Ummu Sa`adah, S.Th.I, M.Si.
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERNIKAHAN SIRI DALAM PERSPEKTIF MASLAHAH MURSALAH Syafira Aulia Nurrahmah; Ummu Sa`adah, S.Th.I, M.Si.
Al-Muttaqin : Jurnal Studi, Sosial, dan Ekonomi Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Sabilul Muttaqin Mmojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63230/almuttaqin.v6i1.253

Abstract

Penelitian ini mengkaji fenomena pernikahan siri dari perspektif maslahah mursalah dalam hukum Islam. Pernikahan siri, yang tidak dicatat secara resmi, menjadi marak di Indonesia, terutama di kalangan yang belum memenuhi syarat usia menikah, terlibat dalam kehamilan tidak diinginkan, atau terpengaruh oleh tradisi lokal yang mendukung praktik ini. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kepustakaan untuk menganalisis pandangan ulama dan hukum positif terkait masalah ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pernikahan siri berisiko besar bagi suami, istri, dan anak-anak, dengan dampak yang meliputi ketidakakuan hukum, kerugian sosial, psikologis, dan ekonomi. Perspektif maslahah mursalah dalam konteks ini menekankan pentingnya mencegah kerugian besar yang mungkin timbul dari praktik ini, sejalan dengan prinsip-prinsip umum syariah yang mengutamakan kemaslahatan umat. Dengan demikian dilihat dari prespektif maslahah mursalah dapat disimpulkan bahwa praktik nikah siri sebaiknya dihentikan karena potensi mafsadat/mudharat nya akan lebih besar dibandingkan dengan tidak dilaksanakannya pernikahan siri itu sendiri, sehingga yang lebih penting adalah menolak atau mencegah pelaksanaan pernikahan siri tersebut. Maka dari itu, penting bagi pemerintah untuk menegaskan penolakan terhadap praktik nikah siri.
KAFA’AH PERNIKAHAN SYARIFAH DENGAN LAKI-LAKI NON SAYYID DALAM PERSPEKTIF MADZHAB SYAFI’I Muhamad Jamaluddin; Ummu Sa`adah, S.Th.I, M.Si.
Al-Muttaqin : Jurnal Studi, Sosial, dan Ekonomi Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Sabilul Muttaqin Mmojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63230/almuttaqin.v6i1.255

Abstract

Perkawinan memiliki signifikansi besar dalam kehidupan manusia. Melalui jalur yang sah, hubungan diantara laki-laki begitu juga perempuan terjalin dengan penuh hormat. Pernikahan dapat memberikan ketenangan jiwa, mengendalikan emosi, dan melindungi pasangan dari segala yang dilarang oleh Allah. Penelitian ini mengkaji konsep kafa'ah dalam pernikahan antara wanita syarifah (keturunan Nabi Muhammad SAW) dengan laki-laki non sayyid dari sudut pandang Madzhab Syafi'i. Kafa'ah sebagai prinsip kesesuaian dalam Islam dianalisis dalam konteks hubungan antara status keturunan (syarifah dan non sayyid) serta implikasinya terhadap validitas pernikahan menurut pandangan hukum Islam. Penelitian ini menggali pandangan ulama Madzhab Syafi'i terkait kriteria kafa'ah, faktor-faktor yang mempengaruhi, dan bagaimana konsep ini diterapkan dalam konteks perkawinan antara syarifah dan non sayyid. Metode penelitian menggunakan pendekatan studi pustaka dan analisis terhadap literatur hukum Islam khususnya dalam Madzhab Syafi'i. Temuan dari penelitian ini diharapkan memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana Madzhab Syafi'i memandang kesesuaian pernikahan antara dua kelompok ini dalam kerangka hukum Islam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwasannya ketidak adanya kesetaraan atau kufu` bukanlah suatu syarat sahnya pernikahan sehingga bila ditinggalkan akan menjadikan batal atau tidak sah, Namun kufu`dalam mejaga nasab Nabi supaya tidak terputus maka seharusnya perlu diperhatikan dan menjadi tuntutan wajib bagi kalangan alawiyyin