Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Konstruksi Verba Pasif pada Halaman Judul Surat Kabar Wurjantoro, Wawan
Journal of Comprehensive Science Vol. 4 No. 1 (2025): Journal of Comprehensive Science (JCS)
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v4i1.2962

Abstract

The research on passive verb construction in national newspaper headlines aims to identify passive construction markers and Indonesian sentence patterns found in newspaper headlines, by checking the presence or absence of complementary objects. This research is a research using a qualitative descriptive method. In this study, the researcher did not use a measuring tool in the form of numbers in testing or analyzing data. The findings suggest that the passive form is tested by converting it back into an active sentence structure. This process involves promoting the passive sentence complement object to the active sentence subject, while lowering the passive sentence subject to the active sentence object. Furthermore, passive formation occurs when active verbs are transitive. Not all verbs in the passive construction are transitive verbs.
Kalimat Tanya : Kajian Sintaktis Bentuk Kalimat Tanya Dalam Novel Bekisar Merah Wurjantoro, Wawan; Wrihatni, Novika Stri
Blantika: Multidisciplinary Journal Vol. 3 No. 8 (2025): Special Issue
Publisher : PT. Publikasiku Academic Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57096/blantika.v3i8.390

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi kalimat tanya dalam novel "Bekisar Merah" karya Ahmad Tohari, dengan berkonsentrasi pada proses penyusunan kalimat interogatif dari struktur deklaratifnya. Dalam bahasa Indonesia, kalimat interogatif biasanya berasal dari kalimat deklaratif dengan menghadap kata-kata interogatif, seperti apa (apa), siapa (siapa), di mana (dimana), dan kapan (kapan), dari struktur deklaratif. Penelitian ini mengidentifikasi kalimat interogatif yang memerlukan respons dan yang tidak, sering menggunakan kata kueri "apakah" (adalah/sedang atau lakukan/lakukan). Selain itu, penelitian ini mengidentifikasi kata-kata interogatif tambahan daripada "apakah" yang digunakan untuk pertanyaan yang tidak memerlukan tanggapan. Penelitian ini bertujuan untuk menawarkan wawasan mendalam tentang pola dan penggunaan frasa interogatif dalam bahasa Indonesia, khususnya dalam karya sastra.
Kombinasi Afiks Me- dan -Kan dalam Pembentukan Verba dan Adjektiva yang Berasal dari Kategori Adjektiva Wurjantoro, Wawan
Journal of Comprehensive Science Vol. 5 No. 2 (2026): Journal of Comprehensive Science
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v5i2.4042

Abstract

Pembentukan verba dan adjektiva dalam bahasa Indonesia melalui afiksasi merupakan salah satu fenomena morfologis yang menarik untuk dikaji, khususnya dalam kaitannya dengan adjektiva sikap batin. Proses penambahan afiks me- dan -kan pada adjektiva tersebut tidak selalu menghasilkan verba, namun dapat pula membentuk adjektiva turunan, sehingga diperlukan analisis yang lebih mendalam untuk memahami mekanisme dan maknanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis adjektiva sikap batin yang, setelah mendapat afiks me- dan -kan, membentuk verba transitif atau adjektiva turunan. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dengan mengumpulkan data dari korpus tertulis, kemudian dianalisis berdasarkan kriteria sintaksis dan semantis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa afiksasi tersebut dapat menghasilkan verba transitif, yang ditandai dengan kehadiran objek dan dua argumen, serta bermakna kausatif. Di sisi lain, beberapa adjektiva dasar menghasilkan adjektiva turunan, yang dikenali melalui keberadaan leksikal intensitas di depannya. Implikasi penelitian ini adalah memberikan kontribusi teoritis dalam kajian morfologi bahasa Indonesia, khususnya pada pola pembentukan kata dari adjektiva sikap batin, serta dapat menjadi acuan dalam pengajaran bahasa, khususnya dalam memahami proses derivasi verba dan adjektiva secara lebih sistematis dan kontekstual.
Id, Ego, and Superego in The Catcher in the Rye: A Psychoanalytic Literary Analysis Suardi; Wuryandari, Dyah Ambar; Wurjantoro, Wawan
Lingua : Journal of Linguistics and Language Vol. 4 No. 1 (2026): March 2026
Publisher : Indonesian Scientific Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61978/lingua.v4i1.1473

Abstract

Psychoanalytic approaches play an important role in literary criticism for examining the psychological complexity of characters. However, many studies remain general and do not explicitly analyze Freud’s structural model of personality within specific literary texts. This study aims to analyze the representation of the id, ego, and superego in The Catcher in the Rye by J.D. Salinger and to examine how their interaction shapes the development of the main character. This research employs a qualitative method using psychoanalytic literary analysis through close reading and thematic analysis. The data consist of selected textual units from the novel, including dialogue, narrative descriptions, and internal monologues that reflect the psychological conflicts of the protagonist, Holden Caulfield. The findings show that the id is represented through impulsive emotional reactions such as anger, alienation, and rejection of social norms, which initiate narrative tension. The ego appears in reflective moments where Holden evaluates his actions and attempts to negotiate between his desires and reality. Meanwhile, the superego is expressed through feelings of guilt, moral confusion, and concern for innocence, particularly in his interactions with his younger sister. These interactions contribute to the psychological development of the protagonist throughout the narrative. This study contributes to literary criticism by providing a text-specific psychoanalytic analysis and demonstrating how Freud’s structural model can be applied to interpret psychological conflict within a contemporary literary work.