Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengembangan Modul Teknik Vokal Berbantuan Tutorial Online Pada Pembelajaran Seni Budaya Jenjang SMA Kristiana Apresia; Trisakti Trisakti; Setyo Yanuartuti
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 5, No 6 (2023): December
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v5i6.5836

Abstract

The study aims to develop an online tutorial vocal module as a School’s Electric Book (BSE) on musical arts subjects in particular. Test design applied a one-group pretest-posttest design. Research methods use quantitative. Development uses 4D (define, design, devlopment and dissemination). Validation a product and products include validation of language, validation of content experts and grapholographers. The quality of the module is the eligibility of languages 81,25%, the feasibility of content of the material 84,37% and the eigibility graphic of 80%. The result of the effectiveness module is ttable = 9,36 ˃ tcount = 1,96 which means the process of mocket technique full-free tutorial is effective for use in the learning process. the results are reinforced by interviews, ie 82% of self-confidence students increases, 82% student learning motivation increase, 79% students are easy to explore material, 82% of excellent students understanding material, 88% learning objectives clarifying the final result and 82% of the full-free vocal module tutorial technique great opportunities for students to study vocal technique
Transformasi Estetika Seni Lukis ke Instalasi dalam Praktik Seni Rupa Kontemporer Indonesia: Studi Karya Agung Tato Suryanto Reny Catur Wulandari; Anik Juwariyah; Trisakti Trisakti; Indar Sabri
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 4 No. 6 (2025): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v4i6.6657

Abstract

This study explores the aesthetic transformation from painting to installation art within the context of contemporary Indonesian art through a case study of Agung Tato Suryanto's works. This transformation signifies not only a shift in medium from two-dimensional to three-dimensional formats but also a paradigmatic change in how artists convey aesthetic, symbolic, and philosophical ideas. Using a qualitative method and case study approach, this research examines two key works—Second Level as a painting and Lingga Bergema as an installation—through the lens of Immanuel Kant’s aesthetic theory, Roland Barthes’ semiotics, and Theodor Adorno’s critical aesthetics. The analysis reveals that Agung Tato constructs a visual language that critically reflects on the dehumanizing and disoriented nature of modern urban life. In Second Level, he explores the absence of human presence in urban architecture as a metaphor for existential alienation, while in Lingga Bergema, he deconstructs patriarchal cultural symbols through reflective spatial installation. Both works expand aesthetic experience beyond the visual to become multisensory and participatory. This study concludes that Agung Tato’s aesthetic transformation is a conceptual strategy that responds to the complexities of contemporary social reality, demonstrating that contemporary art is no longer merely a visual object, but a dialectical space for critical consciousness, open interpretation, and deep aesthetic engagement.
Kajian Estetika Kritis Pada Motif Batik Joyo Harjo Karya Muhammad Farizky Afdillah Dengan Pendekatan Teori Theodor W. Adorno Nurma Susanti; Anik Juwariyah; Trisakti Trisakti; Retnayu Prasetyanti
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 4 No. 9 (2025): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v4i9.6989

Abstract

Batik sebagai warisan budaya Indonesia adalah seni rupa terapan yang bukan hanya indah tetapi juga sarat makna filosofis, simbolik, dan kultural, dengan setiap daerah memiliki motif khas yang menjadi identitas lokal sekaligus medium ekspresi budaya masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk struktur visual motif batik karya Muhammad Farizky Afdillah dalam batik Joyo Harjo Sidoarjo serta menganalisis penerapan pandangan estetika Theodor W. Adorno dalam memahami karya tersebut. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan estetika kritis. Data dikumpulkan melalui observasi visual, wawancara dengan perancang batik, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif batik yang diciptakan oleh Muhammad Farizky Afdillah memiliki struktur visual yang harmonis, menggabungkan elemen geometris dan organik yang sarat makna simbolik lokal. Dalam perspektif estetika Adorno, karya batik ini dapat dipahami sebagai bentuk ekspresi otonom yang tetap mempertahankan nilai-nilai budaya di tengah arus komodifikasi. Meskipun sebagian produksi batik dijadikan seragam, nilai estetika dan kritik sosial tetap dapat ditelusuri melalui pemaknaan simbolik dalam motif-motifnya. Dengan demikian, batik Joyo Harjo dapat dilihat sebagai bentuk seni yang berada dalam dialektika antara tradisi, modernitas, dan industri budaya.
Pelatihan Seni dan Budaya Tradisi Jawa Timuran sebagai Penguat Identitas dan Promosi Budaya Indonesia di Malaysia Trisakti Trisakti; Warih Handayaningrum; Joko Winarko; Anbie Haldini Muhammad; Fithriyah Inda Nur Abida; Mohammad Rokib; Asrori Asrori; Raden Roro Maha Kalyana Mitta Anggoro; Muhammad Ro’is Abidin; Fera Ratyaningrum; Danang Wijoyanto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 11 (2026): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i11.3821

Abstract

Pelatihan Seni dan Budaya Tradisi Jawa Timuran sebagai Penguat Identitas dan Promosi Budaya Indonesia di Malaysia bertujuan memperkenalkan nilai-nilai budaya lokal Indonesia, khususnya warisan musik etnis Banyuwangian, kepada komunitas akademik di luar negeri. Kegiatan ini dilaksanakan di Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI), Malaysia, dengan melibatkan 23 mahasiswa sebagai peserta aktif yang terdiri atas 6 pemain biola, 10 vokalis, dan 7 pemain terbang hadrah. Fokus utama pelatihan adalah praktik musikal pada lagu tradisional Padhang Bulan, yang dipilih karena representatif terhadap estetika dan nilai-nilai filosofis seni Banyuwangi. Melalui pendekatan partisipatif dan kolaboratif, kegiatan ini tidak hanya mentransfer keterampilan teknis memainkan instrumen dan vokal, tetapi juga menanamkan pemahaman akan makna budaya di balik komposisi musik tersebut. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan apresiasi peserta terhadap keragaman budaya Indonesia serta penguatan identitas budaya melalui diplomasi seni. Pelatihan ini menjadi salah satu bentuk implementasi diplomasi budaya berbasis pengabdian masyarakat yang berpotensi mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada poin 4 (Pendidikan Berkualitas) dan 16 (Masyarakat Damai, Adil, dan Inklusif).