Iskandarsyah
Universitas Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Identification of Potential Landslides Area of Sukabumi, West Java Using Gravity Anomalies and Classification of Support Vector Machine Abdurrohman Jauhari; Iskandarsyah
Jurnal Geosains Terapan Vol 4 No 1 (2021): Jurnal Geosains Terapan
Publisher : Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Landslides are one of the natural disasters that have claimed many victims ranging from property to lives. In an effort to reduce losses caused by landslides, it is important to carry out disaster mitigation processes. Mitigation that will be discussed is in the form of identifying potential disaster zones using gravity geophysical methods and remote sensing. The research was conducted in the Sukabumi area, West Java, which is a densely populated area and part of the Bandung Zone and the Southern Mountain Zone according to Van Bemmelen (1949). The method used is the gravitational anomaly method with Second Vertical Derivative (SVD) analysis and optical image analysis with the Support Vector Machine (SVM) classification to produce a map of the distribution of landslide potential in the Sukabumi Regency.
Analisis Potensial Longsor Menggunakan Investigasi Metode di Sumedang, Indonesia Iskandarsyah; Urwatul Wusqa; Satria Ajidarma Hadikusumo
Jurnal Geosains Terapan Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Geosains Terapan
Publisher : Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Longsor yang terjadi pada beberapa bulan belakangan menjadi bencana yang serius di daerah Sumedang, Jawa Barat, Indonesia. Pada awal tahun 2021, terdapat kejadian longsor yang mengakibatkan 64 orang menjadi korban. Telah dilakukan beberapa penelitian oleh pemerintah untuk menentukan penyebab terjadinya longsor di lokasi tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeteksi lokasi lain di daerah ini yang memiliki potensi longsor. Pendekatan pertama yang dilakukan adalah pendekatan regional berdasarkan data satelit untuk mengklasifikasikan informasi potensi berdasarkan data kemiringan lahan dan tutupan lahan dari data remote sensing. Pendekatan kedua adalah pendekatan investigasi secara lokal menggunakan GPR yang merupakan metode elektromagnetik. Metode ini dapat mendeteksi keberadaan microcracking yang terdapat di bawah permukaan untuk mengevaluasi klasifikasi longsor dari data remote sensing.  Berdasarkan analisis microcracking, dihasilkan daerah aman dari longsor dengan klasifikasi secara kualitatif dari potensi tinggi ke rendah.
Pemodelan Metode Resistivitas 4D untuk Identifikasi Penyebab Longsor di Wilayah Asrama Kampus Lapangan Geologi Karangsambung Azelia Maudine Khadijah Fahira; Iskandarsyah; Agus Kuswanto; Junaedi Abdulah
Jurnal Geosains Terapan Vol 6 No 2 (2023): Jurnal Geosains Terapan
Publisher : Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah longsor di Asrama Kampus Lapangan Geologi Karangsambung mulai Agustus - November 2022 menyebabkan tembok bergeser hingga membelok. Pada Agustus 2023, pergeseran tembok sekitar 1,5 meter kembali terjadi pada zona yang mengalami longsor sebelumnya. Litologi di bawah permukaan didominasi batulempung yang tidak dapat mengalirkan air tanah. Pengamatan sumur pompa menunjukkan naiknya muka air tanah setelah penyedotan, menandakan kandungan air tinggi di bawah permukaan, yang dapat disebabkan oleh curah hujan ringan yang berkepanjangan. Pergerakan air tanah perlu dimodelkan untuk mengidentifikasi arah aliran air dari resapan hujan ke bawah permukaan. Pemodelan metode resistivitas 4D sebanyak 4 kali dan jarak waktu 3 jam menunjukkan air hujan meresap pada lapisan tanah timbunan, menyebar ke arah timur, selatan, dan barat laut. Air dari selatan dan timur mengalir ke tenggara kedalaman 4 – 20 meter, sementara dari barat laut menuju kedalaman 8 – 23 meter. Air terperangkap di atas bidang gelincir lempung lanauan, terutama di tenggara yang mendekati zona longsor. Curah hujan ringan berkepanjangan terjadi 14 kali dari Januari - November 2022, dengan puncaknya pada 13 - 17 Juli 2022 sebesar 22,65 mm/hari. Dengan demikian, penyebab tanah longsor di daerah penelitian adalah air resapan hujan ringan berkepanjangan yang mengalir ke bawah zona longsor dan terperangkap pada bidang gelincir lempung lanauan.