p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Agrotek Tropika
Rosma Hasibuan
Fakultas Pertanian Universitas Lampung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

INVENTARISASI DAN INTENSITAS SERANGAN HAMA TANAMAN JERUK (Citrus sinensis L.) DI KECAMATAN SEKAMPUNG UDIK KABUPATEN LAMPUNG TIMUR Yongky Lavia Foda; Lestari Wibowo; Puji Lestari; Rosma Hasibuan
Jurnal Agrotek Tropika Vol 9, No 3 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, SEPTEMBER 2021
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v9i3.5276

Abstract

Jeruk merupakan buah yang sangat digemari masyarakat Indonesia, dengan rasa yang segar, mengandung vitamin C dan memiliki daya jual, serta nilai ekonomis yang tinggi. Upaya peningkatan produksi tidak terlepas dari masalah organisme pengganggu tanaman (OPT) pada tanaman jeruk, maka perlu dilakukan penanganan yang serius pada masalah OPT. Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi hama penting tanaman jeruk dan menghitung intensitas serangannya pada tanaman jeruk di Kecamatan Sekampung Udik Lampung Timur. Penelitian dilaksanakan  pada bulan Maret  2019 hingga bulan Juli  2019. Hasil survei di Desa Gunung Pasir Jaya, Pugung Raharjo, dan Sidorejo ditemukan 9 jenis hama yang menyerang tanaman jeruk dan terdapat 1 kerusakan buah akibat iklim. Hama – hama yang didapat yaitu hama daun (kutu daun, kutu icerya kuning, penggorok daun dan ulat daun), hama buah (penggerek buah dan lalat buah), dan hama ranting (kutu dompolan, penggerek batang dan sikada). Ada satu faktor yang membuat buah rusak / pecah dikarenakan iklim. Rata – rata tingkat serangan hama yang terdapat pada ketiga desa penelitian yaitu kutu daun 3,67 koloni per cabang, kutu icerya kuning 3,83 ekor per cabang, penggorok daun 3,46 %, ulat daun 2,56 % , penggerek buah 4,44 %, kutu dompolan 4,15 koloni per cabang, penggerek batang 0,01 gejala per tanaman, sikada  0,50 ekor per cabang. Intensitas serangan hama paling tinggi di tiga desa yaitu hama penggerek buah dengan persentase serangan 4,44% buah terserang dan intensitas serangan hama penggerek buah tertinggi ada di desa Sidorejo dengan persentase 4,51 % buah terserang.
IDENTIFIKASI DAN UJI SENSITIVITAS FUNGISIDA PENYEBAB PENYAKIT HANGUS DAUN (LEAF SCORCH) PADA TANAMAN TEBU DI PT GUNUNG MADU PLANTATIONS Nora Apriska Verdiana; Titik Nur Aeny Titik Nur Aeny; Rosma Hasibuan; Heru Pranata; Tri Maryono
Jurnal Agrotek Tropika Vol. 13 No. 4 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, NOVEMBER 2025
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v13i4.12058

Abstract

Penyakit hangus daun (leaf scorch) tebu merupakan salah satu penyakit dengan potensi menimbulkan kehilangan hasil moderat. Penelitian bertujuan mengetahui identitas dan sensitivitas penyebab penyakit hangus daun pada tebu terhadap fungisida bahan aktif karbendazim, mankozeb, dan prokloraz mangan klorida kompleks. Penelitian dilaksanakan dari Juli 2023 sampai Februari 2024 di Laboratorium Disease PT Gunung Madu Plantations (PT GMP), Laboratorium Bioteknologi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Sampel tebu bergajala hangun daun diambil dari perkebunan tebu PT GMP. Identifikasi penyebab penyakit hangus daun dilakukan secara morfologi dan molekuler. Uji sensitivitas penyebab penyakit hangus daun terhadap fungisida dilakukan menggunakan metode makanan beracun. Fungisida dan konsentrasi yang digunakan yaitu; karbendazim (0,1 g/100 mL), mankozeb (0,24 g/100 mL), dan prokloraz mangan klorida kompleks (0,25 g/100 mL). Hasil identifikasi secara morfologi dan molekuler menunjukkan bahwa patogen hangus daun tebu di PT GMP adalah jamur Saccharicola bicolor. Hasil uji sensitivitas menunjukkan bahwa jamur S. bicolor bereaksi sangat sensitif terhadap fungisida dengan bahan aktif karbendazim, mankozeb, dan prokloraz mangan klorida kompleks.