This Author published in this journals
All Journal TEKNO
Sumanti, Febrina P. Y.
Unknown Affiliation

Published : 11 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search
Journal : TEKNO

Analisis Waktu Pada Proyek Rekonstruksi Jalan Lahendong (1) Dengan Menggunakan Metode PERT Damo, Lula R.; Dundu, Ariestides K. T.; Sumanti, Febrina P. Y.
TEKNO Vol. 22 No. 90 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i90.60582

Abstract

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah mendorong peningkatan dalam bidang manajemen proyek, khususnya di sektor konstruksi, di mana pengelolaan waktu menjadi aspek krusial untuk memastikan proyek selesai sesuai jadwal. Ketidakpastian dalam durasi setiap pekerjaan menjadi tantangan utama yang memerlukan metode penjadwalan yang mampu mengakomodasi variabilitas tersebut. Dalam penelitian ini dilakukan analisis terhadap waktu pada Proyek Rekonstruksi Jalan Lahendong (1) menggunakan metode Program Evaluation and Review Technique (PERT). Metode ini dapat menggambarkan hubungan antar kegiatan dalam jaringan kerja (network planning), dengan menggunakan tiga estimasi waktu untuk menentukan durasi yang paling optimal dalam penyelesaian proyek. Sehingga dapat diperkirakan probabilitas pencapaian waktu penyelesaian sesuai jadwal yang telah ditentukan dalam kontrak. Dari hasil analisis menunjukkan bahwa dengan penggunaan metode PERT, probabilitas untuk menyelesaikan proyek dalam waktu 180 hari sesuai jadwal adalah sebesar 63,31%, berdasarkan nilai distribusi normal kumulatif Z sebesar 0,34. Dan jika durasi proyek diperpanjang menjadi 190 hari, probabilitas penyelesaian meningkat secara signifikan menjadi 98,93%. Kata kunci: manajemen waktu, PERT, network planning
Metode Pelaksanaan Pekerjaan Pondasi Tiang Pancang Menggunakan Diesel Hammer Pada Pembangunan Stasiun Pompa Suplesi Proyek Peningkatan Kapasitas Saluran Tarum Barat Tahap I Rindorindo, Wensy N. I.; Mangare, Jantje B.; Sumanti, Febrina P. Y.
TEKNO Vol. 22 No. 90 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i90.60598

Abstract

Pondasi tiang pancang merupakan salah satu jenis pondasi dalam yang digunakan untuk menyalurkan beban dari struktur atas ke lapisan tanah dengan daya dukung yang lebih baik. Salah satu metode pemancangan yang umum digunakan adalah diesel hammer, yang bekerja dengan prinsip gaya pukul dari beban jatuh untuk menanamkan tiang ke dalam tanah. Metode pemancangan menggunakan diesel hammer dipilih karena efisiensi biaya, fleksibilitas, dan efektifitas pada kondisi tanah yang tidak stabil. Pemilihan metode pelaksanaan yang tepat, terutama dalam penggunaan alat pemancangan seperti diesel hammer, sangat penting untuk memastikan kualitas, keamanan, dan efisiensi pekerjaan konstruksi. Diesel hammer dipilih sebagai alat pemancangan karena kemampuannya untuk menghasilkan energi tumbukan yang besar, sehingga cocok untuk berbagai jenis tanah, termasuk tanah keras dan padat. Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam pelaksanaan pekerjaan pondasi tiang pancang pada proyek tersebut. Analisis mendalam terhadap perancangan dan pelaksanaan di lapangan akan memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai penerapan metode ini dalam kondisi spesifik proyek. Kata kunci: pondasi tiang pancang, diesel hammer, metode pelaksanaan, stasiun pompa suplesi, proyek saluran induk tarum barat
Analisis Manajemen Waktu Dan Biaya Pada Proyek Pembangunan Puskesmas Kakaskasen Tomohon, Sulawesi Utara Sompie, Cecilia T.; Malingkas, Grace Y.; Sumanti, Febrina P. Y.
TEKNO Vol. 23 No. 91 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i91.60786

