Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PELATIHAN BUDIDAYA MAGGOT (BSF) BLACK SOLDIER FLY SEBAGAI PAKAN ALTERNATIF AYAM PETELUR DI KELOMPOK TERNAK SEJAHTERA FARM KEDIRI Dian Afikasari; Rifa’i Rifa’i; Rico Angriawan; Diyah Ayu Candra; Camal Adi Maskur; Choirul Hana; Anang Darunaja
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Abdikmas
Publisher : LPPM Universitas Kahuripan Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/abdikmas.v2i2.761

Abstract

Masalah baru yang dihadapi peternak adalah kenaikan harga pakan ternak, yang akan memaksa peternak mencari alternatif lain untuk menekan biaya pakan. Budidaya maggot merupakan solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut sebagai alternatif pakan ternak berprotein tinggi. Pengabdian kepada masyarakat ini memberikan kegiatan pelatihan penangkaran maggot sebagai alternatif pakan ternak di kalangan kelompok ternak sejahtera. Metode pelaksanaan berupa ceramah, diskusi, dan latihan. Hasil dari pengabdian ini adalah antusiasme masyarakat terhadap pelatihan ini, terbukti dengan partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan dari awal sampai akhir dan banyaknya peserta yang aktif dalam diskusi dan interaksi tanya jawab. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pelatihan budidaya maggot berhasil dan peternak dapat memahami pentingnya limbah dalam budidaya maggot sebagai alternatif pakan ayam petelur.
KUALITAS KOLOSTRUM SAPI PERAH FRIESIEN HOLSTEIN (FH) DENGAN UMUR KOLOSTRUM YANG BERBEDA DITINJAU DARI KADAR LEMAK Puguh Surjowardojo; Hanum Muarifa; Rifa’i Rifa’i; Ike Mawarni Handayani
Jurnal Agriovet Vol. 5 No. 1 (2022): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/agriovet.v5i1.843

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui kadar lemak kolostrum sapi FH pada umur kolostrum yang berbeda yang dipelihara secara intensif di Peternakan Rakyat Koperasi Peternakan Sapi Perah (KPSP) yang berlokasi di Kecamatan Tutur, Nongkojajar, Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Materi yang digunakana dalam penelitian ini adalah kolostrum dari induk 37 sapi perah FH yang laktasi, sampel yang diambil meliputi hari pemerahan ke 1, ke 2, ke 3 dan ke 4 dengan waktu pemerahan pagi dan sore. Data penelitian dianalisis menggunakan regresi linier sederhana. Hasil dari penelitian menunjukkan rata-rata kadar lemak kolostrum sapi perah FH pada periode laktasi 1,2,3 dan 4 hasil pemerahan pagi berkisar antara 6,49 - 8,56%, sedangkan rataan kadar lemak hasil pemerahann sore berkisar antara 6,43 – 9,35%. Hubungan antara hari pemerahan dengan kadar lemak kolostrum pagi sapi perah dari persamaan regresi Y= 9,217 + (-0,719)X dan persamaan regresi Y= 10,287 + (-0,822)X pada sore hari yang artinya setiap peningkatan 1 hari pemerahan, maka nilai kadar lemak menurun sebesar 0,719 pada pagi hari dan nilai kadar lemak menurun sebesar 0,822 pada sore hari. Sedangkan nilai koefisien relasi (r) pagi diperoleh 0,267 dan nilai koefisien relasi (r) sore diperoleh 0.325, menunjukan adanya hubungan positif yang rendah antara hari pemerahan dengan kadar lemak kolostrum pada pagi dan sore hari. Nilai koefisien determinasi (R2) pada pagi hari sebesar 7,1% dan 10,6% pada sore hari, artinya hari pemerahan berpengaruh hanya 7,1% (pagi) dan 10,6% (sore) terhadap kadar lemak kolostrum serta 92,9% (pagi) dan 89,4 % (sore) ditentukan oleh faktor lain.
PENGARUH LEVEL PEMBERIAN STARBIO TERHADAP NILAI CERNA JERAMI PADI AMONIASI: Badat Muwakhid; Rifa’i Rifa’i; Joko Subagyo
Jurnal Agriovet Vol. 5 No. 2 (2023): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/agriovet.v5i2.978

Abstract

Penelitian bertujuan mengetahui kualitas jerami padi terfermentasi starbio dan ditambah urea agar dapat didayagunakan lebih baik sebagai bahan pakan. Hasil yang diperoleh bermanfaat untuk memecahkan masalah pemanfaatan jerami padi sebagai pakan ternak. Penelitian menggunakan metode percobaan dengan rancangan acak lengkap (RAL). Perlakuan berupa jumlah starbio 0,2 %, 0,4 % dan 0,6 %, dan urea 0,6 % dari total BK. Masing-masing perlakuan diulang 4 kali. Inkubasi dilakukan selama 21 hari. Nilai cerna jerami padi diukur melalui teknik invitro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan starbio pada jerami padi yang disertai dengan penambahan urea 0,6 % tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap nilai kecernaan bahan kering (KcBK) maupun nilai kecernaan bahan organik (KcBO). Rata-rata KcBK hasil perlakuan pemberian starbio 0,2 %, 0,4 % dan 0,6 % berturut-turut 36,13%, 36,71%, 37,13%, sedangkan rata-rata hasil perlakuan yang sama pada KcBO berturut-turut 46,58%, 49,23%, 51,57%. Dilihat dari angka nilai rata-rata KcBK dan KcBO, pemberian starbio dan urea pada jerami padi cenderung meningkatkan nilai kecernaan bahan kering dan nilai kecernaan bahan organik. Disarankan untuk dilakukan penelitian lebih lanjut tentang pengaruh pemberian starbio dan urea terhadap kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik dengan memperhatikan faktor suhu selama inkubasi
EVALUASI KARAKTERISTIK PETERNAK TERHADAP PRODUKSI SAPI BALI DI KABUPATEN BELU, NUSA TENGGARA TIMUR Edelnia Kristina Bere; Rifa’i Rifa’i
Jurnal Agriovet Vol. 3 No. 2 (2021): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/agriovet.v3i2.474

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuanmasyarakat tentang manajemen pemeliharaan sapi Bali. Penelitian inidilaksanakan di kecamatan Tasifeto Timur dan Tasifeto Barat diKabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur pada bulan Oktober-Desember2018. Permasalahan yang ingin diketahui adalah bagaimanakarakteristik peternak terhadap produksi sapi Bali. Metode penelitiandengan melakukan wawancara kepada 50 orang responden peternak.Teknik purposive sampling digunakan dalam penelitian ini danvariabel yang diamati antara lain: tingkat pendidikan, umur beternakdan lama beternak terhadap produksi sapi Bali. Analisis statistikdeskriptif digunakan untuk menggambarkan karakteristik peternak.Hasil dari penelitian adalah karakteristik peternak sapi Bali dikecamatan Tasifeto Timur dan Tasifeto Barat Kabupaten Beluberdasarkan tingkat pendidikan sebagian besar hanya mengayomipendidikan Sekolah Dasar sebanyak 27 orang atau 54%, umur beternakrata-rata 25-54 tahun atau 58% dan berdasarkan lama beternak 88%rata-rata >10 tahun dan jumlah pakan 100% menggunakan limbah sisapertanian. Kata Kunci : Karakteristik Peternak, Sapi Bali
TINGKAT MOTIVASI PETERNAK DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN HIDUP KELUARGA (Studi Kasus Kelompok Ternak Jaya Bersama Kelurahan Massepe Kecamatan Tellu Limpoe Kabupaten Sidenreng Rappang) Angga Nugraha; Armayani Armayani; Muhammad Rais Rahmat Razak; Rifa’i Rifa’i
Jurnal Agriovet Vol. 3 No. 2 (2021): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/agriovet.v3i2.545

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pada tingkatan mana motivasi peternak dalam beternak sapi potong dengan mengukur kebutuhan hidup keluarga. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus hingga September 2020 pada kelompok ternak Jaya Bersama dengan total responden 30 anggota kelompok ternak dengan mengambil seluruh jumlah populasi peternak yang berada dalam kelompok ternak jaya Bersama. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dengan menggunakan tabel distribusi frequensi. Hasil penelitian menjelaskan bahwa pemenuhan kebutuhan di Kelurahan Massepe Kab. Sidenreng Rappang yaitu mendapatkan skoring 89, berada pada kategori Sedang. Berdasarkan hasil tersebut diketahui bahwa pemeliharaan sapi potong bukanlah pekerjaan pokok peternak melainkan hanya bersifat sampingan karena jika mengandalkan dari usaha pertanian yang merupakan usaha pokok tidaklah cukup. Usaha tani komoditi pertanian yang dikombinasikan dengan sistem usaha bagi hasil ternak sapi potong dapat menambah pendapatan petani/peternak sehingga kesejahteraannya dapat meningkat. Kata Kunci : Motivasi, peternak, sapi potong, kelompok ternak, kebutuhan
PRODUKSI KOLOSTRUM SAPI PERAH FRIESIAN HOLSTEIN (FH) PADA PERIODE LAKTASI YANG BERBEDA Puguh Surjowardojo; Tri Eko Susilorini; Rifa’i Rifa’i
Jurnal Agriovet Vol. 4 No. 1 (2021): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/agriovet.v4i1.574

Abstract

Penelitian ini dibuat dengan tujuan untuk mengetahui produksikolostrum pada sapi perah FH dengan periode laktasi yang berbeda.Metode penelitian menggunakan studi kasus di Koperasi PeternakanSapi Perah (KPSP) Setia Kawan, Nongkojajar, Kecamatan Tutur,Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur sebagai tempatpemeliharaan sapi perah FH laktasi. Materi yang digunakan dipenilitian adalah sapi perah FH laktasi sebanyak 37 ekor. Pengambilansampel dilakukan secara purposive sampling. Hasil penelitianmenunjukkan produksi kolostrum pada periode laktasi 2,3,4, dan 5masing-masing dalam satuan liter/ekor/hari yaitu 7.72 ± 2.64, 9.09 ±1.89, 10.80 ± 1.28, 9.04 ± 2.61 liter/ekor/hari Kesimpulan daripenelitian tren produksi kolostrum pada sapi perah FH meningkat dariperiode laktasi ke 2 sampai periode laktasi ke 4, setelahnya trenproduksi kolostrum mengalami penurunan.Kata Kunci : Kolostrum, Sapi perah, Produksi
Trichoderma viride PADA FERMENTASI LIMBAH GARUT TERHADAP KADAR PROTEIN KASAR (PK) DAN SERAT KASAR (SK) Badat Muwakhid; Djoko Subagyo; Rifa’i Rifa’i
Jurnal Agriovet Vol. 4 No. 1 (2021): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/agriovet.v4i1.596

