Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi interpersonal yang diterapkan oleh guru Bimbingan dan Konseling (BK) terhadap siswa SMP Puspanegara. Fokus penelitian diarahkan pada bentuk perilaku komunikasi interpersonal guru BK dalam menciptakan hubungan konseling yang efektif melalui lima indikator utama, yaitu respect (sikap menghargai), empathy (empati), audible (pesan dapat diterima dengan jelas), clarity (keterbukaan dan kejelasan), serta humble (kerendahan hati). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Informan terdiri atas satu guru BK, kepala sekolah, wali kelas, serta enam siswa kelas VIII dan IX yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru BK telah menerapkan kelima indikator strategi komunikasi interpersonal secara cukup konsisten. Strategi tersebut menciptakan suasana konseling yang aman, terbuka, dan mendukung, sehingga mendorong siswa untuk lebih percaya, terbuka, serta menerima arahan dengan baik. Temuan ini menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal yang efektif menjadi fondasi penting dalam membangun hubungan konseling yang positif dan meningkatkan motivasi serta keterbukaan siswa.