Penelitian ini bertujuan mengungkap makna dan ideologi dalam lirik lagu “Muara” karya Adera melalui pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK) model Teun A. van Dijk. Lagu ini dipilih karena memuat pesan romantisme populer yang sarat nilai simbolik dan spiritual dalam budaya Indonesia. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik dokumentasi sebagai sumber data utama, serta peneliti sebagai instrumen kunci. Data dianalisis melalui tiga jenjang struktur teks, yakni struktur makro (tema), superstruktur (alur organisasi teks), dan struktur mikro (unsur kebahasaan), disertai konteks sosial yang melatarbelakanginya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tema utama lirik “Muara” adalah pencarian cinta sejati sebagai tempat berlabuh emosional dan spiritual, di mana tokoh “kau” direpresentasikan sebagai penyembuh dan pemberi harapan. Superstruktur lagu tersusun progresif dari kegelisahan menuju ketenangan batin, sedangkan mikrostruktur menampilkan metafora alam seperti “embun pagi”, “bintang jatuh”, dan “samudra” yang memperkuat citra kekasih sebagai simbol penyelamat. Dalam konteks sosial, lirik ini mencerminkan nilai romantisme populer yang idealistik sekaligus spiritual, dengan relasi kuasa implisit yang menempatkan “aku” sebagai pencari dan “kau” sebagai objek ideal penyelamat emosional, menegaskan pola patriarki budaya populer. Temuan ini memperlihatkan bahwa lirik lagu populer tidak sekadar mengekspresikan emosi personal, tetapi juga berfungsi mereproduksi nilai dan ideologi budaya secara lebih luas. Penelitian ini diharapkan memperkaya kajian wacana populer serta membuka ruang penelitian lintas genre di masa depan.
Copyrights © 2025