Abstract

Konsentrasi penggunaan Trichoderma viride yang terkandung dalamprotein kasar (PK) dan serat kasar (SK) pada proses fermentasi limbahgarut memiliki pengaruh sehingga perlu dilakukan penelitian untukmengetahui tingkat konsentrasi yang digunakan. Dalam hal ini metodepenelitian yang sesuai yaitu metode percobaan Rancangan AcakLengkap dengan Pola Faktoral : 3 x 3 dengan 4 ulangan. Variabel yangdiamati dan dilakukan pengukuran merupakan zat yang terkandungyakni protein kasar dan serat kasar dengan menggunakan analisaproksimat. Data hasil pada penelitian ini dapat dilihat bahwa rataankandungan serat kasar (SK) dan protein kasar (PK) limbah garutpada masing masing perlakuan konsentrasi K1 protein kasar 3,50 %dan serat kasar 8,68 %, K2 protein kasar 3,75 % dan serat kasar 8,52%, K3 protein kasar 3,82 % dan serat kasar 8,34 %. Kesimpulanfermentasi limbah garut menggunakan inoculum Trichoderma viridekandungan protein kasar meningkat dan kandungan serat kasarmengalami penurunan.Kata Kunci : Fermentasi, Limbah garut, Trichoderma viride
PENGARUH PERSENTASE PENGGUNAAN MALAM LEBAH (BEESWAX) TERHADAP MUTU POMADE PROPOLIS Guruh Prasetyo; Moch. Junus; Rifa’i Rifa’i
Jurnal Agriovet Vol. 4 No. 2 (2022): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/agriovet.v4i2.732

Abstract

 Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek lilin lebah terhadapkualitas organoleptik propolis pomade. Bahan penelitian yang digunakanadalah malam lebah (beeswax) yang diperoleh dari peternak lebah serta tokoonline di kota Surabaya. Ekstrak propolis dihasilkan dari extraksi saranglebah tanpa sengat yang didapatkan dari peternak lebah pak Tarsa’iPasuruan. Minyak herbal yang diperoleh dari toko online yang berlokasi diJakarta, dan protaleum jelly yang diperoleh di toko bahan kimia Bromo KotaMalang. Alat-alat yang digunakan adalah kompor LPG, panci double boiling, spatula, timbangan, pipet tetes, gelas ukur, dan jar aluminiu /pot pomade.Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen menggunakanRancangan Acak Lengkap dengan 3 perlakuan dan 5 kali ulangan. Perlakuandalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Penggunaan lebah malam(beeswax) 10%, 15% dan 20% volume pomade. Data yang diperoleh daripenelitian ini akan dianalisis menggunakan ANOVA (Analysis of variance).Jika ada efek yang signifikan, dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil(BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan malam lebah telahmemberikan efek yang berbeda pada warna dan bau kualitas propolis pomade(T <0,05). Sedangkan pada kualitas tekstur memberikan pengaruh yangberbeda nyata (T> 0,05). Kesimpulannya adalah penggunaan lilin lebah telahmemberikan efek yang berbeda pada pomade propolis organoleptikberkualitas. Berdasarkan hasil penelitian disarankan bahwa penggunaan lilinlebah dapat menjadi alternatif sebagai pengisi dalam pembuatan propolispomade.Kata Kunci : lilin lebah, lebah madu, pomade, propolis   The purpose of this research was to find the effect of beeswax to thepropolis pomade organoleptic quality. The research material usedbeeswax obtained from beekeepers in Surabaya. The propolis was fromthe Tarsai beekeeper in Pasuruan, herbs oil obtained from the JakartaOptima shop, and the protaleum jelly obtained at the Bromo chemicalstore. The tools used are LPG stoves, double boiling pans, spatulas,scales, drop pipettes, measuring cups, and aluminum pomade jar. Theresearch method used was an experiment using a ompletelyrandomized design with 3 treatments and 5 repetitions. The treatmentsin this study are as follows: Use beeswax 10%, 15% and 20% ofpomade volume Data obtained from this study will be analyzed usingANOVA (Analysis of variance). If there was significant effect,continue by Least Significant Different (LSD). The results showed ofthat the use of beeswax has give different effects on the colour andsmell quality of propolis pomade (T<0.05). While on texture qualitydid give different significant effect (T>0.05). The conclusion was theuse of beeswax has give different effects on the organoleptic qualitypropolis pomade. Based on the results of the study it was suggestedthat used of beeswax can bee an alternative as a filler in makingpomade propolis.Key words: Beeswax, honey bee, pomade, propolis