Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Jacob and Wilhelm Grimm Short Story “Cinderella”: The Intrinsic and Extrinsic Elements Perspective Girsang, Martina; Mandalahi, Ester; Siregar, Grace; Marbun, Romaito; Siagian, Novita
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.25374

Abstract

Penelitian ini menganalisis cerpen “Cinderella” karya Jacob dan Wilhelm Grimm dengan mengkaji unsur intrinsik dan ekstrinsiknya. “Cinderella” termasuk dalam prosa fiksi, bagian dari karya sastra. Unsur intrinsik dalam prosa terdiri dari tema, alur, latar, tokoh dan penokohan, sudut pandang, konflik, gaya, dan nada. Unsur ekstrinsik meliputi pengaruh sejarah, budaya, dan sosial, nilai-nilai, serta moral yang terkandung dalam cerita. Kedua aspek tersebut akan menjadi fokus penelitian ini, sehingga melalui cerita “Cinderella”, pembaca dapat menyelami lebih dalam makna yang ingin disampaikan pengarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis, pengumpulan data dari jurnal ilmiah, literatur, dan artikel serta analisis intrinsik dan ekstrinsik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan mengetahui unsur intrinsik dan ekstrinsik, pembaca dapat lebih memahami dan memaknai makna sebuah cerita secara lebih mendalam, serta ekspresi karya sastra itu sendiri.
DERIVATIONAL SUFFIXES ON ULANGEN IN THE KARO LANGUAGE BIBLE Marbun, Romaito; Ginting, Julia Carolina; Samosir, Joy Aprilia; Ambarita, Esron
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v6i1.9289

Abstract

ABSTRACT This study aims to analyze derivational suffixes found in Ulangen of the Karo Language Bible. The focus of the study is to identify the types, functions, and meanings of derivational suffixes used in the text. This research employs a qualitative descriptive method. The data were taken from verses in Ulangen of the Karo Language Bible containing derivational suffixes and were collected through documentation techniques. The collected data were analyzed based on Yule’s theory of derivation. The findings show that there are three types of derivational suffixes found in Ulangen, namely suffix -ken, suffix -i, and suffix -en. Among these suffixes, suffix -ken is the most dominant and productive derivational suffix, primarily functioning to derive verbs with causative meanings. Suffix -i functions to derive verbs expressing actions, processes, or locative meanings, while suffix -en functions as a nominalizer forming nouns that express results, objects, or abstract concepts. The study concludes that derivational suffixes in the Karo language function to form new lexemes by changing meanings and, in some cases, lexical categories of base words. These findings support Yule’s theory that derivational morphology plays a crucial role in word formation. Furthermore, the consistent use of derivational suffixes in the Karo Language Bible indicates that religious texts provide reliable data for morphological analysis and contribute to the documentation of regional and minority languages. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sufiks derivatif yang terdapat dalam Ulangen pada Alkitab Bahasa Karo. Fokus penelitian ini adalah mengidentifikasi jenis, fungsi, dan makna sufiks derivatif yang digunakan dalam teks tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data diambil dari ayat-ayat dalam Ulangen Alkitab Bahasa Karo yang mengandung sufiks derivatif dan dikumpulkan melalui teknik dokumentasi. Data yang telah dikumpulkan dianalisis berdasarkan teori derivasi yang dikemukakan oleh Yule. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga jenis sufiks derivatif yang ditemukan dalam Ulangen, yaitu sufiks -ken, sufiks -i, dan sufiks -en. Di antara ketiga sufiks tersebut, sufiks -ken merupakan sufiks derivatif yang paling dominan dan produktif, yang terutama berfungsi untuk membentuk verba bermakna kausatif. Sufiks -i berfungsi untuk membentuk verba yang menyatakan tindakan, proses, atau makna lokatif, sedangkan sufiks -en berfungsi sebagai penominal yang membentuk nomina yang menyatakan hasil, objek, atau konsep abstrak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sufiks derivatif dalam bahasa Karo berfungsi untuk membentuk leksem baru dengan mengubah makna dan, dalam beberapa kasus, kategori leksikal kata dasar. Temuan ini mendukung teori Yule yang menyatakan bahwa morfologi derivatif memiliki peran penting dalam pembentukan kata. Selain itu, penggunaan sufiks derivatif yang konsisten dalam Alkitab Bahasa Karo menunjukkan bahwa teks keagamaan dapat menjadi sumber data yang andal untuk analisis morfologis serta berkontribusi pada pendokumentasian bahasa daerah dan bahasa minoritas.