Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Cognitive Behaviour Therapy untuk Mengatasi Distorsi Kognitif pada Pelaku Pelecehan Seksual dengan Disabilitas Intelektual: Systematic Literature Review Erizza Farizan Adani; Tirta Firdaus Nuryananda; Adiwignya Nugraha Widhi Harita
Jurnal Praba : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum Vol. 2 No. 4 (2024): Desember : Jurnal Praba : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum
Publisher : STIKES Columbia Asia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62027/praba.v2i4.303

Abstract

Knowledge about sexual harassment committed by males with intellectual disabilities remains limited, despite extensive research on offenders without disabilities. Evidence from the late 1990s suggests that Cognitive Behavioral Therapy (CBT) can be effective for this population, with adjustments for cognitive deficits. This study systematically reviews the application of CBT to address cognitive distortions in sexual offenders with intellectual disabilities. Data were sourced from Web of Science, PubMed, Scopus, ProQuest, Jstor, and Emerald Insight. Articles were assessed using QATFQS for quality and ROBINS-I for bias risk. Six studies involving 127 participants (ages 17–65 years) demonstrated that CBT effectively reduced cognitive distortions up to 12 months post-intervention. Success factors included the presentation of information, therapist engagement, participant motivation, prior experiences of sexual harassment, and autism spectrum diagnoses. Strengths included simplified CBT interventions, availability of manuals, and group implementation. Weaknesses involved reliance on core steps adapted from general sexual offender programs, limited manual accessibility, and a lack of control groups for evaluating intervention effectiveness.
INTERAKSI STRUKTUR DAN AGENCY: STUDI KASUS MIGRASI PENDIDIKAN MAHASISWA PEREMPUAN LUAR JAWA KE SURABAYA ADIWIGNYA NUGRAHA WIDHI HARITA; NURCHAYATI
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 5 No. 2 (2018): Character : Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v5i2.24583

Abstract

Penelitian psikologi kualitatif ini bertujuan menjawab beberapa pertanyaan riset. Pertama, mengapa sejumlah pelajar perempuan luar Jawa menjadi mahasiswa rantau di Surabaya? Kedua, apa sajakah permasalah yang mereka hadapi? Ketiga, cara apa yang mereka terapkan dalam menangani masalah? Keempat, apa saja dampak penerapan strategi itu? Dengan menggunakan studi kasus atas enam mahasiswi dari berbagai daerah di luar Jawa, penelitian ini menemukan bahwa keputusan mereka untuk studi di perantauan merupakan buah dari interaksi antara kekuatan-kekuatan sosial (structure) dan faktor-faktor intra-individual (agency), utamanya tekad dan upaya meraih cita-cita. Mereka berani merantau karena sebelumnya mereka pernah bermigrasi atau tinggal jauh dari orang tua. Di masa anak-anak hingga remaja, mereka juga sudah biasa bersinggungan dengan masyarakat Jawa. Sebagai mahasiswi rantau, para perempuan ini menghadapi permasalahan, seperti tantangan lingkungan baru, tuntutan hidup mandiri, dan rasa rindu kampung halaman. Untuk mengatasi persoalan ini, mereka menjalankan agency dengan mengembangkan efikasi diri serta membina dan memanfaatkan jejaring sosial bermedium telepon genggam. Selain menghasilkan dampak yang sejak semula telah mereka duga, migrasi pendidikan ternyata mengakibatkan pula beberapa unintended consequences, seperti akulturasi budaya dan social learning, yakni mengilhami pemuda-pemudi di daerah asal untuk turut melakukan migrasi pendidikan ke Pulau Jawa. Kata Kunci: Struktur, agency, mahasiswi rantau, migrasi pendidikan