Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Jean-Paul Sartre: Analyzing Human Existence Through the Lens of Existentialism Siregar, Paisal; Nasution, Hasnah; Syukri, Syukri
Journal of Social Knowledge Education (JSKE) Vol. 6 No. 1 (2025): February
Publisher : Cahaya Ilmu Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37251/jske.v6i1.1410

Abstract

Purpose of the study: This study aims to explore Jean-Paul Sartre’s existentialist perspective on human existence, emphasizing radical freedom and the responsibility of individuals in defining their own meaning in life. The research investigates how Sartre's concept of existentialism positions humans as autonomous subjects in constructing their essence. Methodology: This study employs a qualitative descriptive-analytical approach, utilizing a literature review method. The primary sources include Sartre’s major works, such as Being and Nothingness, along with secondary analyses from contemporary existentialist scholars. Data are analyzed through content analysis to examine Sartre’s views on freedom, responsibility, and self-determination. Main Findings: The findings reveal that Sartre perceives human existence as devoid of inherent meaning, compelling individuals to create their own purpose through conscious choices. His concept of bad faith illustrates the tendency to escape from existential responsibility, whereas authentic existence requires embracing radical freedom. Sartre’s framework highlights the psychological tension between autonomy and existential anxiety. Novelty/Originality of this study: This study offers a fresh interpretation of Sartre’s existentialism by relating his views to contemporary issues of identity, freedom, and personal responsibility. It extends the discussion of existentialist ethics in modern society and provides a deeper analysis of Sartre’s influence on current philosophical and social discourses on human autonomy.
Aqidah dan Kemanusiaan Siregar, Paisal; Harahap, Syahrin; Harahap, Elly Warnisyah
Santhet: (Jurnal Sejarah, Pendidikan Dan Humaniora) Vol 9 No 1 (2025): SANTHET: (JURNAL SEJARAH, PENDIDIKAN DAN HUMANIORA) 
Publisher : Proram studi pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/santhet.v9i1.4853

Abstract

Aqidah, sebagai landasan keyakinan dalam Islam, memainkan peran sentral dalam membentuk pandangan hidup individu dan masyarakat. Ia bukan hanya sistem keimanan yang menghubungkan manusia dengan Tuhan, tetapi juga menjadi fondasi nilai-nilai kemanusiaan yang universal. Aqidah mengarahkan manusia untuk memahami hakikat keberadaan, tujuan hidup, dan tanggung jawab sosialnya. Dalam konteks kemanusiaan, aqidah menegaskan pentingnya keadilan, kasih sayang, persaudaraan, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia. Hubungan antara aqidah dan kemanusiaan bersifat saling melengkapi; aqidah memberikan nilai moral dan spiritual, sementara kemanusiaan menjadi manifestasi praktis dari keyakinan tersebut. Penelitian ini menyoroti bagaimana nilai-nilai aqidah Islam, seperti tauhid, ihsan, dan keadilan, dapat mendorong terciptanya masyarakat yang harmonis, inklusif, dan berperadaban tinggi. Dengan memahami hubungan ini, diharapkan muncul kesadaran untuk mengintegrasikan ajaran agama ke dalam praksis kehidupan sehari-hari guna memperkuat solidaritas sosial dan mewujudkan perdamaian global.