Jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu komoditas pangan utama di Indonesia yang memerlukan pengelolaan budidaya optimal untuk meningkatkan produktivitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jarak tanam dan varietas serta interaksi keduanya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung, meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah baris per tongkol, jumlah tongkol per tanaman, dan berat tongkol. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei hingga Agustus 2024 di lahan pertanian agro Universitas Pembinaan Masyarakat Indonesia (UPMI) menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor, yaitu jarak tanam (J1 = 40×25 cm, J2 = 50×25 cm, J3 = 60×25 cm) dan varietas (V1 = BISI 18, V2 = BONANJA F1, V3 = GULAKU), menghasilkan sembilan kombinasi perlakuan. Hasil analisis menunjukkan bahwa baik jarak tanam maupun varietas memberikan pengaruh sangat nyata terhadap semua parameter pertumbuhan dan hasil. Jarak tanam 60×25 cm (J3) menghasilkan pertumbuhan dan hasil terbaik, sedangkan varietas BONANJA F1 (V2) menunjukkan performa superior dibandingkan varietas lainnya. Interaksi antara kedua faktor juga menunjukkan pengaruh sangat nyata, terutama pada kombinasi J3V2 yang memberikan hasil paling optimal. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan jarak tanam 60×25 cm dengan varietas BONANJA F1 sebagai strategi budidaya yang efektif untuk meningkatkan produktivitas jagung di lahan pertanian.