Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Sabun Cair Guna Pemberdayaaan Ibu-ibu Koperasi SWAKARSA SYARIAH Magersari Permai Purwati, Elly; Andito, Didik; Priyoherianto, Andri
Indonesian Journal of Community Dedication in Health (IJCDH) Vol. 4 No. 02 (2024): IJCDH Vol 04 No 02
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/ijcdh.v4i02.8132

Abstract

Dalam kehidupan sehari-hari, salah satu barang yang sangat dibutuhkan oleh manusia baik untuk menjaga kebersihan badan maupun kebersihan lingkungan sekitar adalah sabun. Sabun merupakan salah satu bahan pembersih yang termasuk dalam sediaan farmasi dan dapat digunakan untuk keperluan kebersihan. Selama ini sebagian masyarakat menganggap pembuatan sabun cuci cair sulit, padahal bahan-bahannya mudah didapat ditoko bahan kimia dan harganya terjangkau. Alat produksi yang digunakan dalam proses pembuatannya tidaklah banyak dan rumit layaknya pabrik-pabrik besar. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan perekonomian keluarga adalah dengan melakukan kegiatan usaha produktif rumah tangga. Kegiatan ekonomi produksi sabun cair dapat dikerjakan dirumah masing-masing sehingga IRT lebih mudah menyesuaikan dengan peran utamanya sebagai ibu rumah tangga. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya dalam bidang ekonomi serta menumbuhkan kesadaran dan kemandirian dalam berwirausaha. Pengabdian masyarakat ini diikuti oleh 25 orang ibu-ibu Koperasi Konsumen Swakarsa Syariah RT.30/RW.07 Perumahan Magersari Permai Sidoarjo. Metode yang digunakan meliputi koordinasi dengan mitra, penyuluhan, pelatihan pembuatan sabun cair serta evaluasi dan tindak lanjut. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu produk sabun cair kemasan yang siap digunakan, peningkatan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu koperasi, serta meningkatnya kesadaran akan peluang berwirausaha.
FORMULASI DAN UJI MUTU FISIK BODY LOTION EKSTRAK KULIT BUAH RAMBUTAN (Nephelium Lappaceum L.) Sih Wahyuni Raharjeng; Purwati, Elly
Jurnal Crystal : Publikasi Penelitian Kimia dan Terapannya Vol. 7 No. 1 (2025): Publikasi Penelitian Kimia dan Terapannya 2025
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas MIPA, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jc.v7i1.4998

