Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Kebijakan dan Implementasi Hukum Pemberian Insentif Perpajakan pada Kontrak Bagi Hasil Gross Split dalam Kegiatan Pertambangan Minyak dan Gas Bumi pada Tahap Eksplorasi Hafiz Arya Aryadi; Didik Suhariyanto; Ismail Ismail
Blantika: Multidisciplinary Journal Vol. 3 No. 3 (2025): Blantika: Multidisciplinary Journal
Publisher : PT. Publikasiku Academic Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57096/blantika.v3i3.299

Abstract

Sektor pertambangan minyak dan gas bumi memegang peranan penting dalam pendapatan negara, sehingga kebijakan insentif perpajakan melalui kontrak bagi hasil gross split menjadi krusial untuk menarik investasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi hukum pemberian insentif perpajakan dalam konteks kontrak bagi hasil gross split pada tahap eksplorasi. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual, mengkaji peraturan pemerintah dan literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan insentif perpajakan, yang diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 53 Tahun 2017 dan Peraturan Menteri Keuangan No. 67/PMK.03/2020, mencakup pembebasan dari pajak pertambahan nilai dan pajak bumi dan bangunan hingga 100%. Meskipun kebijakan ini dirancang untuk menciptakan iklim investasi yang menarik, tantangan seperti kompleksitas administrasi dan kurangnya pemahaman regulasi masih menjadi hambatan dalam implementasinya. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa meskipun insentif perpajakan memiliki potensi untuk meningkatkan daya tarik investasi dan efisiensi operasional, perlu adanya perbaikan dalam implementasi dan pemahaman regulasi untuk mencapai hasil yang optimal dalam sektor migas.
Penegakan Hukum Lingkungan pada Pelanggaran Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya Beracun (B3) Rumah Sakit dalam Mewujudkan Keadilan Refni Dumesty; Didik Suahriyanto; Ismail Ismail
Blantika: Multidisciplinary Journal Vol. 3 No. 4 (2025): Blantika: Multidisciplinary Journal
Publisher : PT. Publikasiku Academic Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57096/blantika.v3i4.322

Abstract

Permasalahan lingkungan hidup masih mendapat perhatian yang sangat besar baik di dunia internasional maupun nasional oleh karena dampak yang timbul akibat pencemaran lingkungan sangat mengganggu dan mengancam kehidupan masyarakat dan merusak lingkungan itu sendiri sehingga membuat negara harus turut campur tangan untuk menyelesaikan berbagai pemasalahan lingkungan hidup di Indonesia. Salah satu bidang dalam ilmu hukum untuk mengatur lingkungan hidup yaitu Hukum Lingkungan yang merupakan keseluruhan peraturan perundang-undangan untuk melindungi kualitas lingkungan dari bahaya pencemaran, perusakan dan kerusakannya. Persoalan limbah bahan beracun dan berbahaya (B3) merupakan hal sensitif bagi dunia usaha. Pengelolaan limbah B3 yang sesuai aturan dan benar merupakan hal penting harus diterapkan industri agar kegiatan usahanya tidak mencemari dan merusak lingkungan. Pengelolaan limbah B3 yang tidak sesuai maka berakibat fatal terhadap lingkungan serta nyawa manusia.Dalam penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian yuridis normatif. Hukum dikonsepkan sebagai apa yang tertulis dalam peraturan perundang-undangan atau hukum dikonsepkan sebagai kaidah atau norma yang merupakan patokan berperilaku manusia yang dianggap pantas. Penelitian hukum merupakan suatu proses untuk menemukan aturan hukum, prinsip hukum, maupun doktrin hukum guna menjawab isu hukum yang dihadapi. Dalam penanganan masalah-masalah lingkungan, penegakan hukum preventif melalui sarana hukum administrasi menduduki posisi yang penting, karena fungsinya yang bertolak dari asas penanggulangan pada sumber, sehingga proses penegakan hukum melalui sarana hukum administrasi dianggap lebih memenuhi fungsi perlindungan hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat sebagai hak konstitusioal. Selanjutnya dalam penegakan hukum perdata dapat dilakukan di pengadilan dan diluar pengadilan berdasarkan pilihan sukarela para pihak yang bersangkutan. Pasal 87 UUPPLH jo UU Nomor 6 tahun 2023 telah mengatur secaa perdata mengenai perbuatan melanggar hukum berupa pencemaran atau perusakan lingkungan hidup yang menimbulkan kerugian pada orang lain atau lingkungan hidup wajib membayar ganti rugi atau melakukan tindakan tertentu. Penegakan hukum yang terakhir adalah penegakan hukum pidana yang ketentuannya diuraikan di dalam UUPPLH jo UU No. 6 tahun 2023 Pasal 97 sampai Pasal 120. Terdapat dua macam tindak pidana dalam UUPPLH yatu delik materil dan delik formil. Bahwa pengaturan penegakan hukum lingkungan pada pelanggaran pengelolaan limbah rumah sakit melalui hukum administrasi, hukum perdata dan hukum pidana yang mengacu pada Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Undang- Undang Nomor 44 Tahun 2009 Tentang Rumah Sakit, Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 Tentang Cipta Kerja, Undang-Undang Nomor 17 tahun 2023 Tentang Kesehatan, Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 18 Tahun 2020 Tentang Pengelolaan Limbah Medis Fasilitas Pelayanan Kesehatan Berbasis Wilayah, Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 6 Tahun 2021. Oleh karena itu fungsi penegakan hukum oleh para penegak hukum menjadi kunci utama dalam mengurangi terjadinya pelanggaran pengelolaan limbah B3 rumah sakit agar dapat memenuhi ketentuan sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.
Konsep Pengawasan Tata Kelola Barang Milik Negara di Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja untuk Mewujudkan Good Governance Listiyaningsih Listiyaningsih; Ismail Ismail; Dewi Iryani
Jurnal Global Ilmiah Vol. 2 No. 4 (2025): Jurnal Global Ilmiah
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/jgi.v2i4.180

