Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Genetic Parameters of Yield Character and Yield Components of Pigmented Rice Genotype Grown in Gogo Amilia Qurota A’yun; I Gusti Putu Muliarta Aryana; I Wayan Sudika; Ni Wayan Sri Suliartini; M. Taufik Fauzi
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 12 (2024): December
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i12.9270

Abstract

Increased public interest in red rice and black rice has triggered breeders to develop superior varieties that have high yields and are tolerant of the threat of drought. Genetic parameters are the basis needed for breeding to develop superior varieties. This research aims to examine the genetic parameters of pigmented rice genotypes grown upland. The experiment was carried out in June – September 2024 experimentally in the field using a gogo system, namely in Tampak Siring Village, Batukliang, Central Lombok, NTB. The design used was a Randomized Block Design (RAK) with 21 treatments, 10 red rice lines, 4 black rice lines, 4 parent lines, and 2 comparison varieties. Obtained 63 experimental units by repeating each treatment three times. The data collected was then analyzed using a one-way Analysis of Variance (ANOVA) test with a Randomized Block Design (RAK) model at a confidence level of 95% (α=5%), genetic diversity coefficient (KKG) formula, heritability and genotypic correlation. Referring to the analysis that has been carried out, the findings of the coefficient of genetic diversity and heritability of the number of full grains, weight of 100 grains, yield per plot of red rice and black rice lines are in the high category. The number of productive tillers, weight of 100 grains and weight of grain per hill had a significant positive correlation with the yield per plot, while the number of empty grain parameters had a significant negative correlation with the yield per plot.
Respons Pertumbuhan, Produktivitas, dan Kualitas Nutrisi Tomat (Solanum lycopersicum L.) terhadap Optimasi Dosis Pupuk Kalium pada Kondisi Defisit Air Terkontrol Riswanda Sukma Hanifa; M. Taufik Fauzi; A.A. Sudharmawan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/zxgth311

Abstract

Kelangkaan air akibat perubahan iklim global menjadi salah satu kendala utama dalam produksi tomat (Solanum lycopersicum L.), khususnya pada lahan kering tropis, karena tanaman ini memiliki nilai ekonomi tinggi namun sensitif terhadap keterbatasan air. Artikel ini bertujuan mengkaji respons fisiologis dan agronomis tomat terhadap interaksi defisit air dan pemupukan kalium, meliputi status hidrasi tanaman melalui kandungan air relatif, pertumbuhan vegetatif, komponen hasil buah, serta kualitas nutrisi berdasarkan nilai total padatan terlarut (°Brix). Kajian dilakukan menggunakan metode narrative review melalui penelusuran literatur pada basis data Scopus dan SINTA terhadap artikel ilmiah periode 2018-2025 dari berbagai penerbit internasional, yang menghasilkan 17 artikel terpilih untuk dianalisis dan disintesis dalam empat tabel komparasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa peningkatan tingkat cekaman air secara umum menurunkan kandungan air relatif daun, tinggi tanaman, jumlah buah, dan bobot buah, sedangkan nilai °Brix cenderung meningkat pada cekaman ringan hingga moderat akibat peningkatan konsentrasi senyawa terlarut dalam buah. Aplikasi kalium berperan dalam mengurangi dampak negatif kekeringan melalui pengaturan keseimbangan osmotik, peningkatan aktivitas antioksidan, pengendalian stomata, serta mendukung distribusi fotosintat menuju organ generatif. Kombinasi defisit air moderat (50-80% kapasitas lapang) dengan ketersediaan kalium optimal mampu mempertahankan performa tanaman pada berbagai parameter, sedangkan cekaman berat menyebabkan penurunan produktivitas meskipun kalium tersedia. Oleh karena itu, strategi pengelolaan air melalui defisit irigasi terkontrol yang dipadukan dengan pemupukan kalium secara tepat dosis dan waktu berpotensi meningkatkan ketahanan serta produktivitas tomat pada lahan kering tropis, dengan efektivitas yang tetap dipengaruhi oleh faktor genotipe, fase pertumbuhan, dan kondisi lingkungan.
Peran Asam Salisilat dan Asam Jasmonat dalam Meningkatkan Toleransi Kekeringan pada Padi Gogo(Oryza sativa L.): sebuah Systematic Literature Review Ananda Rahman Ajr; M. Taufik Fauzi; A. A. Sudharmawan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/4typt161

