Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Pertahanan Non Konvensional Indonesia dalam Menangkal Ancaman Siber Asimetris: Studi Kasus Serangan terhadap Infrastruktur Kritis Mustikasari, Wiwik; Dohamid, Ahmad G; Cempaka, Fauzia G
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4, No 1 (2025): January 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v4i1.5285

Abstract

Meningkatnya ancaman siber menjadi tantangan serius di Indonesia terkait perlindungan infrastruktur kritis. Sejak 2020, serangan siber yang terorganisir telah menargetkan sektor-sektor vital seperti lembaga pemerintah dan perbankan, mengakibatkan kerugian finansial dan gangguan layanan publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pertahanan non-konvensional yang diterapkan oleh pemerintah dalam menangkal ancaman ini. Dengan menggunakan teori keamanan siber dan manajemen risiko, penelitian menemukan meskipun kemajuan dalam kebijakan keamanan siber cukup signifikan, tantangan besar tetap ada dalam hal koordinasi antar lembaga dan kesadaran masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang menyeluruh untuk memperkuat pertahanan siber dan melindungi infrastruktur kritis di Indonesia dari serangan yang semakin kompleks. Selain itu, kerjasama antara pemerintah dan sektor swasta sangat penting untuk meningkatkan daya tangkal terhadap ancaman siber, serta membangun sistem keamanan yang lebih tangguh dan responsif.
Combating Radicalism Through Digital Literacy: Building Resilience At Al-Riyadh Cipanas Mustikasari, Wiwik; Priyanto; M. Afifuddin
International Journal of Education, Vocational and Social Science Vol. 5 No. 01 (2026): International Journal of Education, Vocational and Social Science( IJVESS)
Publisher : Cita konsultindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/ijevss.v5i01.2801

Abstract

Abstract In the era of asymmetric warfare, radicalization no longer develops through face-to-face interaction, but rather through digital propaganda that targets Generation Z by utilizing social media. Islamic boarding schools (pesantren), as traditional Islamic educational institutions, face a fundamental challenge: how to maintain a bastion of moderation when threats come from the digital space, which is difficult to control. This study aimed to analyze how Al Riyadh Cipanas Islamic Boarding School built student resilience through digital literacy as a counter-radicalization strategy. The study used a qualitative approach with an instrumental case study design, involving boarding school caregivers, teachers, and students. Data were collected through in-depth interviews and field observations. Thematic analysis identified three main dimensions: the integration of digital literacy based on Wasatiyah (Islamic moderation) values; the role of teachers as digital gatekeepers and mentors who built trust and guided students through dialogue; and halaqah (discussion circles) as a space for deconstructing digital narratives and developing critical thinking. These three dimensions formed a layered defense and prepared students as agents of digital moderation.