Abstract

Keberhasilan sebuah proyek bergantung pada rangkaian aktivitas yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan, agar tujuan yang diharapkan dapat tercapai. Konsep Nilai Hasil (Earned Value) adalah Salah satu metode pengendalian proyek berdasarkan metode ini, akan dilakukan evaluasi biaya dan waktu proyek dengan objek penelitian Proyek pembangunan Puskesmas Kakaskasen Tomohon Untuk mesukseskan program ini pemerintah menunjuk CV Karya Mulia Abadi sebagai pelaksana proyek. Proyek pembangunan puskesmas kakaskasen ini dimulai 27 mei 2024 sampai selesai. Metode penelitian yang digunakan adalah Konsep Nilai Hasil (Earned Value) untuk menganalisis kinerja dan membuat perkiraan pencapaian yang memberikan informasi mengenai kinerja proyek pada suatu periode pelaporan dan menghasilkan estimasi biaya dan waktu untuk penyelesaian seluruh pekerjaan proyek berdasarkan indikator kinerja saat pelaporan. Penelitian ini akan membahas pada evaluasi biaya dan waktu pelaksanaan proyek Pembangunan Puskesmas Kakaskasen Tomohon dengan menggunakan metode Earned Value. Analisis menggunakan data dari proyek Pembangunan puskesmas kakaskasen tomohon dengan rencana anggaran biaya sebesar Rp. 8.707.500.000.00 dalam jangka watu 30 minggu pertama pelaksanaan proyek. Berdasarkan hasil analisis data proyek terhadap waktu pelaksanaan proyek lebih banyak terjadi percepatan proyek dan tidak terjadi keterlambatan. Dengan demikian, diperkirakan proyek menghemat biaya Rp. 276.873.719.04 dari anggaran serta lebih cepat 2 minggu dari jadwal rencana. Kata kunci: Earned Value Analysis, BCWS, BCWP, ACWP, SV, CV, ETC,EAC, ETS, EAS, biaya, waktu, nilai hasil
Analisis Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Pada Proyek Konstruksi Peningkatan Air Baku Mahlimbukar Kota Tomohon, Sulawesi Utara Frendy, Vania T.; Malingkas, Grace Y.; Sumanti, Febrina P. Y.
TEKNO Vol. 23 No. 91 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i91.60886

Abstract

Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) yang efektif membutuhkan komitmen yang kuat dari manajemen puncak, keterlibatan aktif seluruh pekerja, dan dukungan sistem yang memadai. Dengan mengidentifikasi, mengukur, dan mengendalikan risiko secara sistematis, SMK3 tidak hanya melindungi pekerja dari kecelakaan dan penyakit akibat kerja, tetapi juga meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan reputasi perusahaan. Selain itu, SMK3 juga merupakan bentuk kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. Penilaian SMK3 pada Proyek Peningkatan Air Baku Mahlimbukar Tomohon mempunyai tujuan untuk mengetahui besarnya tingkat penerapan SMK3. Melalui dari hasil audit dan analisis dari 122 kriteria (Tingkat Transisi) sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012 Tentang Penerapan SMK3, jumlah kriteria yang terpenuhi sebanyak 118 kriteria dengan nilai persentase yaitu 96,72% dan juga terdapat 4 kriteria (2 Major 2 Minor) yang tidak terpenuhi dengan nilai presentase yaitu 3,27%. Hasil tersebut termasuk pada kategori Tingkat penilaian penerapan ‘Memuaskan’. Kata kunci: penerapan SMK3, peningkatan air baku
Analisis Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Pada Proyek Rehabilitasi Daerah Irigasi Sangkub Kanan, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Sulawesi Utara Felicia, Zefanya P.; Malingkas, Grace Y.; Sumanti, Febrina P. Y.
TEKNO Vol. 23 No. 91 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i91.60922

Abstract

Sistem Manajeman Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3) merupakan sistem yang dirancang untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengendalikan risiko kesehatan dan keselamatan kerja di tempat kerja. SMK bertujuan untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat dan produktif, serta mengurangi risiko kecelakaan kerja. Dengan menerapkan SMK3, Perusahaan dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi pekerja dalam menjaga kesehatan dan keselamatan kerja, serta mencapai standar kesehatan dan keselamatan kerja yang optimal. Penilaian SMK3 pada Proyek Rehabilitasi Daerah Irigasi Sangkub Kanan mempunyai tujuan untuk mengetahui besarnya tingkat penerapan SMK3. Melalui dari hasil audit dan analisis dari 122 kriteria (Tingkat Transisi) sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012 Tentang Penerapan SMK3, jumlah kriteria yang terpenuhi sebanyak 116 kriteria dengan nilai presentase yaitu 95,09% dan juga terdapat 6 kriteria (Minor) yang tidak terpenuhi dengan nilai presentase yaitu 4,91%. Hasil tersebut termasuk pada kategori tingkat penilaian penerapan “Memuaskan”. Kata kunci: SMK3, rehabilitasi daerah irigasi
Penjadwalan Waktu Pembangunan Pabrik Corn, Lolak, Bolaang Mongondow Dengan Menggunakan Metode CPM (Critical Path Method) Butarbutar, Samuel; Sumanti, Febrina P. Y.; Dundu, Ariestides K. T.
TEKNO Vol. 23 No. 91 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i91.61048

