Yunis Sulistyorini
Universitas Insan Budi Utomo

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGEMBANGAN E-MODUL DENGAN PENDEKATAN INQUIRY BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING Riskia Faza Nisfah; Yunis Sulistyorini
Jurnal Ilmiah Matematika Realistik Vol. 6 No. 1 (2025): JURNAL ILMIAH MATEMATIKA REALISTIK
Publisher : Universitas Teknokrat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33365/ji-mr.v6i1.597

Abstract

Penelitian ini dilakukan sebagai upaya penyesuaian pendidikan terhadap perkembangan teknologi dengan membuat e-modul pembelajaran matematika yang berfokus pada materi kesebangunan menggunakan metode inquiry sebagai pendekatan dan PBL (Problem Based Learning) sebagai basinya. E-modul merupakan buku berbentuk digital yang dapat dimanfaatkan untuk mencapai tujuan peningkatan minat belajar peserta didik karena memiliki tampilan yang menarik. Penggunaan metode pembelajaran inquiry dan PBL (Problem Based Learning) bertujuan sebagai sarana agar partisipasi peserta didik mengalami peningkatan ketika mengikuti kegiatan belajar mengajar, sekaligus sebagai pelatihan pemecahan masalah dengan berfikir kritis dengan bantuan berupa petunjuk, dan bimbingan dari guru selama proses penemuan tersebut berlangsung sebagai upaya dalam mengantisipasi terjadinya kebingungan yang dialami oleh peserta didik. R&D merupakan pendekatan yang dipakai pada studi ini dan ADDIE sebagai model pengembangannya. Subjek penelitian sebagai uji coba yang digunakan diambil dari peserta didik di SMP PGRI Jabung yang menduduki kelas VII. Beberapa instrumennya berupa lembar validasi para ahli, angket tanggapan peserta didik, serta soal post-test sebagai alat ukur uji keefektifan. Hasil validasi dari e-modul yang dikembangkan menunjukkan bahwa dari segi isi, struktur, dan tampilannya tergolong sangat layak. Penerapan e-modul dalam pembelajaran menunjukkan peningkatan tingkat partisipasi peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung, serta kemampuan mereka dalam menemukan solusi permasalahan secara sistematis. Dengan demikian, e-modul ini dapat dijadikan sebagai media pembelajaran inovatif yang mendukung penerapan pendekatan pembelajaran aktif dan bermakna.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARANMATEMATIKA BERBASIS ADOBE FLASH DI SEKOLAH DASAR Asri Putri Anugraini; Rachmawati; Yunis Sulistyorini
Jurnal Ilmiah Matematika Realistik Vol. 6 No. 2 (2025): JURNAL ILMIAH MATEMATIKA REALISTIK
Publisher : Universitas Teknokrat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33365/ji-mr.v6i2.974

