Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Dukungan Keluarga Meningkatkan Kepatuhan Minum Obat Pasien Tuberkulosis Nababan, Octavian; Marbun, Meyana; Sumule, Arsiaty; Nurdian, Rubi; Lily, Cut; Apriana, Lina
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i2.10649

Abstract

Tuberkulosis masih menjadi masalah kesehatan global yang serius, terutama di Indonesia. Kepatuhan minum obat merupakan faktor krusial dalam keberhasilan pengobatan TB, dan dukungan keluarga dapat memainkan peran penting dalam hal ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kepatuhan minum obat pada pasien tuberkulosis di Rumah Sakit TK IV 01.07.01 Pematangsiantar Tahun 2024. Menggunakan desain kuantitatif deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional, penelitian ini melibatkan 70 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan kuesioner kepatuhan minum obat menggunakan Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8) yang dimodifikasi. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden adalah laki-laki (60,0%) dan berusia >70 tahun (41,4%). Sebanyak 90,0% responden memiliki dukungan keluarga yang baik dan tingkat kepatuhan minum obat yang tinggi. Analisis statistik mengungkapkan adanya hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dan kepatuhan minum obat (p
Perbandingan Defined Daily Dose Antibiotik : Studi Retrospektif Resep Rawat Inap Pasien Dewasa Di Rumah Sakit Nababan, Octavian; Marbun, Meyana; Thowilla, Lailan; Lestari, Vika Ayu; Saputri, Agnes; Sari, Awanda Fusvita
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i2.10684

Abstract

Antimicrobial Resistance (AMR) adalah penyebab utama terjadinya ancaman kesehatan global. Penggunaan antibiotik yang baik dan rasional dapat mengurangi beban penyakit khususnya penyakit infeksi. Karena itu, penelitian ini ditujukan untuk mengetahui penggunaan antibiotik di RS Efarina Etaham Pematangsiantar berdasarkan jenis dan kuantitas penggunaan yang dihitung dalam satuan DDD/100 patient days. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik kuantitatif non eksperimental dengan metode cross sectional dan desain retrospektif menggunakan data peresepan antibiotik pasien rawat inap dewasa periode Januari – Juni 2023. Ceftriaxone merupakan antibiotik yang paling sering digunakan untuk terapi pasien rawat inap dewasa di RS Efarina Etaham Pematangsiantar, dan pesialisasi Penyakit Dalam merupakan spesialisasi yang terbanyak meresepkan Ceftriaxone. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu pertimbangan untuk meningkatkan rasionalitas penggunaan antibiotik pada pasien rawat inap di rumah sakit demi mengurangi laju resistensi antimikroba.
Polifarmasi Aman Untuk Kasus Hipertensi ? Studi Retrospektifi Di Unit Rawat Jalan Sumule, Arsiaty; Nababan, Octavian; Marbun, Meyana; Fricilia, Dini; Fairu, Nur Love Suci; Saputri, Retno Esti; Tambunan, Morina Tiara
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i2.10686

Abstract

Polifarmasi atau penggunaan banyak obat dalam satu resep, sering terjadi pada pasien dengan penyakit kronis seperti hipertensi, dan berpotensi meningkatkan risiko interaksi obat yang signifikan. Penelitian ini berupa penelitian retrospektif dengan menggunakan data resep polifarmasi dan non-polifarmasi obat antihipertensi pada pasien rawat jalan di RSUD Perdagangan selama periode Januari hingga Juni 2024. Sampel yang digunakan sebanyak 200 resep antihipertensi pasien rawat jalan yang terbagi atas 100 resep polifarmasi dan 100 resep non-polifarmasi, yang ditentukan melalui teknik purposive sampling dan dipilih berdasarkan kriteria inklusi. Interaksi obat di cek melalui Micromedex, Drugs.com Interaction Checker, dan Medscape. Selanjutnya, analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan bantuan perangkat lunak SPSS untuk melihat hubungan antara variabel dengan p-value < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi interaksi obat antihipertensi pada resep polifarmasi lebih tinggi (89%) dibandingkan dengan resep non-polifarmasi (50%). Namun, dari hasil analisis statistik tidak ada hubungan yang signifikan antara polifarmasi dan non-polifarmasi dengan potensi interaksi obat antihipertensi serta tingkat keparahannya berdasarkan signifikansi klinis (p-value > 0,05). Kesimpulannya, polifarmasi tidak selalu memiliki dampak pada peningkatan potensi interaksi obat dan tingkat keparahan interaksinya.