Abstract

Abstract The frequency of cosmetic use in this day and age, cosmetics are made by humans not only from natural ingredients but also artificial ingredients to enhance beauty. Herbal cosmetics are preferred by the public because they have several advantages over chemical cosmetics, including being safe for all skin types, minimal side effects, and for the environment. According to the Central Statistics Agency (BPS) in 2021 Indonesia produced 884,702 tons of rambutan fruit (Nephelium lappaceum L.), and rambutan fruit skin is still a waste that has not been managed properly. Based on the results of previous research, it shows that rambutan fruit peels have various secondary metabolite contents and antioxidant activities that are beneficial to the skin so that they can be formulated as body lotions. The design of this research is experimental research. The initial stage of the study was the preparation of rambutan fruit peel simplisia, then continued with the extraction process of rambutan fruit peel by maceration method, then the process of making body lotion with a concentration of rambutan fruit peel extract (Nephelium lappaceum L.) of 5% (F1) and 10% (F2) using the cold method. The second stage is to evaluate the preparation with phytochemical test, organoleptic test, and spreadability test, homogeneity test, pH test, emulsion type test, viscosity test, and adhesion test. The research was conducted at the Pharmaceutical Biology Laboratory of the Academy of Pharmacy Mitra Sehat Mandiri Sidoarjo. This research was conducted between April 2024-August 2024. Based on the results of stability evaluation of body lotion preparations, rambutan fruit peel waste extract (Nephelium lappaceum L.) can be used for body lotion preparations, with all formulations that have met the requirements. Keywords: Body Lotion, Nephelium Lappaceum L., Physical Quality Test. Abstrak Frekuensi penggunaan kosmetik pada jaman sekarang ini, kosmetik dibuat manusia tidak hanya dari bahan alami tetapi juga bahan buatan untuk meningkatkan kecantikan. Kosmetik herbal lebih disukai masyarakat karena memiliki beberapa kelebihan dari kosmetik kimia, diantaranya adalah aman bagi semua jenis kulit, minim efek samping, dan bagi lingkungan. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2021 Indonesia menghasilkan 884.702 ton buah rambutan (Nephelium lappaceum L.), dan kulit buah rambutan masih menjadi limbah yang belum terkelola dengan baik. Berdasarkan hasil penelitian sebelumnnya menunjukkan bahwa kulit buah rambutan memiliki berbagai kandungan metabolit sekunder dan aktivitas antioksidan yang bermaanfaat bagi kulit sehingga dapat diformulasikan sebagai body lotion. Rancangan penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Tahapan awal penelitian adalah pembuatan simplisia kulit buah rambutan, kemudian dilanjutkan dengan proses ekstraksi kulit buah rambutan dengan metode maserasi, selanjutnya dilakukan proses pembuatan body lotion dengan konsentrasi ekstrak kulit buah rambutan (Nephelium lappaceum L.) sebesar 5% (F1) dan 10% (F2) menggunakan metode dingin. Tahapan kedua adalah dilakukan evaluasi sediaan dengan uji fitokimia, uji organoleptis, uji daya sebar, uji homogenitas, uji pH, uji tipe emulsi, uji viskositas, dan uji daya lekat. Penelitian dilakukan di Laboratorium Biologi Farmasi Akademi Farmasi Mitra Sehat Mandiri Sidoarjo. Penelitian ini dilakukan antara bulan April 2024-Aguatus 2024. Berdasarkan hasil evaluasi stabilitas terhadap sediaan body lotion, Ekstrak limbah kulit buah rambutan (Nephelium lappaceum L.) dapat digunakan untuk sediaan body lotion, dengan seluruh formulasi yang telah memenuhi persyaratan.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI BODY LOTION EKSTRAK KULIT BUAH RAMBUTAN (Nephelium lappaceum L.) PADA Staphylococcus aureus Raharjeng, Sih Wahyuni; Purwati, Elly
EDUPROXIMA : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 7, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/.v7i3.7468

Abstract

Kulit yang mengalami kerusakan dapat mengganggu kesehatan dan penampilan manusia sehingga perlu perawatan yang tepat. Kulit buah rambutan mengandung senyawa flavonoid, tannin, saponin, triterpenoid dan alkaloid sebagai antibakteri. Senyawa tersebut mampu menghambat pertumbuhan bakteri yang kurang baik bagi kulit yaitu dengan cara merusak dinding dan membran plasma pada bakteri, salah satunya dengan membuat formulasi sediaan lotion. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya aktivitas antibakteri Staphylococcus aureus dari body lotion dari ekstrak kulit buah rambutan (Nephelium lappaceum L.) dengan konsentrasi 5% (F1) dan 10% (F2) dan mengetahui apakah ada perbedaan sedian lotion dibandingkan dengan kontrol positif dan kontrol negatif. Metode penelitian ini adalah Ekperimental-difusi cakram, dengan menggunakan kloramfenikol sebagai kontrol positif, aquades sebagai kontrol negatif. Hasil penelitian menunjukkan hasil bahwa mutu fisik lotion memenuhi standar SNI dan adanya aktivitas antibakteri dengan hasil probabilitas sebesar 0,000 menunjukkan bahwa aktivitas antibakteri Staphylococcus aureus terdapat perbedaan yang signifikan antara body lotion ekstrak kulit buah rambutan (Nephelium lappaceum L.) dengan konsentrasi 5% dan 10% dibandingkan dengan kloramfenikol dan aquades.
Formulasi dan Uji Mutu Fisik Body Lotion Ekstrak Kulit Buah Apel Fuji (Malus domestica) Hidayati, Suci Maulidia; Purwati, Elly; Puspadina, Valiandri; Safitri, Cikra Ikhda Nur Hamidah
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2021: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.642 KB)

