Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Seni dan Budaya Tradisi Jawa Timuran sebagai Penguat Identitas dan Promosi Budaya Indonesia di Malaysia Trisakti Trisakti; Warih Handayaningrum; Joko Winarko; Anbie Haldini Muhammad; Fithriyah Inda Nur Abida; Mohammad Rokib; Asrori Asrori; Raden Roro Maha Kalyana Mitta Anggoro; Muhammad Ro’is Abidin; Fera Ratyaningrum; Danang Wijoyanto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 11 (2026): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i11.3821

Abstract

Pelatihan Seni dan Budaya Tradisi Jawa Timuran sebagai Penguat Identitas dan Promosi Budaya Indonesia di Malaysia bertujuan memperkenalkan nilai-nilai budaya lokal Indonesia, khususnya warisan musik etnis Banyuwangian, kepada komunitas akademik di luar negeri. Kegiatan ini dilaksanakan di Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI), Malaysia, dengan melibatkan 23 mahasiswa sebagai peserta aktif yang terdiri atas 6 pemain biola, 10 vokalis, dan 7 pemain terbang hadrah. Fokus utama pelatihan adalah praktik musikal pada lagu tradisional Padhang Bulan, yang dipilih karena representatif terhadap estetika dan nilai-nilai filosofis seni Banyuwangi. Melalui pendekatan partisipatif dan kolaboratif, kegiatan ini tidak hanya mentransfer keterampilan teknis memainkan instrumen dan vokal, tetapi juga menanamkan pemahaman akan makna budaya di balik komposisi musik tersebut. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan apresiasi peserta terhadap keragaman budaya Indonesia serta penguatan identitas budaya melalui diplomasi seni. Pelatihan ini menjadi salah satu bentuk implementasi diplomasi budaya berbasis pengabdian masyarakat yang berpotensi mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada poin 4 (Pendidikan Berkualitas) dan 16 (Masyarakat Damai, Adil, dan Inklusif).
Pengembangan Media Berkarya untuk Meningkatkan Prestasi Seni Lukis Kelas IX-A SMP Negeri 22 Surabaya Isnaeny Faiziah Arifin; Fera Ratyaningrum
Jurnal Global Ilmiah Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Global Ilmiah
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/jgi.v2i1.130

Abstract

Pembelajaran seni, khususnya seni lukis, memiliki peran penting dalam meningkatkan kreativitas dan prestasi siswa. Namun, pembelajaran seni lukis di kelas IX-A SMP Negeri 22 Surabaya mengalami kendala berupa rendahnya antusiasme siswa. Hal ini disebabkan oleh penggunaan media pembelajaran yang monoton, yang menyebabkan siswa cepat bosan dan menurunnya minat belajar mereka. Sebagai solusi, diperlukan inovasi dalam media pembelajaran untuk menarik minat dan meningkatkan prestasi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media berkarya yang kreatif, menggunakan kipas genggam sebagai alternatif media seni lukis, guna meningkatkan prestasi siswa dalam mata pelajaran seni lukis. Media ini dirancang untuk lebih selaras dengan karakteristik dan latar belakang siswa, sekaligus mendukung proses pembelajaran yang lebih interaktif dan menyenangkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart, yang dilakukan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket. Analisis data menggunakan teknik triangulasi untuk menjamin validitas dan reliabilitas hasil. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan signifikan pada prestasi akademik siswa, baik dari segi pemahaman konseptual maupun perkembangan seni lukisnya. Implementasi tersebut memberi kesan bahwa penyediaan media berkarya yang tepat dapat menjadi solusi efektif bagi pendidik untuk mengatasi menurunya semangat siswa belajar dalam belajar bidang seni lukis. Kesimpulan pengembangan media berkarya yang kreatif dan sesuai dengan kebutuhan siswa terbukti efektif dalam meningkatkan prestasi belajar seni lukis. Pendekatan ini dapat menjadi solusi bagi guru untuk menghadapi kurangnya minat siswa terhadap pembelajaran seni lukis, sekaligus mendorong keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran.