p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal FORTE JOURNAL
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL DAUN ASAM KANDIS (Garcinia xanthochymus Hook.f. ex T. Anderson) DENGAN METODE ABTS Hanafis Sastra Winata; Hendri Faisal; Muhammad Andry; Ayu Wulan Putri Selayan; Muhammad Amin Nasution
FORTE JOURNAL Vol 4 No 2 (2024): Edisi Juli 2024
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/fj.v4i2.931

Abstract

Antioksidan adalah zat yang memiliki kemampuan untuk memperlambat, mencegah, atau menghilangkan kerusakan oksidatif terhadap molekul target seperti protein, lipid, dan deoxyribonucleic acid (DNA). Antioksidan memainkan peran penting dalam menetralkan dan menghancurkan radikal bebas. Beberapa tanaman diketahui dapat berperan sebagai antioksidan, salah satunya adalah tanaman asam kandis. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun asam kandis serta kandungan senyawa kimia ekstrak etanol daun asam kandis. Studi eksperimental ini bertujuan untuk mengetahui sifat antioksidan ekstrak daun asam kandis (Garcinia xanthochymus) dalam pelarut etanol, dalam penelitian ini menggunakan metode ABTS. Hasil analisis nilai IC50 menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun asam kandis memiliki nilai IC50 sebesar 31,32 μg/mL pada metode ABTS yang artinya memiliki aktivitas antioksidan dalam kategori sangat kuat (IC50. < 50 mcg/ml). Pada vitamin c sebagai pembanding dengan metode ABTS memiliki nilai IC50 sebesar 48,81 μg/mL yang artinya memiliki aktivitas antioksidan dalam kategori sangat kuat. Hal ini menunjukkan sampel ekstrak etanol daun asam kandis Garcinia xanthocymus memiliki potensi untuk menjadi alternatif sebagai penggunaan aktivitas antioksidan alami. kesimpulan dalam penelitian ini adalah Ekstrak etanol daun asam kandis menunjukkan adanya aktivitas antioksidan berdasarkan pengujian dengan metode pemerangkapan radikal bebas ABTS dengan nilai IC50 adalah 31,32 μg/ml kategori sangat kuat.
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN KRIM PELEMBAB DAN ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL BUAH ARA (Ficus racemosa L.) Muhammad Andry; Hanafis Sastra Winata; Indra Ginting; Khairani Fitri; Tetty Noverita Khairani; Ulfa Melyza; Muhammad Amin Nasution
FORTE JOURNAL Vol 4 No 2 (2024): Edisi Juli 2024
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/fj.v4i2.932

Abstract

Tumbuhan ara (Ficus racemosa L.) sangat memiliki khasiat sebagai antidiare, antiinflamasi, antioksidan dan lain sebagainya. Antioksidan dalam krim berfungsi sebagai pelembab untuk melindungi kulit dari radikal bebas dengan cara membentuk lapisan lemak tipis di permukaan kulit dan memperlambat kerusakan akibat proses oksidasi. Tujuan penelitian adalah untuk membuat formulasi dari sediaan krim pelembab dengan menggunakan  ekstrak etanol buah ara (Ficus racemosa L.) sebagai pelembab alami kulit dan menentukan konsentrasi terbaik yang memenuhi persyaratan standar Farmakope Indonesia. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental. pembuatan ekstrak buah ara dilakukan dengan cara maserasi, konsentrasi ekstrak buah ara ditambahkan ke dalam sediaan formulasi krim 10%, 20% dan 30%. Pengujian sediaan meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, tipe krim, viskositas, iritasi, hedonik dan stabilitas. Analisis data menggunakan uji anova. Hasil menunjukkan sediaan krim pelembab memenuhi syarat evaluasi fisik sediaan yaitu memiliki tekstur semi solid, dengan aroma pewangi krim, warna pada setiap formula berbeda beda, F0 berwarna putih, formula F1 (10%) coklat muda, F2 (20%) coklat pekat, F3 (30%) Coklat hitam. Semua sediaan homogen dan tidak mengiritasi kulit. Memiliki pH berkisar 5-6,3, daya sebar 5-6,7 cm dengan viskositas 9326-13918 Cs, uji stabilitas dengan metode cycling test selama 12 hari memiliki stabilitas yang baik. Hasil rata-rata persentase peningkatan kelembaban pada F0 (17,77%), F1 (35,57%), F2 (49,87%), F3 (51,93%) dan kontrol positif (56,5%). Hasil analisis data menggunakan uji anova menunjukkan ada perbedaan yang signifikan dari ketiga konsentrasi yang diuji. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan sediaan krim pelembab yang diformulasikan dapat melembabkan kulit secara alami, dan disetiap minggunya terjadi peningkatan kelembaban kulit. dan konsentrasi terbaik sediaan krim pelembab yaitu F3 dengan konsentrasi ekstrak 30%.