The addition of a lightweight steel mezzanine to an existing building can introduce unexpected loads on structural elements if not properly planned and managed during project execution. This study evaluates a case at the head office of PT. XYZ in East Jakarta, where the main beam (Bext) experienced cracking following the installation of the mezzanine. Structural modeling simulations revealed significant increases in internal forces, namely torsional moment by 354%, shear by 274.7%, and bending moment by 245.8%, leading to structural cracking. This study compares two repair methods from a construction management perspective: ferrocement wrapping and reinforced concrete jacketing. Both methods are suitable for repairing beam cracks caused by torsion. The analysis covers cost, construction duration, technical performance, and site limitations. Based on the cost calculation, reinforced concrete jacketing requires IDR 10,434,276 with a construction period of 15 days, while the ferrocement method requires IDR 13,345,145 over 8 days. Therefore, the recommended repair method is reinforced concrete jacketing. Abstrak Penambahan mezzanine baja ringan dalam bangunan eksisting dapat menimbulkan beban tak terduga pada elemen struktural jika tidak direncanakan dan dikelola dengan baik dalam pelaksanaan proyek. Studi ini mengevaluasi kasus di kantor pusat PT. XYZ, Jakarta Timur, di mana balok utama (Bext) mengalami retak akibat pemasangan mezzanine. Dari hasil simulasi modelling dengan software struktural didapatkan peningkatan gaya dalam yang signifikan yaitu pada momen torsi 354%, geser 274,7%, dan lentur 245,8%. Dari hasil perhitungan dan dari pola retak balok di lapangan, disimpulkan balok mengalami keretakan torsi. Pada studi ini dibandingkan dua metode perbaikan, yaitu ferrocement dan jacketing beton bertulang yang cocok untuk keretakan akibat torsi. Analisis mencakup aspek biaya, durasi dan metode pelaksanaan. Dari hasil perhitungan biaya, didapatkan bahwa metode Jacketing beton memerlukan biaya sebesar Rp. 10.434.276 dengan waktu pelaksanaan selama 15 hari, dan metode ferrocement wrapping memerlukan biaya sebesar Rp.13.345.145 selama 8 hari. Dari segi metode pelaksanaan, metode jacketing lebih sesuai dengan kondisi lapangan karena dimensi akhir perbaikan balok memiliki elevasi yang sama dengan lantai rencana mezzanine. Sehingga, metode perbaikan yang direkomendasikan adalah metode Jacketing beton bertulang.