Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Potensi Korupsi dalam Kebijakan Publik: Studi Kasus Korupsi Pengadaan Masker Covid-19 Kabupaten Sumbawa Wahidah, Ika
Mutiara: Multidiciplinary Scientifict Journal Vol. 3 No. 2 (2025): Multidiciplinary Scientifict Journal
Publisher : Al Makki Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57185/mutiara.v3i2.331

Abstract

Korupsi telah menjadi fenomena yang mengakar dalam budaya Indonesia dan berdampak negatif terhadap norma sosial, ekonomi, serta kepercayaan publik terhadap pemerintah. Studi ini bertujuan untuk menganalisis potensi korupsi dalam kebijakan publik, dengan fokus pada kasus pengadaan masker COVID-19 di Kabupaten Sumbawa. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kepustakaan, observasi tidak langsung, serta analisis media sosial dan media massa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kasus korupsi dalam pengadaan masker dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk penyalahgunaan wewenang, lemahnya transparansi, budaya korupsi yang mengakar, serta kurangnya pengawasan. Akibatnya, terjadi penyimpangan dalam spesifikasi dan harga masker yang berujung pada pemborosan anggaran serta berkurangnya efektivitas kebijakan kesehatan masyarakat. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa korupsi dalam pengadaan barang publik, terutama di masa krisis, merugikan negara dan masyarakat secara luas. Oleh karena itu, diperlukan upaya sistematis dalam meningkatkan transparansi, memperketat pengawasan, serta memperkuat penegakan hukum guna mencegah praktik korupsi serupa di masa depan.
Analisis Potensi Korupsi dalam Kebijakan Publik: Studi Kasus Korupsi Pengadaan Masker Covid-19 Kabupaten Sumbawa Wahidah, Ika
Mutiara: Multidiciplinary Scientifict Journal Vol. 3 No. 2 (2025): Mutiara: Multidiciplinary Scientifict Journal
Publisher : Al Makki Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57185/mutiara.v3i2.331

Abstract

Korupsi telah menjadi fenomena yang mengakar dalam budaya Indonesia dan berdampak negatif terhadap norma sosial, ekonomi, serta kepercayaan publik terhadap pemerintah. Studi ini bertujuan untuk menganalisis potensi korupsi dalam kebijakan publik, dengan fokus pada kasus pengadaan masker COVID-19 di Kabupaten Sumbawa. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kepustakaan, observasi tidak langsung, serta analisis media sosial dan media massa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kasus korupsi dalam pengadaan masker dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk penyalahgunaan wewenang, lemahnya transparansi, budaya korupsi yang mengakar, serta kurangnya pengawasan. Akibatnya, terjadi penyimpangan dalam spesifikasi dan harga masker yang berujung pada pemborosan anggaran serta berkurangnya efektivitas kebijakan kesehatan masyarakat. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa korupsi dalam pengadaan barang publik, terutama di masa krisis, merugikan negara dan masyarakat secara luas. Oleh karena itu, diperlukan upaya sistematis dalam meningkatkan transparansi, memperketat pengawasan, serta memperkuat penegakan hukum guna mencegah praktik korupsi serupa di masa depan.
Analisis Semiotika Mangkok Merah: Studi Kasus Tragedi Pembunuhan Ketua Adat Dayak Muara Kate Wahidah, Ika
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v5i2.31996

Abstract

Kasus pembunuhan Rusel yang merupakan salah satu tokoh adat Dayak Muara Kate Kabupaten Paser Kalimantan Timur mencuri perhatian dan memicu reaksi yang luar biasa dari semua kalangan khususnya masyarakat suku Dayak. Insiden ini berkaitan erat dengan aksi protes yang dilakukan oleh masyarakat Dusun Muara Kate terhadap aktifitas jalan hauling yang meresahkan warga sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih detail fungsi serta makna dari mangkok merah dan kaitannya dengan insiden pembunuhan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang mengarah kepada jenis komunikasi massa yang menjadikan ritual sebagai media penyampai pesan. Penelitian ini juga menggunakan studi analisa semiotika Roland Barthes. Pengolahan data melalui tahap pengumpulan data, reduksi (pengelompokan), display (menampilkan), tahapan analisa dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mangkok merah, sebagai ritual sakral, berfungsi sebagai alat komunikasi dalam masyarakat Dayak, simbol yang menghubungkan mereka dengan roh nenek moyang untuk menghadapi ancaman luar. Ritual ini memuat pesan simbolis, yang berhubungan dengan nilai budaya, filosofi, dan sejarah Dayak. Pembunuhan Rusel mengungkap ketegangan yang dapat memicu kekerasan jika penyelesaian masalah tidak ditemukan. Kesimpulannya, komunikasi non-verbal melalui simbol seperti mangkok merah dapat memiliki makna yang ambigu, dipengaruhi oleh latar belakang budaya dan perkembangan teknologi. Implikasi penelitian ini menunjukkan pentingnya memahami simbol dalam konteks sosial dan budaya untuk meminimalkan konflik dalam masyarakat.