Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

The Relationship Between Emotion Regulation And Teacher Work Motivation At Vocational High School San Putra; Aman Simaremare; Risma Dina
Coution : journal of counseling and education Vol 5 No 1 (2024): Coution
Publisher : Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/coution.v5i1.1455

Abstract

This research aims to determine the relationship between emotional regulation and teacher work motivation. This research was conducted at Putra Anda Binjai Vocational School. This research method uses non-test techniques, namely in the form of questionnaires. The sample for this research consisted of 80 teachers. The sampling technique was carried out by total sampling. The research results show that the r count is 0.803, with a p value = 0.000. Because p < 0.05 (0.000 < 0.05), Ha is accepted and Ho is rejected, so it can be interpreted that there is a positive and significant relationship between emotional regulation and teacher work motivation. The resulting determinant coefficient is r2 = 0.845, so it can be seen that emotional regulation has an influence of 84.5% on teacher work motivation and another 35.5% is influenced by other factors.
Peer Educators in Religious Moderation and Mental Resilience through Strengthening Religious: Moderation Writing Classes Budiman Budiman; San Putra; Prima Yanti Siregar; Putra Apriadi Siregar; Bagus Ramadi; Zahrani Nabila; Faiza Adinda; Putri Safira; Dhea Rizky Fitri Saragi; Ryanda Iqbaal Pradipta Widadi
Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health Vol 7, No 3 (2025): CONTAGION
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/contagion.v7i3.26462

Abstract

This community service program addressed the need to strengthen religious moderation and mental resilience among students (santri) in Indonesia's diverse socio-religious context. Implemented at Pesantren Ulumul Qur'an, the initiative designed and evaluated an empowerment model that integrated two core components: the training of peer educators and the facilitation of a religious moderation writing class. The primary objective was to enhance the santri's knowledge, attitudes, and practical skills related to religious moderation and emotional management through a participatory, peer-based learning approach. The methods involved a series of structured activities, including training workshops, mentoring sessions, and facilitated writing and peer-review discussions, engaging a total of 31 santri. Data collected through pre- and post-program questionnaires revealed significant positive outcomes. The results showed marked improvements in several key areas: santri participation in writing activities increased, the consistent use of credible references in their writing rose from 25.8% to 38.7%, the practice of outlining arguments before writing grew from 38.7% to 67.7%, and the application of polite and inclusive language became more prevalent. Furthermore, the santri exhibited a strong consensus in supporting democratic values, interfaith cooperation (96.8%), and the protection of minority rights (96.8%). In conclusion, this service program effectively demonstrates that a model combining peer education and critical literacy through writing is a powerful tool for fostering a generation of santri who are not only knowledgeable and resilient but also active promoters of moderation and harmony in society. Keywords: Religious Moderation, Peer Educator, Writing Class, Santri, Community Empowerment.
Peningkatan Kapasitas Masyarakat dalam Mengelola Media Sosial Untuk Mendukung Pariwisata Berkelanjutan di Desa Bukit Lawang Kecamatan Bahorok Abdul Halim Nst; Hendra Hendra; San Putra; Hadi Gunawan; Yudistira Abdi; Andriana Alnazhira Chandra
Center of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/cok.v5i2.2865

Abstract

Desa Bukit Lawang, Kecamatan Bahorok, merupakan destinasi ekowisata unggulan yang memiliki potensi alam, budaya, dan konservasi orangutan, namun promosi pariwisata belum optimal karena keterbatasan kapasitas digital masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengelola media sosial guna mendukung pariwisata berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan model Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan 50 peserta dari Pokdarwis, pelaku usaha wisata, pemuda, dan perangkat desa yang dipilih secara purposive. Kegiatan meliputi identifikasi masalah, pelatihan pengelolaan media sosial, pendampingan pembuatan konten, serta evaluasi melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan media sosial berperan strategis dalam memperluas promosi, meningkatkan interaksi dengan wisatawan, dan memperkuat branding desa. Tantangan utama adalah keterbatasan keterampilan teknis, kurangnya konsistensi unggahan, dan minimnya pemahaman etika digital. Strategi optimal berupa kombinasi pelatihan, pendampingan, dan kolaborasi komunitas yang terbukti meningkatkan keterampilan sekaligus partisipasi masyarakat. Novelty penelitian ini terletak pada integrasi konsep pariwisata berkelanjutan dengan strategi promosi digital berbasis komunitas, sehingga masyarakat berperan aktif sebagai subjek dalam pengelolaan identitas digital destinasi. Model ini dapat direplikasi di desa wisata lain sebagai praktik pemberdayaan digital untuk mendukung pariwisata berkelanjutan.
The Effect of the Explain, Do, Evaluate Model on Critical Thinking Skills in Islamic Education at Madrasah Aliyah Al-Ishlahiyah Binjai Kanaya Maisa Mulia; San Putra
International Journal of Islamic Education, Research and Multiculturalism (IJIERM) Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : The Islamic Education and Multiculturalism Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/ijierm.v8i1.682

