Janpatar Simamora
Universitas HKBP Nommensen Medan

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Implementation of Legislative Functions of The DPRD Asahan Regency for 2019-2024 Period from Perspective of Local Government Law in Indonesia Dean Rendienta Sembiring; Janpatar Simamora; Januari Sitohang
Sultan Agung Notary Law Review Vol 8, No 1 (2026): March 2026
Publisher : Program Studi Master of Notary Law (S2), Faculty of Law, Universitas Islam SUltan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/sanlar.v8i1.51958

Abstract

This study aims to analyze the implementation of the legislative function of the Regional House of Representatives (DPRD) of Asahan Regency for the 2019–2024 period from the perspective of regional government law in Indonesia. This research employs a combined normative-empirical juridical method by examining relevant statutory regulations and field data obtained through interviews and document studies. The results indicate that the legislative function of the DPRD of Asahan Regency has been implemented in accordance with the stages of regional regulation formation, namely the planning and drafting stage, the discussion stage, and the ratification and promulgation stage. However, in practice, several obstacles remain, including the suboptimal absorption of public aspirations and insufficient research in the preparation of academic manuscripts for draft regional regulations. The variation in the number of draft regional regulations and enacted regional regulations during the 2019–2024 period reflects the dynamics and challenges in implementing the legislative function. From the perspective of regional government law, strengthening public participation, optimizing the role of the DPRD secretariat, and improving the quality of academic manuscripts are necessary to ensure that regional legal products align with good governance principles and community needs.
Synergy between the North Sumatra Regional Police and the National Narcotics Agency of North Sumatra Province in Combating the Illicit Trafficking of Narcotics and Illegal Drugs Theresia Hutasoit; Janpatar Simamora; Ojak Nainggolan
Sultan Agung Notary Law Review Vol 8, No 1 (2026): March 2026
Publisher : Program Studi Master of Notary Law (S2), Faculty of Law, Universitas Islam SUltan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/sanlar.v8i1.52005

Abstract

In order to combat illicit narcotics trafficking in the Medan area—the provincial capital and the region with the highest level of narcotics circulation in North Sumatra—this study will examine the elements that help and those that hurt the cooperation between the North Sumatra Regional Police (Polda North Sumatra) and the National Narcotics Agency of North Sumatra Province (BNNP North Sumatra). This qualitative study confirmed the existence of operational synergy in the drug prevention, eradication, abuse, and illicit trafficking programs, as well as in the disclosure of large drug networks in combination, the existence of clear legal fees regarding cooperation between institutions, and a common vision.
Legal Analysis of the Application of the Principle of Balance in Marriage Agreements (Study of Supreme Court Decision Number 1362 K/Pdt/2024) Patrick Fransseda Naibaho; Janpatar Simamora; Roida Nababan
Jurnal Daulat Hukum Vol 9, No 1 (2026): March 2026
Publisher : Magister of Law, Faculty of Law, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jdh.v9i1.51841

Abstract

This study aims to analyze the regulation and implementation of marital agreements under the Indonesian Marriage Law and to examine the legal considerations of the Supreme Court in Decision Number 1362 K/Pdt/2024. This research employs a normative juridical method. The findings indicate that in Decision Number 1362 K/Pdt/2024, the Supreme Court affirmed that a prenuptial agreement containing an imbalanced clause where all marital assets become the wife’s property while all obligations are imposed upon the husband contradicts the principle of balance (the principle of equality). This decision emphasizes that freedom of contract in marital agreements is not absolute, but must be limited by the principles of substantive justice and the protection of the weaker party.
Peranan Lembaga Pemasyarakatan dalam Memberikan Pembinaan terhadap Narapidana Heldiora Silva Simamora; Janpatar Simamora
ALADALAH: Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora
Publisher : LP3M INSTITUT KH YAZID KARIMULLAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59246/aladalah.v3i1.1094

