Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN BEBAN KERJA DENGAN KINERJA TENAGA KEPERAWATAN Ridwan, Junaina; Hartono, Budi; Devis, Yesica; Susmaneli, Herlina; Herniwanti, Herniwanti
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 33 No. 3 (2023): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v33i3.1692

Abstract

Workload is an important concern for the nursing profession which will have an impact on the performance of nursing staff in providing nursing services. This study aims to determine the results of measuring workload and performance of nursing staff in the Outpatient Installation of Dumai City Regional Hospital. The research method was quantitative with a cross-sectional study design. The research was conducted at the Dumai City Hospital Outpatient Installation from June-July 2023. The population of this study was 33 people, the sample used was 33 respondents taken using the total sampling technique. Workload measurement is carried out using the work sampling method through observation. Performance is obtained using secondary data. The data analysis used was univariate analysis and bivariate analysis with Pearson correlation, chi-square and linear regression on work sampling variables only. The research results showed that the calculation of heavy workload in orthopedic and neurosurgery clinics was 93.75%. With direct productive activities in wound care (19.23%) and indirect productive activities in completing the SPPK (Proof of Health Services) (13.01%). Nursing staff with a heavy workload was 27.28%, and a light workload was 72.72%. Nursing staff with good performance was 75.8% and very good 24.2%. There is no relationship between workload and the performance of nursing staff (p-value= 1.000, OR=0.750). Research Ethics Pass Letter Number: 145/KEPK/UHTP/VI/2023 dated June 19 2023. Evaluation and restructuring of work systems include reducing unproductive workloads, adjusting working hours, or allocating resources more efficiently and training and competency development of nursing staff.
Penerapan Pursed Lip Breathing di Ruangan Jasmin Rsud Arifin Achmad Pekanbaru Fitriyanti, Desi; Purwanti, Eni; Ridwan, Junaina; Putri, Masri Rahayu; Rianti, Yosi; Bayhakki, Bayhakki
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.52631

Abstract

Pendahuluan: Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan masalah kesehatan global yang ditandai dengan hambatan aliran udara, air trapping, serta penurunan oksigenasi yang progresif. Intervensi nonfarmakologis seperti Pursed Lips Breathing (PLB) direkomendasikan untuk meningkatkan ventilasi dan saturasi oksigen. Tujuan: menganalisis dan memahami penerapan filosofi Teori Patricia Benner tentang From Novice to Expert dalam proses kredensial keperawatan. Metode penelitian: Desain penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan durasi implementasi enam hari berturut-turut, waktu 23-28 oktober 2025 dilaksanakan di RSUD Arifin Achmad Propinsi Riau Ruang Jasmin melibatkan tiga pasien PPOK yang memenuhi kriteria inklusi. Intervensi PLB diberikan selama 15–20 menit setiap sesi, dilakukan tiga kali sehari. Pengukuran SpO₂ dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan pulse oximeter terkalibrasi, kemudian data dicatat, dibandingkan, dan dianalisis secara deskriptif untuk melihat perubahan harian dan keseluruhan, Hasil/temuan: adanya peningkatan konsisten pada nilai SpO₂ setelah intervensi pada seluruh pasien, dengan peningkatan harian berkisar antara 1% hingga 3%. Rata-rata SpO₂ sebelum intervensi adalah 94,39%, meningkat menjadi 96,17% setelah PLB, dengan rata-rata peningkatan sebesar 1,78%. Tidak ditemukan efek samping, dan seluruh pasien dapat mengikuti teknik PLB dengan baik. Temuan ini menegaskan bahwa PLB efektif meningkatkan oksigenasi melalui perpanjangan fase ekshalasi, pengurangan air trapping, dan peningkatan efisiensi pertukaran gas. Simpulan: PLB merupakan terapi tambahan yang sederhana, aman, dan bermanfaat bagi pasien PPOK, serta dapat diintegrasikan ke dalam asuhan keperawatan rutin untuk meningkatkan fungsi pernapasan dan kenyamanan pasien