Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Inovasi Pemanfaatan Limbah Arang Kulit Kayu Galam Sebagai Bahan Tambah Pada Campuran Beton Vebrian, Vebrian; Asnan, Muhammad Noor; Yatnikasari, Santi; Santoso, Hadi; Joewono, Andrew; Dumendehe, Tri Dianingsi
Widya Teknik Vol. 24 No. 1 (2025): May
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v24i1.6086

Abstract

Kayu galam merupakan tanaman yang tumbuh subur pada daerah rawa di Pulau Kaimantan. Kayu galam banyak dimanfaatkan di dunia konstruksi salah satunya sebagai perancah bangunan. Namun pemanfaatan tersebut terdapat limbah yang dihasilkan berupa kulit kayunya. Kulit kayu galam pada umumnya hanya digunakan sebagai bahan bakar atau dibuang begitu saja di tumpukan kayu dan di alam terbuka. Jika hal ini tidak segera diatasi, maka lingkungan akan dicemari oleh limbah kulit kayu galam yang semakin hari semakin melimpah. Untuk mengatasi pencemaran tersebut, penulis melakukan penelitian tentang pemanfaatan limbah arang kulit kayu galam sebagai bahan tambah campuran beton. Limbah arang kayu galam diperoleh dari hasil bakaran yang terdapat pada salah satu lokasi penjuaan kayu galam di kota Samarinda. Sampel benda uji yang dibuat menggunakan silinder dengan dimensi 15 x 30 cm dan penambahan arang kulit kayu galam sebesar 2,5% dari berat semen. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan berat beton rata-rata pada umur 3 hari sebesar 12,100 kg dan dan 7 hari sebesar 12,103 kg dengan kuat tekan rata-rata umur 3 hari sebesar 12,25 MPa dan umur 7 sebesar 13,80 MPa. Dari hasil penelitian ini bahwa penambahan limbah arang kulit kayu galam sebesar 2,5% sebagai bahan tambah dapat meningkatkan mutu beton dan dapat digunakan sebagai bahan tambah maupun bahan addictive alternatif yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomis.
Evaluasi Kuat Tekan Beton Menggunakan SNI 03-2847-2019 pada Pekerjaan Perkerasan Bahu Jalan Fitriani, Desyana Nur; Asnan, Muhammad Noor; Pratiwi , Dheka Shara; Vebrian, Vebrian
Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Teknik Sipil institut Teknologi Padang
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21063/jts.2024.V1102.0151-158

Abstract

Bahu jalan memiliki fungsi sebagai tempat berhenti sementara kendaraan dalam kondisi darurat. Bahu jalan memiliki konstruksi lapis penutup permukaan (aspal atau beton) dan tanpa lapisan penutup. Standar lebar bahu jalan minimal 1 m. Lokasi studi pada jalan akses tol Palaran Kota Samarinda di mana lapisan bahu jalan terdiri dari tanah dasar, lapis fondasi berupa aggregat kelas B dan lapisan beton setebal 25 cm serta lebar 2 m. Pada Spesifikasi Bina Marga Tahun 2018 Revisi 2, mutu beton dapat memenuhi syarat pertama total pengujian kuat tekan minimum 30 benda uji, di mana tidak boleh lebih dari 5% hasil kuat tekan yang kurang dari fc’ dan kedua benda uji yang kurang dari jumlah minimum, maka nilai rata-rata dari 4 hasil benda uji tidak kurang dari 1,15 fc’. Masing-masing hasil uji tidak boleh kurang dari 0,85 fc’. Pada penelitian ini dilakukan evaluasi terhadap kualitas lapisan beton berdasarkan SNI 2847-2019. Tahapan penelitian dengan cara pengumpulan data pengecoran. Hasil pengujian kuat tekan beton kemudian dievaluasi mutunya. Mutu beton rencana sebesar fc’ 20 MPa. Kriteria pertama penerimaan kuat tekan benda uji harus lebih dari fc’ dan kedua harus lebih dari (fc’-3,5) MPa. Hasil yang diperoleh semua benda uji memenuhi kedua persyaratan maka kualitas betonnya dapat diterima dan pembayaran tanpa pengurangan harga satuan. Dengan demikian umur rencana jalan diharapkan dapat tercapai.
Tinjauan Kuat Tekan Dan Unsur Pembentuk Kekuatan Pasangan Batu Bata Ikatan Flemish Asnan, Muhammad Noor; Styawan, Taufik Adi; Vebrian, Vebrian
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 13 No. 1 (2023): Volume 13 No 1, Maret 2023
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v13i1.812

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan menyelidiki kuat tekan pasangan bata merah ikatan flemish, pengaruh plesteran pada dinding, dan unsur pembentuk kekuatan dinding, serta diperoleh berat volume dinding sebagai data beban mati dalam perencanaan struktur. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen. Benda uji dinding dibuat tersusun 4 lapis bata ke atas dan 2 bata ke samping dengan dimensi 40 cm x 8 cm x 30 cm. Variasi benda uji dibuat dinding tanpa plesteran, plesteran 1 sisi dan plesteran 2 sisi. Proses penelitian diawali dengan mempersiapkan alat dan bahan, menentukan mortar yang digunakan untuk spesi/siar dan plesteran, dan membuat benda uji dinding tersebut. Pengujian dinding mengacu pada SNI 03-4164-1996. Hasil kuat tekan pasangan dinding tanpa plesteran, plesteran 1 sisi dan plesteran 2 sisi berturut- turut sebesar 3,248 MPa, 5,016 MPa, dan 9,034 MPa. Unsur kekuatan terlemah pada dinding terletak antara ikatan permukaan bata dengan mortar/spesi. Pengaruh plesteran meningkatkan kuat tekan sampai 80,10% dibandingkan dinding tanpa plesteran. Berat volume dinding tanpa plesteran sebesar 2067,969 kg/m³ yang melebihi standar 1700 kg/m3. Sehingga beban mati dalam perencanaan struktur untuk dinding bata ikatan flemish perlu menyesuaikan dengan nilai yang sebenarnya.Kata kunci: Dinding bata, plesteran, kuat tekan, berat volume   Abstract This study aims to investigate the compressive strength of the Flemish bonded red masonry, the effect of plastering on the walls, and the elements forming the strength of the walls, and to obtain the volume weight of the walls as dead load data in structural design. The research was conducted using an experimental method. The wall test object is made of 4 layers of bricks to the top and 2 bricks to the side with dimensions of 40 cm x 8 cm x 30 cm. Variations of the test specimens were made of walls without plastering, 1-sided plastering and 2-sided plastering. The research process begins with preparing tools and materials, determining the mortar used and plastering, and making the wall test object. Wall testing refers to SNI 03-4164-1996. The results of the compressive strength of wall pairs without plastering, 1-sided plastering and 2-sided plastering were 3,248 MPa, 5,016 MPa, and 9,034 MPa, respectively. The weakest strength element in the wall lies between the bonding of the brick surface with the mortar. The effect of plastering increases compressive strength up to 80,10% compared to walls without plastering. The volume weight of the wall without plaster is 2067.969 kg/m³ which exceeds the standard of 1700 kg/m3. So that the dead load in the structural design for the Flemish bonded brick wall needs to be adjusted to the actual value. Keywords: Brick wall, plastering, compressive strength, volume weight