Abstract

Kulit buah apel fuji (Malus domestica) memiliki senyawa flavonoid yang dapat meningkatkan kadar antioksidan. Tujuan dari penelitian adalah memformulasikan ekstrak kulit buah apel fuji menjadi sediaan lotion dan mengevaluasi mutu fisik dari sediaan tersebut. Penelitian dilakukan secara eksperimental. Ekstrak kulit buah apel fuji (Malus domestica) didapat dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Konsentrasi zat aktif yang digunakan pada formula kontrol adalah 0%, formula I 2%, formula II 4%, dan formula III6%. Selanjutnya dilakukan uji orgnoleptis, pH, homogenitas, daya sebar, dan uji stabilitas fisik. Pengujian dilakukan selama 30 hari penyimpanan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa ketiga formulasi sediaan lotion homogen, tidak terjadi perubahan organoleptis, rentang pH lotion 5,5- 6,5 yang memenuhi syarat pH lotion yang baik untuk kulit menurut SNI 16-3499-1996 yaitu4,5-8 dan rentang uji daya sebar 5-7 cm. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak kulit buah apel fuji (Malus domestica) dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan lotion dengan variasi konsentrasi 2%, 4%, dan 6%.
Formulasi dan Uji Mutu Fisik Ekstrak Rimpang Kencur (Kaempferia galanga L.) sebagai Masker Gel Peel Off Dewi, Apriliana Kusuma; Purwati, Elly; Safitri, Cikra Ikhda Nur Hamidah
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2021: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.762 KB)

Abstract

Rimpang kencur mengandung senyawa flavonoid, tanin, saponin, dan sineol yang memiliki sifat antifungi sehingga dapat menghambat pertumbuhan jamur seperti Candida albicans. Rimpang kencur memiliki khasiat sebagai antiinflamasi,, nematisida, analgesik, antimikroba, vasorelaksan, sedatif, antineoplastic, antialergi dan antioksidan. Antioksidan pada rimpang kencur dapat meminimalisir radikal bebas pada kulit, terutama pada kulit wajah. Penelitian ini bertujuan memformulasikan ekstrak rimpang kencur (Kaempferia galanga L.) menjadi masker gel peel off dan mengevaluasi mutu fisik dari sediaan tersebut. Metode penelitian ini bersifat eksperimental. Ekstrak rimpang kencur diperoleh dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Formulasi sediaan masker gel peel off dibuat dengan konsentrasi 5%, 10% dengan basis yang seragam. Evaluasi sediaan masker gel peel off meliputi uji organoleptis, homogenitas, daya sebar, waktu mengering, dan pH. Hasil uji ketiga formulasi tidak menunjukkan adanya perubahan organoleptik, homogenitas, rentang pH ketiga formula adalah 6, memenuhi persyaratan 6,4 – 7,3 memenuhi persyaratan pH menurut SNI 164399-1996 yakni 4,5 – 8,0, rentang uji daya sebar berkisar 5,0 – 6,5 memenuhi persyaratan yakni 5 – 7 cm, lama waktu mengering tidak lebih dari 30 menit.
Formulasi dan Uji Mutu Fisik Body Lotion Ekstrak Kulit Buah Pir (Pyrusbretschneideri) Arthania, Try; Purwati, Elly; Puspadina, Valiandri; Safitri, Cikra Ikhda Nur Hamidah
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2021: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.145 KB)

