Urwatul Wusqa
Universitas Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemetaan Zona Potensi Likuefaksi Berdasarkan Korelasi Spasial dari Pengukuran CPT di Kabupaten Lebak Provinsi Banten Vina Maunatul Maula; Urwatul Wusqa; Dyah Nindita Sahdarani
Jurnal Geosains Terapan Vol 5 No 2 (2022): Jurnal Geosains Terapan
Publisher : Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Lebak merupakan kabupaten yang termasuk ke dalam wilayah administratif Provinsi Banten. Kabupaten ini berlokasi di bagian barat Pulau Jawa yang terletak pada wilayah rawan gempa bumi dengan dua sesar terdekat yang berpotensi menghasilkan gempa bumi, yaitu Sesar Cimandiri dan Sesar Ujung Kulon. Dalam penelitian ini, dilakukan pemetaan zona potensi likuefaksi berdasarkan pengukuran Cone Penetration Test (CPT) untuk menghitung Liquefaction Potential Index (LPI) daerah penelitian. Untuk menghasilkan peta zona potensi likuefaksi, dilakukan pemodelan dengan dasar Sistem Informasi Geografis (SIG) dan melakukan komparasi perbandingan pemodelan dengan metode Inverse Distance Weighted (IDW) dan metode Ordinary Kriging (OK). Komparasi dilakukan dengan membandingkan nilai parameter error dari Mean Absolute Error (MAE), Root Mean Square Error (RMSE), dan Koefisien Determinasi (R²). Dari kedua metode tersebut, diketahui bahwa metode IDW menghasilkan pemodelan yang lebih akurat dibandingkan metode OK. Berdasarkan hasil pemodelan menggunakan metode IDW, zona potensi likuefaksi yang dihasilkan menunjukkan bahwa bagian utara dan selatan daerah penelitian memiliki potensi likuefaksi rendah. Sedangkan daerah yang memiliki potensi likuefiksi tinggi hingga sangat tinggi berada di pusat daerah penelitian yang terdapat dalam wilayah Desa Cibadak, Desa Cikulur, dan Desa Cimarga.
Analisis Potensial Longsor Menggunakan Investigasi Metode di Sumedang, Indonesia Iskandarsyah; Urwatul Wusqa; Satria Ajidarma Hadikusumo
Jurnal Geosains Terapan Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Geosains Terapan
Publisher : Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Longsor yang terjadi pada beberapa bulan belakangan menjadi bencana yang serius di daerah Sumedang, Jawa Barat, Indonesia. Pada awal tahun 2021, terdapat kejadian longsor yang mengakibatkan 64 orang menjadi korban. Telah dilakukan beberapa penelitian oleh pemerintah untuk menentukan penyebab terjadinya longsor di lokasi tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeteksi lokasi lain di daerah ini yang memiliki potensi longsor. Pendekatan pertama yang dilakukan adalah pendekatan regional berdasarkan data satelit untuk mengklasifikasikan informasi potensi berdasarkan data kemiringan lahan dan tutupan lahan dari data remote sensing. Pendekatan kedua adalah pendekatan investigasi secara lokal menggunakan GPR yang merupakan metode elektromagnetik. Metode ini dapat mendeteksi keberadaan microcracking yang terdapat di bawah permukaan untuk mengevaluasi klasifikasi longsor dari data remote sensing.  Berdasarkan analisis microcracking, dihasilkan daerah aman dari longsor dengan klasifikasi secara kualitatif dari potensi tinggi ke rendah.
Korelasi Nilai Standard Penetration Test (SPT) dan Cone Penetration Test with Pore Pressure Measurement (CPTu) untuk Estimasi Daya Dukung Tanah di Kota Batam, Kepulauan Riau Firli Rahmadian; Asri Oktavioni Indraswari; Urwatul Wusqa
Jurnal Geosains Terapan Vol 7 No 1 (2024): Jurnal Geosains Terapan
Publisher : Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64986/jgt.v7i1.120

Abstract

Penelitian ini menganalisis hubungan antara hasil uji SPT dan CPTu untuk estimasi daya dukung tanah (qa) di daerah dengan litologi Formasi Semarung dan Pancur, yang terdiri atas batupasir arkosik, batulempung, batuserpih, dan konglomerat. Data terdiri dari 20 titik uji SPT dan 14 titik uji CPTu, masing-masing pada tiga kedalaman sejajar. Nilai qa dihitung dari N-SPT menggunakan rumus Bowles, kemudian dikorelasikan secara linier dengan parameter CPTu, yaitu tahanan ujung konus (qc) dan hambatan selubung (fs). Sebanyak 30 pasang sampel digunakan untuk analisis, dibagi menjadi 24 pasang untuk korelasi dan 6 pasang untuk validasi. Hasil menunjukkan bahwa korelasi qc terhadap qa memiliki koefisien determinasi (R²) 0,7302 dengan akurasi 90% (MAPE 10%), sedangkan fs terhadap qa memiliki R² 0,7169 dengan akurasi 87% (MAPE 13%). Model terbaik (qc–qa) digunakan untuk menghitung daya dukung seluruh titik CPTu dan digabungkan dengan hasil SPT dalam peta sebaran daya dukung. Hasilnya menunjukkan variasi nilai yang dipengaruhi oleh kondisi geologi seperti jenis litologi, topografi, dan kedalaman.