Siti Nur Azizah
Universitas PGRI Semarang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS PENGGUNAAN GADGET TERHADAP PERILAKU PROSOSIAL MAHASISWA Siti Nur Azizah; Suhendri Suhendri; Eka Sari Setianingsih
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 10, No 11 (2025): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - NOVEMBER 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2025.v10i11.1174-1182

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan gadget terhadap perilaku prososial mahasiswa Universitas PGRI Semarang. Dalam konteks era digital, gadget menjadi sarana utama dalam komunikasi, pembelajaran, dan hiburan, namun juga berpotensi memengaruhi pola interaksi sosial mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis, dengan teknik observasi terstruktur dan wawancara mendalam kepada tiga mahasiswa yang dipilih secara purposive. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman, meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa menggunakan gadget rata-rata 4–10 jam per hari. Gadget memberikan dampak positif berupa kemudahan memperoleh informasi, meningkatkan komunikasi akademik, dan memperluas jaringan sosial. Namun, penggunaan berlebihan menurunkan empati, mengurangi intensitas interaksi tatap muka, dan memicu kecanduan digital. Meskipun demikian, sebagian besar mahasiswa masih menunjukkan perilaku prososial seperti membantu teman, berbagi, dan bekerja sama, terutama saat membatasi penggunaan gadget. Penelitian ini menyimpulkan bahwa gadget memiliki dua sisi pengaruh, yaitu mendukung perilaku prososial bila digunakan secara bijak, tetapi dapat melemahkannya jika digunakan secara berlebihan. Rekomendasi penelitian ini menekankan pentingnya pengendalian digital self-regulation dan pendidikan karakter sosial dalam lingkungan kampus untuk menjaga keseimbangan antara dunia virtual dan sosial nyata.