Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang terus meningkat dan menyebabkan komplikasi makrovaskular maupun mikrovaskular. Pengendalian kadar glukosa darah yang optimal menjadi kunci utama dalam pencegahan komplikasi. Pendekatan terapi komplementer seperti pemanfaatan bahan herbal dan teknik akupresur dapat membantu menurunkan kadar glukosa darah secara nonfarmakologis serta meningkatkan kualitas hidup penderita DM.. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan penderita DM dalam memanfaatkan terapi komplementer melalui pembuatan sari pati bengkoang dan praktik akupresur mandiri di kelurahan pondok ranggon. Metode yang digunakan meliputi edukasi kesehatan, demonstrasi pembuatan sari pati bengkoang, pelatihan teknik akupresur dan evaluasi pemahaman peserta melalui pre-test dan post-test. Data menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan pada 21 peserta yaitu dari rata- rata pengetahuan 4.67 meningkat menjadi 9.13. Hasil pengabdian masyarakat menunjukan adanya peningkatan pengetahuan dalam penerapan terapi komplementer sebagai upaya pengendalian kadar glukosa darah pada penderita DM. Pendekatan terapi komplementer berbasis potensi lokal seperti sari pati bengkoang dan teknik nonfarmakologis sederhana seperti akupresur dapat menjadi strategi promotif dan preventif yang efektif dalam pengelolaan diabetes melitus di masyarakat.
Copyrights © 2026