Abstract

Pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) di Indonesia menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam hal pengawasan yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengawasan tata kelola BMN di Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Ditjen Binwasnaker dan K3), serta mengidentifikasi konsep ideal untuk mewujudkan good governance. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif analitis dengan pendekatan yuridis normatif, yang melibatkan pengumpulan data dari peraturan perundang-undangan dan literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawasan terhadap pengelolaan BMN di Ditjen Binwasnaker dan K3 belum maksimal, terutama dalam hal penatausahaan dan pengamanan aset. Temuan Badan Pemeriksa Keuangan menunjukkan adanya ketidakpatuhan dalam penggunaan dan pengelolaan BMN. Kesimpulannya, untuk mencapai good governance, Ditjen Binwasnaker dan K3 perlu menerapkan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi dalam pengelolaan BMN. Peningkatan sumber daya manusia dan penggunaan teknologi informasi juga diperlukan untuk memperbaiki pengawasan dan pengendalian aset secara fisik. Reformasi dalam pengelolaan BMN akan berkontribusi pada pencapaian tujuan pembangunan nasional dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Perlindungan Hukum Konsumen dalam Pengiriman Dokumen yang dilakukan oleh PT. Pos Indonesia (Persero) Imam Baehaki; Ismail Ismail; Dewi Iryani
Jurnal Global Ilmiah Vol. 2 No. 4 (2025): Jurnal Global Ilmiah
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/jgi.v2i4.181

Abstract

Perlindungan hukum konsumen dalam pengiriman dokumen oleh PT. Pos Indonesia (Persero) menjadi isu penting mengingat banyaknya kasus keterlambatan, kerusakan, dan kehilangan kiriman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hak dan kewajiban konsumen serta perlindungan hukum yang diberikan dalam konteks pengiriman dokumen. Metode yang digunakan adalah penelitian normatif dengan mengumpulkan data dari peraturan perundang-undangan terkait, termasuk Undang-Undang Perlindungan Konsumen dan Undang-Undang tentang Pos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun PT. Pos Indonesia telah berupaya memenuhi standar layanan yang aman dan terpercaya, masih terdapat kekurangan dalam hal penyelesaian sengketa dan pemahaman konsumen tentang hak-hak mereka. Perlindungan hukum yang ada belum sepenuhnya menjamin keamanan dan kepastian bagi konsumen. Kesimpulannya, terdapat kebutuhan mendesak untuk meningkatkan pemahaman konsumen mengenai hak dan kewajiban mereka serta memperkuat mekanisme penyelesaian sengketa untuk memastikan perlindungan yang lebih baik dalam pengiriman dokumen.