Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

SOSIALISASI dan PRAKTEK PEMBUATAN POC (PUPUK ORGANIK CAIR) URIN KAMBING DAN PEMANFAATAN LIMBAH RUMAH TANGGA SEBAGAI ECO ENZIM Nurnaningsih, Wida; Supranoto, Supranoto; Herijanto , Soegeng; Tuswati, Sari Eko
WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56681/wikuacitya.v4i1.336

Abstract

Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakandi Aula Desa Klenggenrejo, Kec. Klirong Kab. Kebumen dengansasaran anggota Kelompok Wanita Ternak (KWT) Desa Klenggenrejo,Kec. Klirong Kab. Kebumen. Tujuan dari kegiatan ini untukmemberikan wawasan dan informasi kepada anggota KWT tentangpemanfaatan dan pengelolaan limbah usaha ternak dan limbah organicrumah tangga, sehingga dapat terjalin kesinambungan usaha peternakanmelalui peran KWT. Metode kegiatan pengabdian dilakukan denganpemberian materi secara langsung, interaktif dan dilanjutkan denganpraktek pembuatan POC dan Eco Enzim.
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG MAGGOT BSF TERHADAP PERTAMBAHAN BOBOT BADAN, KONVERSI PAKAN, PALATABILITAS DAN MORTALITAS BURUNG PUYUH FASE GROWER Nurnaningsih, Wida; Tuswati, Sari Eko; Sukmaningsih, Tri
ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 7 No 3 (2025): ANGON: Journal of Animal Science and Technology
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penambahan tepung maggot Black Soldier Fly (BSF) dalam pakan terhadap performa pertumbuhan, palatabilitas, dan mortalitas burung puyuh (Coturnix-coturnix japonica) fase grower hingga layer. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan dosis tepung maggot: P0 (0%), P1 (8%), P2 (16%), dan P3 (24%), dengan lima ulangan untuk setiap perlakuan. Parameter yang diamati meliputi pertambahan bobot badan (PBB), konversi pakan (Feed Conversion Ratio/FCR), palatabilitas, dan angka mortalitas. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa penambahan tepung maggot BSF berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap peningkatan PBB dan penurunan nilai FCR, di mana level 8% sudah memberikan hasil yang optimal secara signifikan. Pada parameter palatabilitas, terjadi penurunan yang sangat nyata (P<0,01) pada fase grower akibat proses adaptasi, namun tidak berpengaruh nyata pada fase layer. Sementara itu, angka mortalitas tetap rendah (0-3,33%) dan tidak menunjukkan perbedaan nyata antar perlakuan (P>0,05), mengindikasikan bahwa tepung maggot aman digunakan hingga level 24%. Kesimpulannya, penambahan tepung maggot BSF sebesar 8% merupakan dosis paling efektif untuk meningkatkan produktivitas puyuh dengan efisiensi pakan yang lebih baik.
Morphometric Characterization and Phenotypic Diversity of PE Goats as Local Animal Genetic Resources in Banyumas, Indonesia Pangestu, Mulyoto; Sarwanto, Doso; Tuswati, Sari; Nurnaningsih, Wida
Journal of Sustainable Livestock Vol. 2 No. 1 (2026): Journal of Sustainable Livestock
Publisher : Faculty of Animal Husbandry, Wijayakusuma Purwokerto University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63859/jsl.v2i1.27

Abstract

The Etawah Crossbred (PE) goat is a vital local genetic resource in Indonesia, yet the lack of comprehensive phenotypic data hampers sustainable breeding and conservation efforts. This study aimed to characterize the morphometric and phenotypic diversity of PE goats in the Pekuncen area of Banyumas to support genetic resource inventory and local biodiversity policies. Using a descriptive cross-sectional design and purposive sampling, quantitative and qualitative data were systematically collected from 150 male and female goats aged six months and older. Data analyses utilized descriptive statistics, ANOVA, Principal Component Analysis (PCA), and hierarchical clustering. The results revealed moderate to high variability in key traits, specifically shoulder height (mean 65.3 cm) and chest circumference (mean 72.5 cm), which demonstrated a strong positive correlation (r=0.78). These morphometric variations were significantly influenced by location, sex, and age. Furthermore, PCA and cluster analysis categorized the population into three distinct phenotypic clusters large, medium, and small individuals that explain approximately 75% of the total variance, reflecting ecological adaptation to extreme environments while retaining unique local traits. Ultimately, these findings provide a robust scientific foundation for demographically targeted conservation strategies, establishing gene banks, and advancing sustainable breeding programs for local animal genetic resources.