Susanto, Antonius Erick
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS PENGARUH KETERLAMBATAN PROYEK TERHADAP ESTIMASI BIAYA DAN WAKTU PENYELESAIAN PROYEK X DI SAWANGAN Susanto, Antonius Erick; Wiyanto, Henny
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 1, Februari 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i1.32613

Abstract

Project delays in the construction sector often occur due to various factors, such as changes in work drawings by the developer, payment delays, and modifications to the Budget Plan (RAB) caused by additional work. This study employs a qualitative approach through interviews and document analysis to identify the factors contributing to project delays and their impact on cost estimation and project completion time. The analysis results indicate that project delays not only increase labor and material costs but also extend the overall project duration. The application of the earned value method reveals that the Cost Performance Index (CPI) is above 1, indicating that actual costs are lower than the planned budget. However, the Schedule Performance Index (SPI) in several weeks shows values below 1, signifying delays in project completion. The findings of this research emphasize the importance of better planning, enhanced coordination between the project team and the developer, and improvements in the payment approval process to prevent future delays. By implementing risk mitigation strategies and more effective project management, construction projects can be executed more efficiently and align with the established targets. Abstrak Keterlambatan proyek konstruksi sering kali terjadi akibat berbagai faktor, seperti perubahan gambar kerja dari pihak developer, keterlambatan pembayaran, serta perubahan volume Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang disebabkan oleh adanya pekerjaan tambahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara dan analisis dokumen untuk mengidentifikasi faktor penyebab keterlambatan serta dampaknya terhadap estimasi biaya dan waktu penyelesaian proyek. Hasil analisis menunjukkan bahwa keterlambatan proyek tidak hanya menyebabkan peningkatan biaya tenaga kerja dan material tetapi juga memperpanjang durasi penyelesaian pekerjaan secara keseluruhan. Penerapan metode earned value mengungkapkan bahwa nilai Cost Performance Index (CPI) berada di atas 1, yang menunjukkan bahwa biaya aktual lebih rendah dibandingkan anggaran yang direncanakan. Namun, Schedule Performance Index (SPI) dalam beberapa minggu menunjukkan angka di bawah 1, yang menandakan adanya keterlambatan dalam penyelesaian proyek. Temuan penelitian ini menekankan pentingnya perencanaan yang lebih matang, koordinasi yang lebih efektif antara tim proyek dan developer, serta perbaikan sistem persetujuan pembayaran guna mencegah keterlambatan di masa mendatang. Dengan menerapkan strategi mitigasi risiko dan manajemen proyek yang lebih baik, proyek konstruksi diharapkan dapat berjalan lebih efisien dan sesuai dengan target yang telah ditetapkan.
PENGARUH PENAMBAHAN MEZZANINE BAJA TERHADAP KERETAKAN BALOK BETON BERTULANG DAN ALTERNATIF PERBAIKANNYA Susanto, Antonius Erick; Anondho, Basuki; Sutandi, Arianti
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 4, November 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i4.34159

Abstract

The addition of a lightweight steel mezzanine to an existing building can introduce unexpected loads on structural elements if not properly planned and managed during project execution. This study evaluates a case at the head office of PT. XYZ in East Jakarta, where the main beam (Bext) experienced cracking following the installation of the mezzanine. Structural modeling simulations revealed significant increases in internal forces, namely torsional moment by 354%, shear by 274.7%, and bending moment by 245.8%, leading to structural cracking. This study compares two repair methods from a construction management perspective: ferrocement wrapping and reinforced concrete jacketing. Both methods are suitable for repairing beam cracks caused by torsion. The analysis covers cost, construction duration, technical performance, and site limitations. Based on the cost calculation, reinforced concrete jacketing requires IDR 10,434,276 with a construction period of 15 days, while the ferrocement method requires IDR 13,345,145 over 8 days. Therefore, the recommended repair method is reinforced concrete jacketing. Abstrak Penambahan mezzanine baja ringan dalam bangunan eksisting dapat menimbulkan beban tak terduga pada elemen struktural jika tidak direncanakan dan dikelola dengan baik dalam pelaksanaan proyek. Studi ini mengevaluasi kasus di kantor pusat PT. XYZ, Jakarta Timur, di mana balok utama (Bext) mengalami retak akibat pemasangan mezzanine. Dari hasil simulasi modelling dengan software struktural didapatkan peningkatan gaya dalam yang signifikan yaitu pada momen torsi 354%, geser 274,7%, dan lentur 245,8%. Dari hasil perhitungan dan dari pola retak balok di lapangan, disimpulkan balok mengalami keretakan torsi. Pada studi ini dibandingkan dua metode perbaikan, yaitu ferrocement dan jacketing beton bertulang yang cocok untuk keretakan akibat torsi. Analisis mencakup aspek biaya, durasi dan metode pelaksanaan. Dari hasil perhitungan biaya, didapatkan bahwa metode Jacketing beton memerlukan biaya sebesar Rp. 10.434.276 dengan waktu pelaksanaan selama 15 hari, dan metode ferrocement wrapping memerlukan biaya sebesar Rp.13.345.145 selama 8 hari. Dari segi metode pelaksanaan, metode jacketing lebih sesuai dengan kondisi lapangan karena dimensi akhir perbaikan balok memiliki elevasi yang sama dengan lantai rencana mezzanine. Sehingga, metode perbaikan yang direkomendasikan adalah metode Jacketing beton bertulang.