Abstract

Padi gogo merupakan alternatif budidaya padi pada lahan kering, namun produktivitasnya masih dibatasi oleh cekaman kekeringan. Prolin berperan sebagai osmoprotektan yang akumulasinya dapat dipicu oleh fitohormon eksogen, termasuk asam salisilat dan asam jasmonat, meskipun efektivitas keduanya pada padi gogo belum banyak dikaji. Penelitian ini bertujuan mensintesis bukti ilmiah mengenai pengaruh kedua fitohormon tersebut terhadap kandungan prolin pada tanaman padi di bawah cekaman kekeringan, menggunakan metode Systematic Literature Review mengacu pedoman PRISMA 2020. Dari 31 referensi yang teridentifikasi dalam rentang tahun 2020–2026, hanya 4 artikel eksperimental yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil sintesis menunjukkan bahwa kedua hormon secara konsisten meningkatkan akumulasi prolin serta memperbaiki sejumlah parameter fisiologis terkait toleransi kekeringan, dengan asam salisilat cenderung lebih efektif dibandingkan asam jasmonat berdasarkan data yang tersedia. Temuan terpenting penelitian ini adalah belum ditemukannya satu pun studi yang mengevaluasi efek kedua hormon tersebut secara spesifik pada padi gogo, sehingga merupakan celah penelitian yang kritis. Penelitian eksperimental lanjutan pada padi gogo sangat diperlukan untuk mendukung pengembangan varietas toleran kekeringan berbasis fitohormon.
Efektivitas beberapa Bioinsektisida (Nabati dan Hayati) terhadap Perkembangan Hama Kumbang Epilachna sp. pada Budidaya Melon (Cucumis melo L.) secara Berkelanjutan Padia Rahmayani; M. Sarjan; M. Taufik Fauzi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/qh7w5142

Abstract

Kerusakan daun akibat kumbang Epilachna sp. merupakan salah satu kendala pada budidaya melon, sementara penggunaan insektisida sintetis secara intensif berpotensi menimbulkan resistensi hama dan pencemaran lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh dan efektivitas beberapa bioinsektisida nabati dan hayati terhadap populasi serta intensitas serangan Epilachna sp. dan menentukan perlakuan yang paling efektif. Kebaruan penelitian ini terletak pada perbandingan langsung tiga bioinsektisida nabati dan dua agens hayati dalam satu percobaan pada tanaman melon di Sembalun. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan enam perlakuan dan empat ulangan, yaitu kontrol (P0), ekstrak daun paitan (P1), Beauveria bassiana (P2), ekstrak kulit batang tembakau (P3), Bacillus thuringiensis (P4), dan mimba (P5). Parameter yang diamati meliputi populasi hama dan intensitas serangan. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), uji Beda Nyata Jujur (BNJ) taraf 5%, dan regresi linear sederhana. Seluruh perlakuan bioinsektisida menghasilkan populasi dan intensitas serangan yang lebih rendah dan berbeda nyata dibandingkan kontrol. Perlakuan mimba (P5) menghasilkan nilai terendah pada kedua parameter dan menunjukkan efektivitas terbaik dalam menekan intensitas serangan. Analisis regresi menunjukkan hubungan positif antara populasi hama dan intensitas serangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mimba berpotensi digunakan sebagai alternatif pengendalian Epilachna sp. yang lebih ramah lingkungan pada budidaya melon.