Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan Penderita Diabetes Melitus melalui Terapi Komplementer Pembuatan Sari Pati Bengkoang dan Akupresur Yuli Astuti; Dewi Nur Sutiawati; Uum Safari; Tatik Setiarini; Monika Blesinki
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v5i2.2819

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang terus meningkat dan menyebabkan komplikasi makrovaskular maupun mikrovaskular. Pengendalian kadar glukosa darah yang optimal menjadi kunci utama dalam pencegahan komplikasi. Pendekatan terapi komplementer seperti pemanfaatan bahan herbal dan teknik akupresur dapat membantu menurunkan kadar glukosa darah secara nonfarmakologis serta meningkatkan kualitas hidup penderita DM.. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan penderita DM dalam memanfaatkan terapi komplementer melalui pembuatan sari pati bengkoang dan praktik akupresur mandiri di kelurahan pondok ranggon. Metode yang digunakan meliputi edukasi kesehatan, demonstrasi pembuatan sari pati bengkoang, pelatihan teknik akupresur dan evaluasi pemahaman peserta melalui pre-test dan post-test. Data menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan pada 21 peserta yaitu dari rata- rata pengetahuan 4.67 meningkat menjadi 9.13. Hasil pengabdian masyarakat menunjukan adanya peningkatan pengetahuan dalam penerapan terapi komplementer sebagai upaya pengendalian kadar glukosa darah pada penderita DM. Pendekatan terapi komplementer berbasis potensi lokal seperti sari pati bengkoang dan teknik nonfarmakologis sederhana seperti akupresur dapat menjadi strategi promotif dan preventif yang efektif dalam pengelolaan diabetes melitus di masyarakat.
PENERAPAN DIFFUSER INHALER EUCALYPTUS AROMATHERAPY UNTUK MENGATASI MASALAH BERSIHAN JALAN NAFAS TIDAK EFEKTIF PADA ANAK YANG MENGALAMI ISPA Dewi Nur Sutiawati; Tatik Setiarini
Medical Nurse Journal Vol.2 No.1 (2025 Jun)
Publisher : Universitas Bhakti Asih Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65344/menu.v2i1.111

Abstract

Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) adalah penyakit infeksi bersifat akut yang menyebabkan kesakitan dan kematian anak paling banyak terutama dinegara berkembang, termasuk Indonesia. Virus atau bakteri melakukan invasi pada saluran pernapasan atas menjadi kuman berlebih, kemudian terjadi proses peradangan dan akhirnya terdapat penumpukan sekret di bronkus yang mengakibatkan terjadinya masalah keperawatan yaitu bersihan jalan napas yang tidak efektif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan intervensi terapi inhalasi difusser aromatherapy eucalyptus terhadap masalah bersihan jalan napas yang tidak efektif pada pasien ISPA. Metode penelitian menggunakan studi kasus. Dalam penelitian ini, terdapat 2 pasien anak yang menderita ISPA sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil penelitian studi kasus setelah dilakukan intervensi selama 6 hari di dapatkan bersihan jalan nafas pasien kembali efektif dibuktikan dengan tidak adanya penumpukan sekret, batuk, dan suara nafas tambahan ronkhi berkurang. Dapat disimpulkan bahwa penerapan terapi inhalasi difusser aromatherapy eucalyptus bermanfaat untuk mengatasi masalah bersihan jalan napas yang tidak efektif pada anak penderita ISPA.