Aulia, Nurhanna Putri
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Karakteristik Keluarga, Ketahanan Pangan, Pengeluaran Pangan, dan Keanekaragaman Pangan Keluarga dengan dan tanpa WaSt (Wasting-Stunting) pada Anak di Kota Semarang: Family Characteristics, Food Security, Expenditure, and Dietary Diversity among Families with and without Concurrently Wasted and Stunted Children in Semarang Purwanti, Rachma; Ginting, Ignasia Agatha Br; Aulia, Nurhanna Putri; Nuryanto, Nuryanto; Dieny, Fillah Fithra
Amerta Nutrition Vol. 8 No. 3SP (2024): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Special 4th Amerta Nutrition Conferenc
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v8i3SP.2024.228-239

Abstract

Background: Family characteristics, food security, expenditure, and diversity are indirectly associated with children's nutritional status. Objectives: This study aimed to examine the differences between food security, expenditure, and diversity among children under five with and without concurrent wasting and stunting (WaSt) in Semarang City. Methods: This study utilized an observational analytic approach with cross-sectional design. Subject selection using a consecutive sampling method obtained 72 subjects consisting of 18 subjects in each group of normal, stunted, wasted, and concurrently wasted and stunted (WaSt). Structured questionnaires collected data on the characteristics of fathers, mothers, and families. Interviews were conducted using the Household Food Insecurity Access Scale (HFIAS), which was obtained to measure food security among families. In contrast, the Individual Dietary Diversity Score (IDDS) was used to obtain food diversity. Differences were analyzed using one-way ANOVA and the Kruskal-Wallis test. A confidence level of 95% was utilized, and the results were significant, with a p-value<0.05 Results: There were significant differences in age, maternal nutrition knowledge, family income, food security, food expenditure, and food diversity between children under five with and without WaSt (p-value=0.010; 0.002; 0.026; 0.001; <0.001; 0.021). Conclusion: The WaSt group has a different age composition, maternal nutritional knowledge, family income, food security, food expenditure, and food diversity from other groups.
KECUKUPAN ASUPAN ZAT GIZI DAN KEJADIAN PENYAKIT INFEKSI PADA BALITA WAST (WASTING– STUNTING) DI KOTA SEMARANG Purwanti, Rachma; Ginting, Ignasia Agatha Br; Aulia, Nurhanna Putri; Wijayanti, Hartanti Sandi; Rahadiyanti, Ayu; Kurniawati, Dewi Marfu'ah
Majalah Kesehatan Vol. 0 No. 00 (2025): Article in Press
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asupan zat gizi dan penyakit infeksi merupakan faktor yang berhubungan secara langsung dengan stunting dan wasting pada balita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kecukupan asupan zat gizi makro dan kejadian penyakit infeksi pada balita dengan dan tanpa WaSt (Wasting-Stunting) di Kota Semarang. Studi analitik observasional dengan menggunakan desain cross-sectional. Subjek dipilih dengan metode consecutive sampling sebanyak 72 subjek yang terbagi dalam 4 kelompok yaitu normal, stunting, wasting, dan WaSt (Wasting-Stunting). Analisis perbedaan dilakukan dengan uji Kruskal-Wallis (data tidak berdistribusi normal) dengan uji lanjutan Mann-Whitney, tingkat kepercayaan 95% dan hasil signifikan dengan nilai p < 0,05. Terdapat perbedaan kecukupan asupan zat gizi meliputi energi, protein, lemak, dan karbohidrat (p < 0,001) dan kejadian penyakit infeksi (p = 0,007) antara kelompok balita dengan dan tanpa WaSt (Wasting-Stunting). Kecukupan asupan energi kelompok WaSt (Wasting-Stunting) berbeda dengan kelompok stunting dan normal. Kecukupan asupan protein kelompok WaSt (Wasting-Stunting) berbeda dengan kelompok wasting. Kejadian penyakit infeksi pada kelompok WaSt lebih tinggi dibandingkan kelompok wasting, stunting dan normal (secara berturut-turut sebesar 38,9%; 16,7%; 5,6%; dan 0%). Penelitian ini menyimpulkan bahwa kelompok WaSt mempunyai riwayat kejadian penyakit infeksi dan kecukupan asupan zat gizi makro (energi, karbohidrat, protein, lemak, dan karbohidrat) yang berbeda dengan kelompok lainnya.