Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penyuluhan Deteksi Dini Kanker Payudara Menggunakan SADARI dan Mammografi Oktaria, Suci Rahma; Riski, Muhammad Ade; Syahroni, Mohammad Rezza; Rozi, Fahrur; Detu, Siti Sofiati; Rahmawati, Annisa; Nasokha, Ildsa Maulidya Maratus
Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53770/amjpm.v4i2.444

Abstract

Kanker payudara merupakan salah satu penyakit keganasan yang paling sering menyerang wanita dan menjadi penyebab kematian utama akibat kanker di dunia. Di Indonesia, insiden kanker payudara menduduki peringkat kedua setelah kanker serviks, dengan angka kejadian yang terus meningkat. Kanker ini berasal dari jaringan epitel duktus atau lobulus payudara, yang dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya. Penyebab tingginya angka kejadian kanker payudara antara lain adalah kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini, keterbatasan pengetahuan tentang gejala dan faktor risiko, serta perubahan gaya hidup yang tidak sehat. Upaya deteksi dini seperti Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) dan mammografi sangat penting untuk mendeteksi keberadaan kanker pada tahap awal. Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang deteksi dini kanker payudara melalui program penyuluhan yang dilaksanakan di Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Nogotirto. Metode yang digunakan dalam program ini melibatkan penyuluhan interaktif dengan ceramah dan diskusi, dilengkapi dengan media edukasi seperti poster, presentasi PowerPoint, dan video. Kegiatan ini mencakup survei awal untuk memahami tingkat pengetahuan peserta, penyampaian materi, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pemahaman peserta. Hasil penyuluhan menunjukkan nilai pre test sebesar 65% dan setelah dilakukan penyuluhan, kemudian dilakukan post test, nilai post test meningkat menjadi 85%. Terjadi peningkatan sebesar 20%. Peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta tentang gejala, faktor risiko, dan langkah-langkah deteksi dini kanker payudara. Peserta mampu menjelaskan ulang materi yang disampaikan dengan benar, menunjukkan efektivitas pendekatan edukatif ini dalam meningkatkan kesadaran kesehatan. Kesimpulannya, penyuluhan ini berhasil meningkatkan kesadaran dan pengetahuan ibu-ibu PRA Nogotirto tentang deteksi dini kanker payudara. Dengan pemahaman yang lebih baik, diharapkan mereka dapat rutin melakukan SADARI dan lebih waspada terhadap kesehatan payudara mereka.
PENATALAKSANAAN PEMERIKSAAN HYSTEROSALPINGOGRAPHY (HSG) PADA KLINIS INFERTILITAS PRIMER DI INSTALASI RADIOLOGI RSU ‘AISYIYAH PONOROGO Detu, Siti Sofiati; Anggraeni, Ari
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v5i3.10672

Abstract

ABSTRACT The female reproductive system plays an essential role in the fertilization process, which involves interactions between hormones and reproductive organs; therefore, disorders in organs such as the uterus and fallopian tubes may lead to infertility. This study aims to examine the examination procedure, the rationale for using 6 cc of contrast media, and the stepwise injection technique in hysterosalpingography for primary infertility cases at RSU ‘Aisyiyah Ponorogo. This study employed a qualitative method with a case study approach through observation, interviews, and documentation, with research subjects consisting of one patient with primary infertility and healthcare personnel directly involved in the examination procedure. The results indicate that the examination procedure includes patient preparation, instrument placement, and gradual injection of contrast media, resulting in clearer visualization of the uterine cavity and fallopian tube patency while reducing pain complaints compared to direct injection techniques. In addition, the use of 6 cc contrast media administered stepwise provides a more even distribution, thereby improving the accuracy of radiological interpretation. These findings suggest that the stepwise approach not only enhances image quality but also improves patient comfort during the procedure. Thus, hysterosalpingography with gradual administration of 6 cc contrast media is proven to be an effective and efficient diagnostic method for primary infertility that is more controlled and patient-oriented.   ABSTRAK Sistem reproduksi wanita berperan penting dalam proses fertilisasi yang melibatkan interaksi hormon dan organ reproduksi, sehingga gangguan pada organ seperti uterus dan tuba falopi dapat menyebabkan infertilitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur pemeriksaan, alasan penggunaan media kontras 6 cc, serta teknik pemasukan bertahap pada pemeriksaan hysterosalpingography pada klinis infertilitas primer di RSU ‘Aisyiyah Ponorogo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan subjek penelitian meliputi satu pasien infertilitas primer serta tenaga kesehatan yang terlibat langsung dalam prosedur pemeriksaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosedur pemeriksaan dilakukan melalui tahapan persiapan pasien, pemasangan alat, serta injeksi media kontras secara bertahap, yang menghasilkan visualisasi lebih jelas pada kavum uteri dan patensi tuba falopi serta mengurangi keluhan nyeri dibandingkan teknik injeksi langsung. Selain itu, penggunaan media kontras 6 cc secara bertahap memberikan distribusi kontras yang lebih merata sehingga meningkatkan akurasi interpretasi radiologis. Temuan ini mengindikasikan bahwa pendekatan bertahap tidak hanya meningkatkan kualitas citra, tetapi juga mendukung kenyamanan pasien selama prosedur berlangsung. Dengan demikian, prosedur hysterosalpingography dengan pemberian kontras bertahap 6 cc terbukti efektif dan efisien sebagai metode diagnostik infertilitas primer yang lebih terkontrol dan berorientasi pada pasien.