Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Puisi Siapakah Engkau, Corona Karya Marhalim Zaini dengan Menggunakan Pendekatan Mimetik Mochammad Muchlis Romadon
Varied Knowledge Journal Vol. 1 No. 4 (2024): Mei : Varied Knowledge Journal
Publisher : CT. Rajawali media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

As the Covid-19 situation gradually becomes more manageable with the implementation of new adaptations and the availability of vaccines provided by the government, society has begun to adapt. Throughout the pandemic, although social activities have been restricted, it has not limited the creation of literary works, including poetry that emerged amidst the Covid-19 pandemic. One such poem titled "Who are you, Corona" has emerged, becoming a work that vividly portrays the atmosphere during the Covid-19 pandemic. Researchers utilized a qualitative approach and employed the mimetic method to analyze the poem. The results of the analysis provide a realistic depiction of the human condition amidst the Covid-19 pandemic. There are four main points highlighted in the analysis, one of which is "Silent Operations and Bullets of Anxiety," conveying the author's message by comparing the spread of the Covid-19 virus to a silent military operation that instills anxiety and fear worldwide.
The Digital Interaction of Generation Z: Communication Patterns with Idols Through TikTok Live Streaming Mochammad Muchlis Romadon; Afnan Karimah
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v4i4.979

Abstract

This research examines the digital interaction patterns of Generation Z with their idols through live streaming on TikTok. As a generation deeply connected to digital technology, Generation Z spends a significant amount of time on social media platforms, with TikTok being one of the most popular choices due to its interactive live streaming feature. This study aims to explore how real-time communication during live streaming influences the parasocial relationship between fans and idols. Using a descriptive qualitative approach, data was collected through online participatory observation, in-depth interviews, and documentation. A total of 12 participants aged 18 to 23 who actively followed live streaming sessions on TikTok were involved in this research. The study results revealed that 75% of participants felt emotionally closer to their idols during live streaming compared to pre-recorded content. The main interaction patterns observed included personal comments and questions, as well as the use of interactive features such as sending virtual gifts, which allowed fans to receive direct recognition from their idols. These interactions strengthened the emotional bond between fans and idols. The study also found that the idol's personality and responsiveness significantly influenced fan engagement. More interactive and responsive live sessions tended to sustain fan interest, while longer and less interactive sessions led to a decline in engagement. This research highlights how live streaming technology plays a crucial role in shaping digital communication patterns, particularly in strengthening parasocial relationships between Generation Z and their idols on TikTok. The study provides insights into the dynamics of real-time digital communication and its impact on fan-idol relationships, contributing to a broader understanding of the role of social media in contemporary fan culture.
Studi Kasus : Pemerolehan Bahasa Anak Usia 5 Tahun Autis Kategori Ringan Dan Adhd (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) Suparni Suparni; Mochammad Muchlis Romadon; Mardiah Mardiah; Dewi Rara Amiati
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i1.1291

Abstract

Pemerolehan bahasa pada anak dengan autisme kategori ringan yang disertai Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) merupakan tantangan yang kompleks, terutama dalam aspek komunikasi dan kosakata. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pola pemerolehan bahasa pada anak usia 5 tahun dengan kondisi tersebut melalui pendekatan studi kasus. Subjek penelitian, berinisial YK, menjalani terapi okupasi sejak usia 2,5 tahun dan terapi wicara sejak usia 3 tahun di sebuah rumah terapi praktik mandiri di Kota Palu. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan orang tua dan terapis, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MLU (Mean Length of Utterance) YK meningkat dari 1,5 pada usia 2,5 tahun menjadi 3,5 pada usia 5 tahun, mencerminkan perkembangan signifikan meskipun masih di bawah nilai ideal untuk anak seusianya. Hambatan yang dihadapi meliputi kesulitan fokus, pemrosesan informasi yang lambat, tantangan dalam pengucapan, serta kurangnya interaksi verbal yang intensif di rumah. Strategi terapi yang diterapkan meliputi penggunaan visual aid, latihan repetitif, pendekatan multisensori, dan penguatan positif. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa kombinasi terapi okupasi dan wicara memberikan dampak positif terhadap pemerolehan kosakata, meskipun efektivitasnya dipengaruhi oleh intensitas terapi dan dukungan lingkungan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengembangan strategi terapi yang lebih efektif untuk anak dengan autisme dan ADHD, serta memperkaya literatur tentang pemerolehan bahasa dalam konteks kondisi ganda ini.
Analisis Wacana Kritis pada Lirik Lagu “Muara” Karya Adera (Teori Teun A. Van Dijk) Mochammad Muchlis Romadon
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1787

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkap makna dan ideologi dalam lirik lagu “Muara” karya Adera melalui pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK) model Teun A. van Dijk. Lagu ini dipilih karena memuat pesan romantisme populer yang sarat nilai simbolik dan spiritual dalam budaya Indonesia. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik dokumentasi sebagai sumber data utama, serta peneliti sebagai instrumen kunci. Data dianalisis melalui tiga jenjang struktur teks, yakni struktur makro (tema), superstruktur (alur organisasi teks), dan struktur mikro (unsur kebahasaan), disertai konteks sosial yang melatarbelakanginya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tema utama lirik “Muara” adalah pencarian cinta sejati sebagai tempat berlabuh emosional dan spiritual, di mana tokoh “kau” direpresentasikan sebagai penyembuh dan pemberi harapan. Superstruktur lagu tersusun progresif dari kegelisahan menuju ketenangan batin, sedangkan mikrostruktur menampilkan metafora alam seperti “embun pagi”, “bintang jatuh”, dan “samudra” yang memperkuat citra kekasih sebagai simbol penyelamat. Dalam konteks sosial, lirik ini mencerminkan nilai romantisme populer yang idealistik sekaligus spiritual, dengan relasi kuasa implisit yang menempatkan “aku” sebagai pencari dan “kau” sebagai objek ideal penyelamat emosional, menegaskan pola patriarki budaya populer. Temuan ini memperlihatkan bahwa lirik lagu populer tidak sekadar mengekspresikan emosi personal, tetapi juga berfungsi mereproduksi nilai dan ideologi budaya secara lebih luas. Penelitian ini diharapkan memperkaya kajian wacana populer serta membuka ruang penelitian lintas genre di masa depan.