Abstract

Pendidikan merupakan faktor penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Salah satu elemen kunci dalam proses pembelajaran yang efektif adalah interaksi yang baik antara guru, siswa, dan media pembelajaran. Media pembelajaran memiliki peran penting dalam membantu guru menyampaikan materi, terutama untuk mata pelajaran yang abstrak seperti matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran matematika berbasis. Adobe Flash di Sekolah Dasar yang dapat mengubah konsep abstrak menjadi lebih konkret dan mudah dipahami. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Tahapan penelitian meliputi Analisis, mengidentifikasi kebutuhan pembelajaran melalui observasi, wawancara, dan studi kurikulum.Perancangan, membuat flowchart dan storyboard untuk merancang media. Pengembangan, membuat media di Adobe Flash CS6 dan menyusun instrumen uji coba. Implementasi, melakukan uji coba terbatas pada 10 siswa kelas IV dan uji coba lapangan pada 20 siswa di SD Negeri 2 Jenggolo, Kabupaten Malang. Evaluasi, mengevaluasi kelayakan media, respons pengguna, dan pengaruhnya terhadap hasil belajar melalui tes dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan layak digunakan. Media ini efektif karena menggabungkan aspek visual, audio, animasi, dan interaktivitas, sehingga meningkatkan motivasi belajar dan pemahaman materi siswa. Siswa menunjukkan antusiasme tinggi saat menggunakan media dibandingkan metode konvensional. Namun, media ini memiliki kelemahan yaitu ketergantungan pada perangkat dengan spesifikasi tertentu dan penggunaan teknologi Adobe Flash yang mulai usang. Oleh karena itu, disarankan pengembangan media sejenis menggunakan teknologi modern seperti HTML5 agar lebih kompatibel dan berkelanjutan. Secara keseluruhan, media pembelajaran berbasis Adobe Flash ini memberikan kontribusi positif dalam proses pembelajaran matematika di SD.
Mapping Conceptual Domains and Bridging Concepts in Technology-Enhanced Mathematics Learning: A Bibliometric Study Siti Aminah; Yunis Sulistyorini
AlphaMath : Journal of Mathematics Education Alphamath: Vol. 12, No. 1, May 2026
Publisher : Department of Mathematics Education, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/alphamath.v12i1.30366

Abstract

This study examines the research landscape of recent studies in students’ acceptance in technology-enhanced mathematics learning, an increasingly important issue as digital technologies become more widely integrated into mathematics education. Although research in this area has expanded in recent years, previous studies have often treated technological, pedagogical, and cognitive–psychological factors separately, leading to a fragmented understanding of students’ acceptance. This study aimed to map the development of the field, identify its major conceptual domains, examine the interactions among these domains, and explain their implications for future mathematics education research and practice. A bibliometric design was employed using data from the Scopus database. After a systematic screening process, 883 publications published between 2015 and 2026 were analyzed. Publication trend analysis and keyword co-occurrence mapping were conducted using VOSviewer. From 5,259 extracted keywords, 196 met the minimum occurrence threshold and were included in the final analysis. Findings reveal that publication output grew substantially, from 35 articles in 2015 to a peak of 248 in 2025. Furthermore, three major conceptual domains were examined: technology-enhanced mathematics pedagogy, instructional practices and teacher professional development, and cognitive–psychological aspects of mathematics learning. The analysis also reveals bridging concepts, particularly problem solving, motivation, student engagement, learning, and cognition. The novelty of this study lies in its integrative mapping of these domains and their bridging concepts, contributing to a more holistic understanding of students’ acceptance and informing the design of more meaningful technology-enhanced mathematics learning environments.
Peningkatan Kesadaran Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Melalui Edukasi Partisipatif pada Siswa MI Tarbiyatussubyan Widia Ayu Usmilawati; Siti Napfiah; Nok Izatul Yazidah; Yunis Sulistyorini
ServeInnovate: Journal of Applied Community Engagement (SJACE) Vol. 1 No. 2 (2026): ServeInnovate: Journal of Applied Community Engagement (SJACE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67219/6cpxy512

Abstract

Clean and Healthy Living Behavior (CHLB) is an important foundation for developing a healthy and productive young generation. This community service program aimed to improve the awareness and understanding of upper-grade students (Grades IV, V, and VI) at MI Tarbiyatussubyan regarding personal hygiene and environmental sanitation. The activity employed a participatory educational approach consisting of interactive lectures, demonstrations of proper handwashing techniques based on World Health Organization (WHO) standards, and simulations on selecting healthy snacks. A total of 65 students participated in the program. Evaluation was conducted using pre-test, post-test, and behavioral observation methods. The results showed an improvement in students’ understanding of clean and healthy living behaviors, with the average score increasing from 60% before the activity to 85% after the intervention. In addition, students demonstrated better handwashing practices and greater awareness of waste management and classroom cleanliness. These findings indicate that interactive and participatory health education is effective in improving students’ knowledge and promoting positive behavioral changes related to clean and healthy living habits in the school environment.