Abstract

Kulit buah Pir (Pyrus bretschneideri) merupakan buah yang cukup sering dikonsumsi masyarakat umum, kulit buah pir memiliki kandungan senyawa Flavonoid yang berkhasiat sebagai antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah memformulasikan ekstrak kulit buah pir (Pyrus bretschneideri) menjadi sediaan lotion dan mengevaluasi mutu fisik dari sediaan tersebut. Metode penelitian merupakan penelitian eksperimental. Ekstrak kulit buah pir didapat dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Lotion dibuat dalam 3 formula konsentrasi ekstrak yaitu FI 2%, FII 4%, FIII 6%. Hasil lotion dari ekstrak kulit buah pir (Pyrus bretschneideri) di evaluasi selama 4 minggu, evaluasi mutu fisik meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji dayasebar. Dari hasil penelitian, lotion dengan konsentrasi ekstrak 2% pada FI merupakan sediaan yang paling baik, yaitu bentuk sediaan agak kental, tekstur lembut, warna coklat muda, wangi oleum rosae, homogen, stabil pada pH 6 dan daya sebar 5-7 cm. Kesimpulan dari penelitian adalah ekstrak kulit buah pir (Pyrus bretschneideri) dapat dibuat sediaan lotion dengan berbagai macam variasi konsentrasi.
Formulasi dan Uji Mutu Fisik Sediaan Sabun Padat Herbal Ekstrak Daun Ubi Jalar Ungu (Ipomea batatas L) dengan Penambahan Madu Nandani, Risha; Arif, M. Rizky; Purwati, Elly; Safitri, Cikra Ikhda Nur Hamidah
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2021: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.742 KB)

Abstract

Purple sweet potato (Ipomea batatas L) is one of the most familiar tuber plants found in Indonesia. In purple sweet potato leaves, there are flavonoid compounds, polyphenols and saponins that have antibacterial activity. Honey is beneficial for health, including as an antibacterial because it contains hydrogen peroxide, flavonoid compounds, essential oils and various other organic compounds. Soap is one of the cosmetic preparations which is well known as a body cleanser which is shown for external use on the human body. This study aims to obtain a solid herbal soap formulation of purple sweet potato leaf extract (Ipomea batatas L) with the addition of physically stable honey. The design of this research is experimental research. Purple sweet potato leaf extract was obtained from the maceration process using 70% ethanol solvent and formulated into soap preparations with variations in the formulation concentration of 1% and 3%. In making soap, the Cold Process method is applied. Evaluation of preparations carried out includes pH test, foam power test, organoleptic test and homogeneity test. The research results were processed using descriptive analysis. The evaluation results of soap preparations showed that the two formulations were stable to meet the standard ph test, foam power test, organoleptic test and homogeneity test. The conclusion is that the soap preparation that has the best physical stability is formula 1 with 1% concentration of purple sweet potato leaf extract.
Formulasi dan Uji Mutu Fisik Sediaan Sabun Padat Herbal Ekstrak Kulit Buah Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) dengan Penambahan Madu Rahmawati, Putri Aisiya; Purwati, Elly; Purnawiranita, Fahmi Ardianti; Safitri, Cikra Ikhda Nur Hamidah
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2021: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.8 KB)