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran Jelaskan, Lakukan, Evaluasi (JLE) terhadap keterampilan berpikir kritis peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di MA Al-Ishlahiyah Binjai. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experiment dan desain one group pretest–posttest. Populasi sekaligus sampel penelitian berjumlah 30 peserta didik yang ditentukan melalui teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa tes keterampilan berpikir kritis yang dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial melalui uji t berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata dari 62,40 pada pretest menjadi 78,90 pada posttest dengan selisih 16,50 poin. Hasil uji t menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05), yang menandakan adanya pengaruh signifikan model JLE terhadap keterampilan berpikir kritis peserta didik. Kebaruan (novelty) penelitian ini terletak pada penerapan model Jelaskan, Lakukan, Evaluasi secara sistematis dalam pembelajaran PAI untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis, yang masih jarang dikaji secara kuantitatif di lingkungan madrasah aliyah. Kata Kunci: Model Jelaskan Lakukan Evaluasi, Berpikir Kritis, Pembelajaran PAI, Madrasah Aliyah, Model Pembelajaran Abstract This study aims to analyze the effect of the Explain, Do, Evaluate (EDE) learning model on students’ critical thinking skills in Islamic Education at MA Al-Ishlahiyah Binjai. The research employed a quantitative approach using a quasi-experimental method with a one-group pretest–posttest design. The population and sample consisted of 30 students selected through total sampling. Data were collected using a critical thinking skills test and analyzed through descriptive and inferential statistics using a paired sample t-test. The results indicated an increase in the mean score from 62.40 in the pretest to 78.90 in the posttest, with a mean difference of 16.50 points. The t-test results showed a significance value of 0.000 (p < 0.05), indicating a significant effect of the EDE learning model on students’ critical thinking skills. The novelty of this study lies in the systematic application of the Explain, Do, Evaluate model in Islamic Education learning to enhance critical thinking skills, which has been rarely examined quantitatively in senior Islamic secondary schools. Keywords: Explain Do Evaluate Model, Critical Thinking Skills, Islamic Education Learning, Islamic Senior High School, Learning Model
Implementation of the Visual Auditory Kinesthetic Model in Islamic Education Learning Putri Ameylia; San Putra
International Journal of Islamic Education, Research and Multiculturalism (IJIERM) Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : The Islamic Education and Multiculturalism Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/ijierm.v8i1.683

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Model Visual Auditory Kinesthetic (VAK) dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan dampaknya terhadap pengalaman belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek guru PAI, siswa, dan kepala madrasah. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model VAK menciptakan pembelajaran PAI yang aktif, interaktif, dan bermakna dengan mengintegrasikan modalitas visual, auditory, dan kinestetik. Model ini meningkatkan keaktifan siswa, pemahaman materi, dan internalisasi nilai-nilai keislaman. Novelty penelitian ini terletak pada kajian kualitatif tentang implementasi VAK dalam PAI yang menekankan proses, pengalaman, dan makna pembelajaran serta integrasi gaya belajar dengan nilai-nilai Al-Qur’an, sebagai rujukan pengembangan pembelajaran PAI yang inovatif dan berpusat pada siswa. Kata Kunci: Model VAK, Pendidikan Agama Islam, Pembelajaran Kualitatif, Gaya Belajar Abstract This study aims to describe the implementation of the Visual Auditory Kinesthetic (VAK) model in Islamic Religious Education (IRE) and its impact on students’ learning experiences. This qualitative descriptive study involved IRE teachers, students, and the madrasa principal. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and analyzed using reduction, data display, and conclusion drawing with triangulation to ensure validity. The results show that VAK implementation creates active, interactive, and meaningful learning by integrating visual, auditory, and kinesthetic modalities. The model enhances student participation, comprehension, and internalization of Islamic values. The novelty lies in its qualitative exploration of VAK implementation in IRE, emphasizing learning processes, experiences, and meanings, as well as integrating learning styles with Qur’anic values, providing a reference for innovative and student-centered IRE learning development. Keywords: VAK Model, Islamic Religious Education, Qualitative Learning, Learning Styles