Abstract

Pembangunan infrastruktur merupakan salah satu aspek penting dalam mendukung pertumbuhan sektor pertanian, termasuk dalam pengolahan hasil panen seperti jagung. PT. Advanced Agri Indonesia (AAI) memiliki peran strategis dalam meningkatkan kapasitas pengeringan jagung melalui pembangunan pabrik pengeringan di berbagai daerah, salah satunya di Lolak, Sulawesi Utara. Namun, dalam pelaksanaan proyek ini, terdapat beberapa tantangan yang dapat menyebabkan keterlambatan, seperti kondisi cuaca yang tidak mendukung dan jumlah tenaga kerja yang tidak memadai. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jaringan kerja atau jalur kritis dalam proyek pembangunan pabrik pengeringan jagung di Lolak dengan menggunakan metode Critical Path Method (CPM). Dengan metode ini, diharapkan dapat diperoleh perencanaan dan pengendalian proyek yang lebih optimal, sehingga proyek dapat diselesaikan sesuai dengan jadwal dan anggaran yang telah ditetapkan. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan efektivitas manajemen proyek di sektor pertanian. Kata kunci: manajemen proyek, jalur kritis, CPM, pabrik pengeringan jagung
Perencanaan Jadwal Pelaksanaan Proyek Pembangunan Gedung Dan Renovasi Halaman Kantor Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas II Manado Pulukadang, Salsabila A. P.; Sumanti, Febrina P. Y.; Inkiriwang, Revo L.
TEKNO Vol. 23 No. 94 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i94.65142

Abstract

Perencanaan jadwal berfungsi sebagai acuan untuk menjalankan proyek konstruksi agar semua pekerjaannya tercapai sesuai dengan target waktu. Precedence Diagram Method (PDM) merupakan cara penjadwalan pekerjaan menggunakan network planning yang merupakan metode Activity On Noda (setiap pekerjaan digambarkan pada simpul/noda bukan pada anak panah). Salah satu keuntungan utama dari PDM adalah memungkinkan digunakan beberapa jenis skenario ketergantungan antar pekerjaan dalam sebuah proyek konstruksi. Dalam Penelitian ini, peneliti menggunakan Microsoft Project (MP), salah satu software pemrograman dalam bidang manajemen proyek. Analisis penjadwalan pelaksanaan mengambil proyek pembangunan Kantor Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas II sebagai studi kasus. Dengan menggunakan MP, peneliti berhasil menunjukan bahwa penjadwalan proyek. Hasil analisis menunjukkan bahwa kegiatan atau pekerjaan yang masuk dalam jalur kritis terdiri dari 25 item pekerjaan dan total durasi proyek yang dihasilkan adalah 126 hari kerja. Kata kunci: perencanaan jadwal, Precedence Diagram Method, Microsoft Project, jalur kritis
Analisis Pengendalian Mutu Pada Proyek Pembangunan Gedung Pelayanan Kanker Terpadu RSUP. Dr. R. D. Kandou Manado Sitompul, Listra; Sumanti, Febrina P. Y.; Pratasis, Pingkan A. K.
TEKNO Vol. 23 No. 94 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i94.66293

Abstract

Proyek konstruksi pembangunan sebuah gedung bertingkat khusunya bangunan untuk layanan kesehatan menuntut penerapan manajemen mutu melalui pengendalian mutu secara ketat, mengingat fungsi bangunan sebagai fasilitas kesehatan dengan standar keselamatan dan keandalan struktural yang tinggi. Struktur kolom, balok, dan pelat lantai memiliki peran vital dalam menjamin stabilitas dan keselamatan bangunan, sehingga setiap tahapan pekerjaan pembesian, pemasangan bekisting, dan pengecoran harus memenuhi standar teknis dan prosedur yang berlaku. Dalam pelaksanaan di lapangan masih ditemukan beberapa aspek pekerjaan yang berpotensi penyimpangan mutu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat risiko yang terjadi terhadap pekerjaan pengendalian mutu serta mengevaluasi pelaksanaan pengendalian mutu pada pekerjaan pembesian, pemasangan bekisting, dan pengecoran pada proyek tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis risiko berdasarkan standar AS/NZS 4360:2004 mengenai manajemen risiko dengan data yang diperoleh melalui kuesioner, observasi lapangan, dan wawancara terhadap pihak terkait proyek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerjaan pembesian memiliki tingkat risiko tertinggi terhadap mutu. Nilai tingkat risiko rata-rata pada pekerjaan struktur kolom sebesar 8,29, balok sebesar 8,21, dan pelat lantai sebesar 8,85, yang seluruhnya termasuk dalam kategori risiko sedang. Berdasarkan hasil analisis dan observasi di lapangan, pelaksanaan pengendalian mutu pada proyek telah dilakukan sesuai Rencana Kerja dan Syarat (RKS), spesifikasi teknis, serta prosedur pengendalian mutu yang ditetapkan, seperti pengujian material, inspeksi pekerjaan, dan rapat internal progress. Setiap penyimpangan mutu yang terjadi dapat dikendalikan dan diperbaiki langsung di lapangan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan sistem pengendalian mutu pada proyek ini telah berjalan efektif dan mampu menjaga mutu pekerjaan struktur sesuai standar yang dipersyaratkan. Kata kunci: proyek konstruksi, manajemen konstruksi, pengendalian mutu, AS/NZS 4360, risiko, beton, baja tulangan
Evaluasi Implementasi Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Pada Proyek Pembangunan Gedung Rumah Sakit Umum Daerah Bolaang Mongondow Selatan Paputungan, Faisya A.; Malingkas, Grace Y.; Sumanti, Febrina P. Y.
TEKNO Vol. 24 No. 95 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i95.66872