Abstract

Penelitian ini memanfaatkan kulit buah jeruk nipis dengan penambahan madu pada pembuatan sabun padat. Kulit buah jeruk nipis mengandung senyawa saponin dan flavonoid. Sedangkan kandungan nutrisi madu murni adalah : Karbohidrat, air, protein, vitamin B1, vitamin B2, vitamin B3, vitamin B5, vitamin C, folat, kalium, fosfor, sodium, potasium, zat besi, zinc, megnesium dan magan. Penelitian ini bertujuan mengetahui ekstrak kulit jeruk nipis dengan penambahan madu dapat dijadikan sediaan sabun padat herbal deengan varian konsetrasi 1% dan 3% yang sesuai dengan persyaratan standart uji mutu fisik sabun padat. Desain penelitian ini menggunakan penelitian eksperimental. Kulit buah jeruk nipis dijadikan ekstrak menggunakan proses maserasi dengan etanol 70%, pembuatan sabun pada penelitian ini menggunkan metode dingin (Cold Process). Untuk mengetahui karakteristik sabun padat herbal ekstrak kulit buah jeruk nipis dengan uji mutu fisik sabun yang meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji stabilitas busa dan uji pH. Hasil uji organoleptis pada konsentrasi 3% diperoleh warna yang lebih pekat karena dipengaruhi variasi konstrasi ekstrak kulit buah jeruk nipis dan memiliki bentuk tekstur sabun yang lebih keras dibandingkan dengan konsentrasi 1%. Uji homogenitas menunjukan bahwa kedua formulasi tidak terdapat adanya butiran kasar ataupun partikel pada permukaan sabun padat. Pada uji stabilitas busa dengan presentase busa yang hilang 0,22%-0,25% dan nilai pH yang diperoleh yaitu pH 9-11. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak kulit buah jeruk nipis dengan penambahan madu dapat diformulasikan menjadi sabun padat herbal kosentrasi 1% dan 3% sesuai dengan uji mutu fisik sabun menurut SNI 3532-2016.
Formulasi dan Stabilitas Mutu Fisik Ekstrak Kayu Manis (Cinnamomum burmannii) sebagai Bedak Padat Antioksida Anggraini, Rosa Dita Dwi; Purwati, Elly; Safitri, Cikra Ikhda Nur Hamidah
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2021: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.845 KB)

Abstract

Kayu manis merupakan salah satu tanaman yang telah banyak diteliti dan memiliki banyak khasiat. Kandungan yang terdapat pada kayu manis diantaranya sinamaldehid, eugenol, minyak atsiri, safrol, tanin, damar, kalsium oksanat, zat penyamak, flavonoid, saponin serta kandungan gizi lainnya seperti gula, protein, lemak kasar dan pektin. Kulit batang kayu manis mengandung senyawa yang memiliki aktivitas sebagai antioksidan yang kuat yaitu sinamaldehid menjadi sumber senyawa antioksidan dengan kamampuannya menangkap radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bedak padat ekstrak kayu manis dan menguji mutu fisik sesuai dengan Standart Nasional Indonesia (SNI). Metode penelitian ini bersifat eksperimental yang terdiri dari pembuatan simplisia dan ekstraksi menggunakan maserasi dengan pelarut etanol 70 %. Formulasi menggunakan ekstrak kayu manis dengan konsentrasi 1% (F1); 2% (F2); dan 3% (F3) serta kontrol basis (F0). Evaluasi karakteristik fisik sediaan bedak padat meliputi pengamatan organoleptis, pengujian homogenitas, uji pH, pengukuran daya lekat dan pengujian kerapuhan. Sediaan di evaluasi selama 21 hari yang disimpan pada suhu kamar. Data dianalisis secara deskriptif dan dibandingkan dengan SNI. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ke tiga formula menghasilkan bedak padat yang homogen, bertekstur halus, beraroma, berwarna putih (F0), berwarna putih kecoklatan (F1), berwarna coklat muda (F2), berwarna sedikit coklat tua (F3). Nilai pH pada F1, F2, dan F3 berturut turut adalah 5,2; 5,2; 5,1. Selama penyimpanan 21 hari, hasil organoleptis pada bedak padat F1, F2, dan F3 tidak mengalami perubahan. Nilai homogenitas pada bedak padat F1, F2, dan F3 tidak mengalami perubahan. Nilai daya lekat pada bedak padat F1, F2, dan F3 tidak mengalami perubahan. Nilai kerapuhan pada F1, F2, F3 tidak mengalami kerapuhan. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu mutu fisik sediaan bedak padat ekstrak kayu manis sesuai dengan SNI dan stabil selama penyimpanan 21 hari. Pada uji pH formulasi III sedikit menurun nilai pH karena pada proses pengukuran pH tidak setara.