build other competencies. However, the reading literacy of Indonesian students is still low, both reports of Programme for International Student Assessment (PISA) and Minimum Competency Assessment (AKM). Therefore, this community service program aimed at increasing students' motivation in reading. The program used a mixed method with techniques of lecturing-discussion and demonstration-practice. It was conducted at SMA Negeri 1 Idi Rayeuk, East Aceh. The participants were high school students of class XII totaling 52 people consisting of 22 male and 30 female. This activity was carried out in five sessions: (1) pre-training questionnaire; (2) seminar on reading and critical thinking; (3) workshop on using simple AI applications for reading; (4) discussion; and (5) post-training questionnaire. The result showed a positive change in the attitude of the trainees towards reading literacy and critical thinking. It was shown by the difference in the results of the students’ views between the pre-training and post-training. Students stated that they were neutral towards reading habits, especially reading in English before the briefing. After the briefing, students experienced an improvement in their perception and became more confident that they should like reading and also reading in English in the future. In addition, students were enthusiastic in training on simple AI applications for reading. The implication indicates that teachers should motivate students to read more, both in Indonesian and English.