Abstract

A correctional institution is the final institution for the implementation of criminal justice which provides guidance to people who have committed a crime with the aim of changing the bad behavior of prisoners so that they can be accepted again in the midst of society outside and trying to protect prisoners from committing crimes again. In carrying out rehabilitation for criminals who are in prison, prisoners will have their rights fulfilled in accordance with the law that regulates them. Apart from that, they also have obligations that must be carried out while carrying out their prison term. However, there are many obstacles that make the process of coaching criminals less than optimal in its implementation, for example the lack of officers and experts, obstacles to infrastructure, and obstacles from the community and obstacles that come from the prisoners themselves who often put up resistance to the guard officers. So it is still often found that prisoners repeat crimes again because correctional institutions are not optimal in providing guidance.
Implementasi Kelayakan Penerapan Restorative Justice Oleh Kejaksaan Dalam Kasus Tipikor Dibawah 50 Juta Rejeki Parmon Purba; Janpatar Simamora
Judge : Jurnal Hukum Vol. 6 No. 04 (2025): Judge : Jurnal Hukum
Publisher : Cattleya Darmaya Fortuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/judge.v6i04.1828

Abstract

Tipikor merupakan suatu ancaman bagi masyarakat yang memberikan dampak destruktif terhadap pembangunan nasional, kepercayaan publik, serta legitimasi institusi negara. Namun, dalam praktiknya, terdapat kasus korupsi dengan nilai kerugian relatif kecil, seperti kategori sebesar Rp50.000.000, yang menimbulkan persoalan efisiensi penegakan hukum. Kondisi ini menimbulkan urgensi untuk meninjau kelayakan penerapan pendekatan restorative justice (RJ) dalam menangani tipikor dengan nilai kecil. Penelitian ini menerapkan suatu metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan studi kepustakaan untuk mengkaji sejauh mana konsep keadilan restoratif dapat dikaji oleh kejaksaan dalam penyelesaian perkara tipikor ringan, serta menilai efektivitas, hambatan dan tantangan implementasinya. Pendekatan ini dapat menurunkan tingkat pengulangan tindak pidana (recidivism), menghemat biaya dan memperkuat peran kejaksaan dalam pemulihan kerugian negara. Namun, penerapannya masih menghadapi hambatan normatif karena undang-undang tentang tipikor belum membuka ruang eksplisit bagi penyelesaian di luar peradilan. Maka dari itu, penerapan restorative justice terhadap tipikor kecil perlu dilakukan secara selektif, hati-hati, dan dengan pengawasan ketat sehingga diperlukan sinkronisasi antara kebijakan kejaksaan, peraturan perundang-undangan, dan persepsi masyarakat agar pendekatan ini dapat dijalankan tanpa mengurangi rasa keadilan publik.
Analisis Peran Kejaksaan Dalam Pelaksanaan Restorative Justice untuk Pencegahan Tindak Pidana Ulang Atau Residivisme Neeysha Nathani Sitorus; Janpatar Simamora
Judge : Jurnal Hukum Vol. 6 No. 04 (2025): Judge : Jurnal Hukum
Publisher : Cattleya Darmaya Fortuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/judge.v6i04.1881

