Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika

DESAIN MATEMATIKA BERMAKNA UNTUK PENGUATAN LITERASI NUMERASI SISWA SMP Anton Prayitno; Febi Dwi Widayanti; Nukhan Wicaksana Pribadi
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v10i2.14174

Abstract

Pembelajaran matematika bermakna apabila dipandang dari guru, terkait dengan “bagaimana guru mengarah, memicu dan membangkitkan siswa untuk belajar secara bermakna”. Dari sudut pandang siswa, terkait dengan “bagaimana siswa belajar mulai dari mengonstruksi konsep dan pengetahuan baru (apa yang dipelajari), menyelesaikan masalah, menganalisis, dan mengambil keputusan yang tepat untuk masalah tertentu. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan model pembelajaran matematika bermakna untuk penguatan literasi numerasi, karena itu penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian pengembangan. Subjek penelitian ini adalah SMP 5 Karangploso yang menjadi mitra dalam kegiatan riset MBKM. Berdasarkan hasil pengembangan dan tahap uji coba, maka LKS yang dikembangkan memenuhi kriteria keefektifan, memenuhi kriteria kevalidan, dan kepraktisan (keterlaksanaan). Disisi lain, bahwa nilai Fhitung gaya berpikir siswa sebesar 6.20 dengan nilai probabilitas atau signifikansi sebesar 0.010< 0.05. Hal ini berarti bahwa kemampuan literasi numerasi siswa yang diajar dengan menggunakan pembelajaran matematika bermakna lebih baik dari siswa yang menggunakan metode pembelajaran konvensional. Kata kunci: matematika bermakna, litreasi numerasi, mathematical thinking Abstract: Mathematics learning is meaningful from the teacher's point of view, related to "how the teacher leads, triggers and awakens students to learn meaningfully." From the student's point of view, it is related to "how students learn starting from constructing new concepts and knowledge (what is learned), solving problems, analyzing, and making the right decisions for certain problems. This study aimed to develop a meaningful mathematical learning model for strengthening numeracy literacy; therefore, this study used a development research approach. The subject of this research is SMP 5 Karangploso, a partner in MBKM research activities. Based on the development and trial phase results, the worksheet meets the criteria of effectiveness, validity, and practicality. On the other hand, the F value of students' thinking style is 6.20, with a probability or significance value of 0.010 < 0.05. So that the numeracy literacy skills of students who are taught using meaningful mathematics learning are better than students who use conventional learning methods. Keywords: meaningful mathematics, literacy-numeracy, mathematical thinking
TRANSISI BERHITUNG SISWA SD: BAGAIMANA REPRESENTASI CAMPURAN MENJADI TRANSISI DARI COUNTING ALL KE COUNTING ON Nanik Sulistiyah; Anton Prayitno
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 13, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v13i2.23829