Abstract

Sektor konstruksi merupakan sektor industri dengan tingkat risiko kecelakaan kerja yang tinggi, sehingga penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi hal yang sangat penting, khususnya pada proyek pembangunan gedung rumah sakit yang memiliki kompleksitas risiko tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kepatuhan implementasi K3 serta mengidentifikasi faktor kendala penerapannya pada pekerjaan arsitektur proyek pembangunan gedung rumah sakit umum daerah Bolaang Mongondow Selatan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan campuran melalui pengumpulan data berupa kuisioner, observasi lapangan, wawancara, dan analisis dokumen K3 proyek. Evaluasi kepatuhan didasarkan pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970, Permenaker & Transmigrasi No. 01 Tahun 1980, dan Permen PUPR Nomor 10 Tahun 2021. Analisis data dilakukan secara statistik deskriptif dan kualitatif deskriptif serta diperkuat dengan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kepatuhan implementasi K3 sebesar 66,67% dan termasuk dalam kategori patuh. Penerapan K3 telah berjalan pada aspek manajemen keselamatan, seperti pemasangan rambu-rambu K3, pelaksanaan safety morning dan safety induction, serta pemeliharaan peralatan kerja. Namun, masih ditemukan ketidaksesuaian pada penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dan keterbatasan fasilitas kesiapsiagaan darurat. Faktor kendala meliputi keterbatasan sumber daya manusia, perilaku pekerja yang belum konsisten, serta aspek teknis dan operasional. Kata kunci: Keselamatan dan Kesehatan Kerja, kepatuhan K3, pekerjaan arsitektur, proyek konstruksi
Evaluasi Implementasi Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Serta Lingkungan (K3L) Pada Proyek Pembangunan Gedung Pelayanan Kanker Terpadu RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Topayu, Luthfiyah R.; Malingkas, Grace Y.; Sumanti, Febrina P. Y.
TEKNO Vol. 24 No. 95 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i95.66938

Abstract

Pembangunan Gedung Pelayanan Kanker Terpadu RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado merupakan proyek konstruksi berskala besar dan berisiko tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan (K3L) pada pekerjaan struktur (kolom, balok, dan pelat lantai) sesuai dengan regulasi yang berlaku, serta mengidentifikasi hambatan yang muncul di lapangan. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif melalui teknik triangulasi data yang menggabungkan hasil kuesioner, observasi lapangan, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara tertulis prosedur implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan (K3L) telah sesuai dengan UU No. 1 Tahun 1970, PP No 50 Tahun 2012, dan Permen PU No. 10 Tahun 2021. Namun, masih ditemukan kesenjangan antara dokumen prosedur perencanaan (RKK dan CSA) dengan implementasi di lapangan. Meskipun tingkat kesadaran pekerja dikategorikan sangat baik (93%), hal tersebut tidak menjamin kepatuhan pada penggunaan alat pelindung diri khusus ketinggian (Full Body Harness), penempatan fasilitas darurat (APAR dan Kotak P3K), pengelolaan limbah cair (air bercampur semen) dan limbah padat (sisa beton), serta pengendalian debu. Adapun faktor-faktor penghambat implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan (K3L) meliputi faktor perilaku pekerja seperti rasa percaya diri berlebihan (Overconfidence) dan persepsi yang keliru terhadap bahaya medis trauma suspensi, serta kendala teknis berupa keterbatasan lahan yang menyebabkan prioritas mobilisasi kendaraan berat mengesampingkan fasilitas pengelolaan limbah cair dan padat. Secara keseluruhan, lemahnya pengawasan dan kendala teknis menjadi hambatan terbesar dalam implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan (K3L). Kata kunci: implementasi K3L, pekerjaan struktur, triangulasi data, hambatan K3L, proyek rumah sakit