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengevaluasi peran Kejaksaan Republik Indonesia padaaspek penerapan pendekatan Restorative Justice (keadilan restoratif) sebagai bagian darikebijakan penuntutan, serta menilai efektivitasnya dalam mencegah terjadinya residivisme atautindak pidana ulang. Latar belakang penelitian berangkat dari kenyataan bahwa sistemperadilan pidana Indonesia selama ini lebih menekankan pada pendekatan retributive justiceyang bersifat menghukum, namun kurang memperhatikan aspek pemulihan sosial bagi pelakudan korban. Fenomena tingginya angka residivisme menunjukkan perlunya paradigma barupenegakan hukum yang lebih humanis, berkeadilan, dan bermanfaat sosial. Dalam konteks ini, Kejaksaan berperan penting sebagai lembaga negara yangmemegang asas dominus litis dalam menentukan arah penuntutan perkara pidana dan pelaksanaan prinsip opportuniteit sesuai Metode yang diterapkan dalam studi ini adalah pendekatan yuridis empiris dengan cara deskriptif-analitis. Penelitian ini meneliti pelaksanaan keadilan restoratif oleh pihak Kejaksaan bukan hanya dari aspek normatif, tetapi juga berdasarkan praktik nyata di lapangan. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan jaksa yang menangani perkara terkait penerapan keadilan restoratif, sedangkan data pendukung dihimpun dari ketentuan peraturan perundangundangan serta berbagai literatur dan jurnal hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Restorative Justice memberikan ruang bagi penyelesaian perkara pidana melalui perdamaian, pemulihan kerugian, dan kesanggupan pelaku untuk tidak mengulangi perbuatannya. Proses ini terbukti efektif dalam menekan angka residivisme karena menumbuhkan kesadaran moral pelaku serta memperkuat reintegrasi sosial. Kejaksaan tidak semata-mata menjalankan peran sebagai penuntut umum, tetapi juga bertindak sebagai pihak yang memfasilitasi proses perdamaian dengan tetap mempertahankan keseimbangan antarakepastian hukum, kemanfaatan, dan rasa keadilan substansif. Dengan demikian, Restorative Justice merupakan instrumen strategis dalam pembaruan hukum pidana Indonesia yang berorientasi pada nilai kemanusiaan dan pencegahan tindak pidana ulang.
Urgensi Pengaturan Kekayaan Intelektual di Era Society 5.0 Dalam Mengakomodasi Perkembangan Teknologi AI Oktavia Pitta Marito Manurung; Janpatar Simamora
Jurnal Kajian Ilmu Hukum Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Kajian Ilmu Hukum
Publisher : Yayasan Pendidikan Islam Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkih.v4i1.1325

Abstract

Era Society 5.0 menghadirkan tantangan dan peluang baru dalam pengelolaan kekayaan intelektual (KI) melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana AI dapat membantu proses pengelolaan KI, dalam konteks digitalisasi yang semakin kompleks. Dengan menggunakan metode studi literatur, penelitian ini mengkaji berbagai sumber seperti jurnal ilmiah, buku, dan dokumen hukum untuk memahami peran AI dalam mendukung efisiensi dan efektivitas pengelolaan KI. Hasil kajian menunjukkan bahwa AI mampu mempercepat proses perlindungan KI dengan memanfaatkan algoritma cerdas untuk mengidentifikasi karya-karya yang mirip atau berpotensi melanggar hak eksklusif pencipta. Dalam aspek penegakan hukum, AI dapat digunakan untuk memantau aktivitas daring guna mencegah penyebaran produk ilegal yang melanggar hak cipta. Namun, penelitian ini juga menemukan tantangan signifikan, seperti risiko bias data yang dapat memengaruhi keadilan keputusan AI serta potensi pelanggaran privasi dalam pengumpulan data pelatihan. Penelitian ini menekankan pentingnya regulasi yang adaptif untuk mengakomodasi perkembangan teknologi AI dalam pengelolaan KI di era Society 5.0
The Role of the Medan City Legal Aid Institute in Providing Pro Bono Legal Aid to the Community Yedija Martua Nainggolan; Janpatar Simamora; Januari Sihotang
Law Development Journal Vol 8, No 1 (2026): March 2026
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ldj.8.1.36-52

Abstract

This study examines the role of the Legal Aid Institute (LBH) in Medan in providing free legal services to low-income communities. This service aligns with Law Number 16 of 2011 concerning Legal Aid, which emphasizes the importance of access to justice for those who utilize these services. However, the lack of public understanding and information about LBH is a major obstacle. The approach used in this study is a normative juridical approach coupled with an empirical approach, which includes regulatory analysis and interviews with various stakeholders. The results of this study indicate that LBH in Medan plays a crucial role in supporting the community through both litigation and non- litigation processes. Some challenges faced include limited workforce, low public awareness, and inadequate government support. Therefore, collaboration between the government, the community, and LBH is crucial to improve the effectiveness of free services for communities in need.