Abstract

Perkembangan strategi berhitung siswa sekolah dasar berlangsung bertahap dari strategi konkret menuju strategi mental yang lebih efisien. Rendahnya capaian literasi numerasi siswa Indonesia dalam PISA 2022 menegaskan perlunya memahami bagaimana anak bertransisi dari counting all menuju counting on. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi berhitung siswa dalam operasi penjumlahan sederhana serta menjelaskan peran representasi campuran sebagai penopang transisi. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan instrumen tugas penjumlahan bilangan kecil, rekaman video aktivitas siswa, dan analisis task-based clinical interview. Subjek penelitian dilaksanakan pada siswa kelas III di MI Hasyim Asari Kota Malang. Strategi berhitung diklasifikasikan menjadi counting all, counting on, dan representasi campuran. Hasil menunjukkan tiga pola utama: (1) siswa awal menghitung semua bilangan dari awal (counting all), (2) siswa mulai menggunakan bilangan pertama sebagai titik awal perhitungan (counting on), dan (3) siswa mengombinasikan penyimpanan bilangan awal secara mental dengan bantuan jari (representasi campuran). Strategi campuran terbukti berfungsi sebagai scaffolding yang menjaga jejak perhitungan dan mendukung akurasi. Temuan ini menegaskan bahwa representasi campuran tidak hanya sebagai tahap transisi, tetapi juga sebagai alat penguatan dalam berpikir matematis. Guru direkomendasikan menyediakan beragam representasi konkret seperti jari, garis bilangan, atau benda nyata untuk mempercepat transisi menuju strategi numerik yang lebih efisien.   Kata kunci: strategi berhitung, counting all, counting on, representasi campuran, literasi numerasi Abstract: The development of elementary school students’ counting strategies progressed gradually from concrete strategies toward more efficient mental strategies. The low achievement of Indonesian students in numerical literacy in PISA 2022 underscored the need to understand how children transitioned from counting all to counting on. This study aimed to describe students’ counting strategies in simple addition operations and to explain the role of mixed representations as a support for the transition. The research employed a descriptive qualitative method with instruments including small-number addition tasks, video recordings of students’ activities, and analysis through task-based clinical interviews. The research subjects were third-grade students at MI Hasyim Asari, Malang City. The counting strategies were classified into counting all, counting on, and mixed representation. The results revealed three main patterns: (1) students initially counted all numbers from the beginning (counting all), (2) students began to use the first number as the starting point of calculation (counting on), and (3) students combined the mental storage of the first number with the aid of fingers (mixed representation). The mixed strategy proved to function as scaffolding that maintained calculation traces and supported accuracy. The findings confirmed that mixed representation was not only a transitional stage but also a strengthening tool in mathematical thinking. Teachers were recommended to provide various concrete representations such as fingers, number lines, or real objects to accelerate the transition toward more efficient numerical strategies. Keywords: counting strategies, counting all, counting on, mixed representation, numeracy
PROSES KONSTRUKSI SCAFFOLDING DALAM PEMODELAN MATEMATIKA Iis Sugiati; Anton Prayitno; Sri Rahayuningsih
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v12i1.18283

Abstract

Pemodelan matematika merupakan proses merepresentasikan dan menjelaskan permasalahan pada dunia nyata ke dalam pernyataan matematis. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan proses scaffolding yang dapat diberikan kepada peserta didik guna meningkatkan strategi pembelajaran yang efektif dan fleksibel. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pemilihan subjek menggunakan teknik Stratified Random Sampling. Subjek terdiri dari 3 peserta didik kelas X masing-masing satu peserta didik berkemampuan matematika tinggi, sedang, dan rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketika subjek mengalami kesulitan dalam memahami suatu masalah, bantuan yang diberikan berupa panduan melalui pertanyaan. Jika mereka mengalami kesulitan dalam menghubungkan dengan konsep sebelumnya, bantuan akan berupa arahan untuk membuat tabel dan mereview kembali materi yang sudah dipelajari (Explaining, Reviewing, And Restructuring). Sementara jika subjek menghadapi kesulitan dalam menyusun strategi, bantuan yang diberikan adalah untuk mengingat kembali rencana strategi yang telah disiapkan sebelumnya dan mengembangkan pemikiran konseptual peserta didik (Developing Conceptual Thinking).  Kata kunci: langkah pemodelan, matematika, scaffolding Abstract: Mathematical modeling is the process of representing and explaining real world problems into mathematical statements. This research aims to describe the scaffolding process that can be provided to students to improve effective and flexible learning strategies. This research is a qualitative descriptive study with subject selection using the Stratified Random Sampling technique. The subjects consisted of three 10th grade students, one student each with high, medium and low mathematics abilities. The research results show that when the subject experiences difficulty in understanding a problem, the assistance provided is in the form of guidance through questions. If they have difficulty connecting with previous concepts, assistance will be in the form of directions to make tables and review the material they have studied (Explaining, Reviewing, And Restructuring). Meanwhile, if the subject faces difficulties in developing a strategy, the assistance provided is to recall the strategy plan that has been prepared previously and develop the students' conceptual thinking (Developing Conceptual Thinking). Key words: modeling steps, mathematics, scaffolding